Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bertemu dengan Pria Baru Saat Ragu dengan Calon Suami, Harus Bagaimana?

Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 28 Jan 2014 17:48 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Panggil saja saya Laila, umur saya 21, tahun depan saya berencana akan menikah, tepatnya bulan Maret. Dari perjalanan menuju kejenjang serius itu banyak sekali rintangan yang saya alami, hingga membuat hati saya yang semula yakin bahwa dia orang yang tepat kini menjadi ragu-ragu. Saya mengenal calon suami saya baru enam bulan, dia berumur 41 tahun, saya sadar kita terpaut umur jauh sekali, tapi saya tidak mempermasalahkan itu. Awal masalah datang dari pihak keluarga dia, adiknya tidak suka dengan saya tapi tidak berani terus terang, dia selalu menyindir sikap-sikap saya, padahal dia tidak tahu kebenarannya, saya selalu diam saja, tapi dia semakin menjadi-jadi. Yang kedua sikap calon suami saya yang acuh tak acuh, dan terlalu cuek, seringkali dia selalu meminta saya mencari pria lain yang seusia saya, dia juga pernah bilang kalau kita jodoh ya berjodoh kalau tidak ya tidak, seakan tidak begitu mengharapkan saya,

Di tengah kejenuhan hubungan saya, datang teman lama saya, kita satu kampus dan sering bertemu, bahkan kita sering keluar bersama, karena kita sama-sama suka jalan-jalan. Sebenarnya dia sudah lama suka dengan saya, tapi saya selalu menolak untuk menerimanya. tapi baru sekarang saya menyadari kalau saya juga ada perasaan dengan dia. dan dia belum tahu kalau saya akan menikah. yang saya tanyakan. Bagaimana saya harus mempertimbangkan ini semua? Saya benar-benar bingung dengan posisi saya.Terimakasih.

(Laila, 21 Tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Dear Laila,

Usia kamu dengan pasangan memang terpaut jauh, banyak perbedaan yang mungkin akan kamu alami ketika menjalani hubungan dengannya. Seperti halnya ketika menghadapi masalah perilaku adiknya yang tidak senang dengan diri kamu, mungkin pasangan menilainya sebagai hal yang sepele dan berharap kamu dapat bersikap mandiri mengatasinya. Pertanyaannya adalah apakah kamu siap dan mampu menghadapi perbedaan yang ada. Oleh karena keputusan untuk menikah adalah sebuah keputusan yang besar dan mempengaruhi masa depan kamu maka kamu boleh dan perlu memikirkannya dulu matang-matang sebelum benar-benar mengambil keputusan untuk menikah dengan seseorang.

Pastikan dan yakinkan bahwa orang yang akan kamu nikahi adalah orang yang tepat untuk kamu menghabiskankan hari-hari di sepanjang sisa hidupmu. Ada beberapa kriteria yang dapat jadi bahan pertimbangan dalam memilih pasangan, yaitu: (1) pilih pasangan yang memang pantas untuk kita cintai dan kasihi; (2) pilih pasangan yang dapat dipercaya; (3) pilih pasangan yang dapat bersikap respect terhadap kita dan kita pun memiliki respect terhadap dirinya; (4) pilih pasangan yang dapat membuat satu sama lain tumbuh dan berkembang bersama menjadi pribadi yang lebih baik. Pikirkan hal ini dengan seksama sebelum benar-benar memutuskan pilihan untuk masa depan kamu. Saya turut mengharapkan yang terbaik untuk kamu. Salam hangat Laila.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads