Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cara Menyatukan Ibu dan Kekasih yang Sama-sama Keras Kepala

Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 17 Des 2013 14:18 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Selamat siang. Saya berusia 20 tahun. Saya mempunyai kekasih yang keras kepala dengan keputusannya, begitu pula dengan ibu saya. Kekasih saya duda dan mempunyai anak 1. Kami sudah berpacaran selama 1 tahun lebih. Untuk mengambil langkah ke jenjang yang lebih serius sangatlah susah, karena ibu saya menginginkan agar saya mendapatkan pria yang lebih mapan dari sisi ekonomi. Dan ibu saya tidak suka dengan status kekasih saya yang sudah menduda.

Saya pernah memperkenalkan kekasih kepada ibu saya, namun responnya cukup negatif. dan akhirnya timbulah beberapa masalah di hubungan kami. Kekasih saya sangatlah susah untuk menerima perlakuan ibu saya yang terkadang memang membuat jengkel, begitupun sebaliknya. Apakah yang saya harus lakukan untuk membuat ibu saya dapat menerima kekasih saya? Mengingat saya mencintai keduanya dan tidak ingin ada yang dikorbankan. Mohon sarannya dari Ibu Ratih. Terima kasih.

Indri, 20 Tahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Dear Indri,

Ketidaksukaan ibu kamu terhadap pasangan pasti memiliki alasan, sudahkah kamu mengetahui alasan tersebut? Bila belum maka bertanyalah pada ibu kamu, mengapa beliau tidak suka kamu menjalin hubungan dengan duda dan sudah memiliki anak satu orang. Dengarkanlah baik-baik penjelasan ibu kamu dan kemudian ambillah waktu untuk merenungkan dan mempertimbangkan perkataannya tersebut dengan matang, bila perlu carilah informasi dari sumber yang dapat dipercaya apakah benar apa yang dikatakan oleh ibu kamu.

Menjalin hubungan serius dengan pasangan duda dan memiliki anak satu memang tidaklah mudah. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan, rasa sayang saja tidak dapat menjadi jaminan untuk menjalin hubungan yang langgeng dan harmonis dengan pasangan. Terutama setelah menikah, banyak hal yang akan berubah dan menjadi tanggung jawab kamu. Setelah menikah kamu akan memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri sekaligus ibu dari satu orang anak meskipun anak tersebut bukanlah anak kandung kamu. Rasa sayang suami tentunya bukan hanya untuk kamu tapi juga untuk anaknya. Demikian juga dengan pengeluaran keluarga yang besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pendidikan anak, kesehatan dsb. Oleh karena itu setelah menikah kamu tidak lagi sebebas saat ini, karena kamu perlu mengurus suami, anak, rumah, dan lebih sedikit waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk diri kamu sendiri. Sudahkah kamu memikirkan dan mempertimbangkan hal ini?

Bila kamu sudah memikirkan masak-masak semuanya dan memutuskan untuk tetap menjalin hubungan dengan pasangan maka cobalah diskusikan dengan pasangan mengenai kendala-kendala yang kamu hadapi untuk dan dalam menjalin hubungan dengannya. Kemukakan tentang pendapat orangtua dan cobalah cari solusi bersama untuk mendapatkan hati dari orangtua. Tentunya butuh proses yang tidak sebentar, disinilah tekad dan komitmen, dan rasa sayang pasangan dan kamu diujui.

(eny/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads