Ragu Menikah Cepat, Si Dia Langsung Putuskan Cinta. Harus Bagaimana?
Ratih Ibrahim - wolipop
Jumat, 13 Des 2013 18:18 WIB
Jakarta
-
Hei Mba Ratih. Saya memiliki hubungan dengan pacar saya baru tiga bulan. Dari awal memang dia sudah mengatakan bahwa dia ingin serius dengan saya karena umur dia sudah 30 tahun. Saya tidak menyangka bahwa akan secepat itu dia mengajak saya untuk menikah padahal kita baru pacaran tiga bulan. Jujur saya ingin menikah dengan dia tetapi tidak secepat ini karena saya belum terlalu mengenal dia dan terlebih saya belum dikenalkan ke keluarganya. Dan saya bingung dengannya, sewaktu dia bicara ke saya ajak serius di dalam kondisi sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya, jangankan untuk mengurusi penikahan, untuk mengirim BBM atau telepon ke saya saja dia tidak bisa karena sudah pusing dan pekerjaannya yang sangat banyak.
Saya bicara ke dia kalau saya ingin menikah dengannya. Tetapi saya minta waktu untuk saya mencari pekerjaan yang lebih baik arena saya ingin ketika saya menikah tidak lagi mencari-cari pekerjaan. Kita juga butuh waktu untuk lebih mengenal dan mempersiapkan. Akhirnya dia meminta putus karena alasan dia akan tidak ada waktu sampai akhir tahun ini karena ingin fokus ke pekerjaan dan dia tidak ingin kalau menjalin hubungan tetapi tidak ada ujungnya. Saya harus bagaimana mba? Dan apa sebenarnya maksud dia? Sebenarnya dia serius mau menikah atau tidak? Terimakasih.
(Hesti, 22 Tahun)
Jawab:
Dear Hesti yang manis,
Memutuskan untuk menikah memang tidak mudah, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan didiskusikan bersama dengan pasangan. Termasuk salah satunya adalah usia pacaran. Pacaran tiga bulan memang masih termasuk waktu yang minim untuk dapat mengenal karakter dan kecocokan dengan pasangan. Apalagi di usia kamu juga pasti masih banyak hal yang ingin kamu kejar termasuk salah satunya adalah mencari pekerjaan yang mapan. Hal ini tidak salah, demikian juga dengan pemikiran pasangan untuk secepatnya menikah karena masalah usianya yang sudah cukup matang. Namun demikian, harus ada komunikasi yang baik dan saling pengertian ketika membicarakan pemikiran dan kepentingan yang berbeda. Ini adalah salah satu kunci untuk membina pernikahan yang langgeng dan harmonis.
Bila mendengar dari cerita kamu, sepertinya komunikasi di antara kalian tidak berlangsung dengan baik. Pasangan masih cenderung memaksakan kepentingannya dan kurang memperhatikan pendapat kamu. Oh ya, dengan waktu pasangan yang saat ini kamu bilang sangat sibuk dan ingin fokus ke kerjaan tentunya akan sulit juga untuknya dapat mempersiapkan pernikahan kalian seandainya kamu menjawab ya untuk lamarannya. Tidak ada salahnya kamu mempertimbangkan kembali masak-masak apakah memang dia orang yang tepat untuk menjadi suami kamu atau bukan. Tidak perlu tergesa-gesa agar tidak menyesal nantinya. Kenali dulu pasangan dengan baik sebelum melangkah lebih jauh itu adalah hal yang bijak. Bila pasangan tidak bisa menerimanya maka itu menjadi penilaian sendiri untuk kamu apakah ia orang yang tepat untuk kamu? Hargailah keputusannya dan teruskan hidup kamu.
(eny/ays)
Saya bicara ke dia kalau saya ingin menikah dengannya. Tetapi saya minta waktu untuk saya mencari pekerjaan yang lebih baik arena saya ingin ketika saya menikah tidak lagi mencari-cari pekerjaan. Kita juga butuh waktu untuk lebih mengenal dan mempersiapkan. Akhirnya dia meminta putus karena alasan dia akan tidak ada waktu sampai akhir tahun ini karena ingin fokus ke pekerjaan dan dia tidak ingin kalau menjalin hubungan tetapi tidak ada ujungnya. Saya harus bagaimana mba? Dan apa sebenarnya maksud dia? Sebenarnya dia serius mau menikah atau tidak? Terimakasih.
(Hesti, 22 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Hesti yang manis,
Memutuskan untuk menikah memang tidak mudah, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan didiskusikan bersama dengan pasangan. Termasuk salah satunya adalah usia pacaran. Pacaran tiga bulan memang masih termasuk waktu yang minim untuk dapat mengenal karakter dan kecocokan dengan pasangan. Apalagi di usia kamu juga pasti masih banyak hal yang ingin kamu kejar termasuk salah satunya adalah mencari pekerjaan yang mapan. Hal ini tidak salah, demikian juga dengan pemikiran pasangan untuk secepatnya menikah karena masalah usianya yang sudah cukup matang. Namun demikian, harus ada komunikasi yang baik dan saling pengertian ketika membicarakan pemikiran dan kepentingan yang berbeda. Ini adalah salah satu kunci untuk membina pernikahan yang langgeng dan harmonis.
Bila mendengar dari cerita kamu, sepertinya komunikasi di antara kalian tidak berlangsung dengan baik. Pasangan masih cenderung memaksakan kepentingannya dan kurang memperhatikan pendapat kamu. Oh ya, dengan waktu pasangan yang saat ini kamu bilang sangat sibuk dan ingin fokus ke kerjaan tentunya akan sulit juga untuknya dapat mempersiapkan pernikahan kalian seandainya kamu menjawab ya untuk lamarannya. Tidak ada salahnya kamu mempertimbangkan kembali masak-masak apakah memang dia orang yang tepat untuk menjadi suami kamu atau bukan. Tidak perlu tergesa-gesa agar tidak menyesal nantinya. Kenali dulu pasangan dengan baik sebelum melangkah lebih jauh itu adalah hal yang bijak. Bila pasangan tidak bisa menerimanya maka itu menjadi penilaian sendiri untuk kamu apakah ia orang yang tepat untuk kamu? Hargailah keputusannya dan teruskan hidup kamu.
(eny/ays)











































