Galau Antara Temani Ibu atau Tinggal Sendiri Mengontrak Rumah Pasca Nikah
Mba Ratih, aku baru menikah tiga minggu yang lalu. Sekarang tinggal di rumah orangtua. Kebetulan orangtua saya kini hanya ibu saya. Tapi sekarang suami ingin kami pindah rumah. Sedangkan aku nggak tega meninggalkan ibu sendirian. Dulu waktu masih pacaran suami aku pernah bilang ingin tinggal berdua meskipun nanti kontrak. Memang ibu aku itu kadang nyebelin, nggak tahu sadar atau tidak kadang dia suka menceritakan perjuangan dia waktu sekolahin aku..suka pamrih sama sesuatu (maaf bukan ngomongin).
Sebenernya aku itu anak angkat dari kakaknya ibu aku yang sudah meninggal. Aku jadi ada kewajiban harus jagain ibu aku yang sekarang. Sedangkan aku juga sebetulnya pingin ikut suami pindah rumah, tapi bagaimana aku nggak bisa ninggalin ibu aku. Aku ingin mandiri ngerasain rumah tangga kayak gimana. Tapi aku bingung harus bagaimana, aku ingin buat suami nyaman tapi di satu sisi nggak bisa ninggalin ibu aku sendirian. Aku harus bagaimana ya?
(Ivory, 24 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Ivory yang baik,
Apakah kamu sudah mendiskusikan kebingungan kamu ini dengan suami? Jika belum coba diskusikan dengannya, tentukan kesepakatan bersama apakah hendak menetap atau pindah rumah. Bila sudah mencapai kata sepakat dengan suami maka selanjutnya adalah diskusikan solusi yang dapat dilakukan bersama untuk mengatasi masalah yang mungkin dihadapi dengan mengambil keputusan tersebut. Biar bagaimanapun setelah menikah komunikasi antara suami istri menjadi yang utama dalam menyelesaikan persoalan seperti ini. Tentunya dengan tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih kepada ibu.
Komunikasikan hasil kesepakatan kalian kepada ibu terutama bila memang keputusannya adalah untuk pindah rumah. Bicarakan secara asertif mengapa kalian hendak pindah rumah agar ibu dapat mengerti. Jangan lupa juga untuk memberikan kesempatan pada ibu untuk berbicara dan dengarkan dan hargai pendapatnya. Bila ibu mengalami kesulitan jika ditinggal sendirian, coba cari solusi bersama untuk mengatasinya. Sebaiknya kamu dan suami juga mengunjungi ibu secara rutin, mengajaknya jalan-jalan atau makan bersama agar dirinya tetap merasa dihargai dan tidak merasa ditinggalkan.
(eny/eny)











































