Bimbang Memilih Dua Pria, Kembali ke Mantan atau Menikah dengan Duda?
wolipop
Kamis, 18 Des 2014 10:15 WIB
Jakarta
-
Mbak, saya sekarang ini sedang dilema berat. Saya harus memutuskan mana yang tepat untuk menjadi calon suami. Saya berpacaran selama 12 tahun dan kandas begitu saja idul fitri tahun ini dan kami dekat kembali karena masih sayang satu sama lain. Tetapi kesalahan saya adalah setelah putus, saya dekat dengan salah satu teman yang sudah menduda dan kini berharap sekali untuk dapat hidup bersama saya.
Sekarang ini mantan saya sudah berubah, menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memberikan waktu pada saya sampai dengan akhir tahun apakah akan memutuskan untuk menikah dengan dia atau pria yang sedang dekat dengan saya sekarang ini. Sedangkan pria yang dekat dengan saya ini orangnya lebih perasa. Setiap saya bahas ingin berpisah karena tidak bisa menjalani hubungan yang telah terjalin ini dengannya dia selalu menangis dan tidak mau pisah dengan saya dan bilang tidak bisa hidup tanpa saya karena hanya saya harapan hidup dia bahagia.
Saya terus terang bingung mbak, ketika mantan memutuskan untuk menikah segera dengan wanita yang dikenalkan keluarganya, saya stres mbak menangis tak henti karena saya takut tidak dapat melihat dia atau komunikasi dengannya lagi. Ketakutan itu membuat saya sampai mengalami sakit kepala dan stres berkepanjangan selama satu bulan ini. Saya takut salah menentukan mbak. Kecemasan saya kehilangan kesempatan untuk kembali dengan mantan sepertinya kecil karena pria yang sekarang dekat dengan saya menolak untuk pisah walaupun saya sudah jelaskan perasaan saya. Mohon bantuan mbak ratih, bagaimana saya seharusnya, karena keluarga memberikan semua keputusan kepada saya. Dan kalaupun tidak harus dengan mantan seperti harapan saya bagaimana caranya move on dan menerima semua yang sudah ditakdirkan dalam hidup saya. Terima kasih mbak ratih.
Risma, 33 Tahun
Jawab:
Dear Risma, yang paling mengetahui apa yang diri kamu inginkan adalah diri kamu sendiri. Oleh karena itu, refleksikan kembali hubungan yang kamu jalani dan apa yang kamu rasakan. Hubungan yang sehat dan langgeng tercipta karena adanya kedalaman perasaan satu sama lain, bukan berdasarkan perasaan kasihan, iba, ataupun tidak enak.
Pernikahan merupakan langkah besar menyangkut masa depanmu dan harus dipikirkan secara matang. Tentukan pilihanmu dengan tegas dan jangan takut untuk mengambil keputusan yang terbaik bagimu. Ingat, kamu yang akan menjalani kehidupan pernikahan tersebut, sehingga jangan sampai kamu mengambil keputusan yang akan kamu sesali.
Jika kamu sudah dapat memutuskan dengan jelas dan tegas pendamping yang kamu inginkan, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membina dan memperjuangkan hubungan tersebut. Apapun hasilnya nanti, pastikan kamu sudah mengusahakan yang terbaik dari dirimu sehingga tidak ada penyesalan kelak. Salam hangat Risma.
(kik/kik)
Sekarang ini mantan saya sudah berubah, menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memberikan waktu pada saya sampai dengan akhir tahun apakah akan memutuskan untuk menikah dengan dia atau pria yang sedang dekat dengan saya sekarang ini. Sedangkan pria yang dekat dengan saya ini orangnya lebih perasa. Setiap saya bahas ingin berpisah karena tidak bisa menjalani hubungan yang telah terjalin ini dengannya dia selalu menangis dan tidak mau pisah dengan saya dan bilang tidak bisa hidup tanpa saya karena hanya saya harapan hidup dia bahagia.
Saya terus terang bingung mbak, ketika mantan memutuskan untuk menikah segera dengan wanita yang dikenalkan keluarganya, saya stres mbak menangis tak henti karena saya takut tidak dapat melihat dia atau komunikasi dengannya lagi. Ketakutan itu membuat saya sampai mengalami sakit kepala dan stres berkepanjangan selama satu bulan ini. Saya takut salah menentukan mbak. Kecemasan saya kehilangan kesempatan untuk kembali dengan mantan sepertinya kecil karena pria yang sekarang dekat dengan saya menolak untuk pisah walaupun saya sudah jelaskan perasaan saya. Mohon bantuan mbak ratih, bagaimana saya seharusnya, karena keluarga memberikan semua keputusan kepada saya. Dan kalaupun tidak harus dengan mantan seperti harapan saya bagaimana caranya move on dan menerima semua yang sudah ditakdirkan dalam hidup saya. Terima kasih mbak ratih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawab:
Dear Risma, yang paling mengetahui apa yang diri kamu inginkan adalah diri kamu sendiri. Oleh karena itu, refleksikan kembali hubungan yang kamu jalani dan apa yang kamu rasakan. Hubungan yang sehat dan langgeng tercipta karena adanya kedalaman perasaan satu sama lain, bukan berdasarkan perasaan kasihan, iba, ataupun tidak enak.
Pernikahan merupakan langkah besar menyangkut masa depanmu dan harus dipikirkan secara matang. Tentukan pilihanmu dengan tegas dan jangan takut untuk mengambil keputusan yang terbaik bagimu. Ingat, kamu yang akan menjalani kehidupan pernikahan tersebut, sehingga jangan sampai kamu mengambil keputusan yang akan kamu sesali.
Jika kamu sudah dapat memutuskan dengan jelas dan tegas pendamping yang kamu inginkan, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membina dan memperjuangkan hubungan tersebut. Apapun hasilnya nanti, pastikan kamu sudah mengusahakan yang terbaik dari dirimu sehingga tidak ada penyesalan kelak. Salam hangat Risma.
(kik/kik)











































