Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Yang Harus Dilakukan Saat Suami Sering Berbohong Tentang Penghasilannya

wolipop
Sabtu, 24 Jan 2015 12:26 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Baru kemarin aku mengetahui semua kebohongan suamiku, kalau ternyata selama dua tahun ini dia tidak jujur akan pendapatannya. Padahal aku pun ikut kerja dan aku jujur tentang pendapatanku selama ini. Apa yang aku dapat semua untuk kepentingan keluarga. Sampai kemarin aku hanya tahu gaji suamiku sekian. Ternyata lebih besar dari apa yang aku hasilkan. Padahal selama ini aku rela hidup sangat pas-pasan bahkan tidak jarang aku berhutang untuk bisa menutupi kebutuhan.

Aku dibohongi segitu lama ternyata yang aku yakini hutang dengan bosnya sudah lunas itu belum selesai sampai detik ini. Pernah BPKB motor dia gadai tanpa sepengetahuan aku. Katanya untuk urusan memperbaiki motor karena rusak parah setelah kecelakaan. Aku marah, kenapa dia nggak kasih tahu? Walau begitu aku bantu dia untuk bayar. Sekarang aku tahu gaji dia cukup besar tapi dia tetap berhutang kepada bosnya. Aku sudah sangat menerima keadaan sesulit apapun tapi masih aku dibohongi, salahku apa? Sampai tega dia karang cerita ini dan itu untuk menutupi kebohongannya.

Aku merasa manusia paling bodoh yang bisa dibohongi selama ini. Aku merasa seperti istri yang tidak dianggap. Apa yang harus aku lakukan? Jujur ini berat buat aku setelah memasuki empat tahun pernikahanku. Apakah aku lanjutkan rumah tangga yang penuh dengan kebohongan ini? Mohon bantuan dan sarannya. Terima kasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anita, 28 Tahun

Jawab:

Dear Anita,

Memang sedih ketika menyadari adanya kebohongan, terutama dari orang terdekat. Namun jangan mengambil langkah gegabah tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Upayakan untuk membentuk komunikasi yang jujur dan terbuka dengan suami, ungkapkan mengenai apa yang kamu rasakan dan pikirkan karena perbuatan suami. Tanyakan pula sebenarnya alasan dan tujuan suami tidak jujur mengenai pendapatan dan hal lainnya yang masih menganjal.

Berikan kesempatan suami untuk menerangkan penjelasannya baru kemudian kamu tanggapi dengan perasaan, pikiran, dan pendapat kamu mengenai hal tersebut. Setelah dapat ditarik kesimpulan masalah dan harapan dari kalian berdua, kemudian tentukan solusi apa yang dapat dilakukan bersama. Buat komitmen untuk bersama-sama sepakat membuat perubahan yang diharapkan dalam bentuk sikap dan tindakan konkrit. Apabila kamu merasa kesulitan, kamu dapat meminta bantuan dari para ahli seperti psikolog atau konselor pernikahan. Semoga membantu Anita.

(eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads