Ortu Tak Memberi Restu Karena Kekasih Lulusan SMA, Adakah Jalan Keluar?
Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 29 Okt 2013 15:54 WIB
Jakarta
-
Salam Mbak Ratih yang baik, mohon maaf sebelumnya karena mungkin cerita saya agak panjang. Saya sudah tiga tahun menjalin hubungan dengan seseorang, berumur 33 tahun dan masih lajang. Ia bekerja sebagai pegawai restoran. Dia akhir-akhir ini bilang sangat menyayangi saya walaupun ada beberapa sifat dia yang tidak saya suka saat egoisnya keluar. Tetapi tiga tahun ini saya bertahan karena saya juga sayang dia. Saya dan dia sudah mengenal keluarga masing-masing secara baik. Dari pihak keluarga saya kurang setuju karena dia lulusan dari SMA dan saya S-1 sehingga saya ragu dan akhirnya saya bertemu dengan seorang yang lain.
Lima bulan yang lalu saya berkenalan dengan seorang pria M, 26 Tahun, pegawai swasta, orangnya baik dan dia menyatakan sudah serius dengan saya. Dia lebih banyak sisi positifnya dari pria yang sebelumnya, tapi M ini juga lulusan SMA. Saya sangat merasa comfort bila dekat dia. Saya benar-benar bingung Mba, harus bagaimana, di satu sisi saya tidak ingin mengecewakan harapan orangtua saya, tapi di sisi lain saya juga ingin hidup nantinya dengan orang yang punya bisa ngemong saya. Mohon bantuannya Mbak Ratih, apa yang harus saya lakukan dan katakan kepada orangtua saya? Apa harus memilih satu atau tidak kedua-duanya? Apakah ada cara terlembut untuk meminimalisir kekecewaan mereka? Atau jika Mbak Ratih memiliki saran lain, saya sangat senang mendengarnya. Terima kasih.
(Dinny, 26 Tahun)
Jawab:
Dinny yang cantik,
Saya yakin kamu sangat paham bahwa apa yang diharapkan orangtua mengenai pendidikan yang setara adalah untuk kebaikan rumah tangga kamu sendiri kelak. Namun, langgengnya rumah tangga, serta kebahagiaan di dalamnya, tentu saja tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan. Nah, inilah yang harus kamu temukan dari pasangan kamu, yakni hal-hal yang membuat kamu merasa sangat nyaman, sangat sayang, dan sangat yakin dengan pilihan kamu.
Setelah kamu berhasil menemukan hal-hal tersebut, diskusikanlah dengan orangtua bahwa kamu sangat menghargai pendapat mereka namun banyak hal-hal positif lain yang kamu lihat dari pasangan, yang membuat kamu berani berkomitmen dengannya. Dinny, saya sangat percaya cinta orangtua untuk kamu begitu besar, begitu pula kamu sangat menyayangi orangtua kamu. Sudah sepantasnya orangtua dan anak yang saling menyayangi dapat saling mengkomunikasikan pendapat dan pikirannya di dalam situasi yang tenang dan saling mendukung satu sama lain. Dengan saling berkomunikasi, saya yakin, orangtua dapat memahami keputusan kamu dan kamu pun mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk hidup kamu.
(eny/eny)
Lima bulan yang lalu saya berkenalan dengan seorang pria M, 26 Tahun, pegawai swasta, orangnya baik dan dia menyatakan sudah serius dengan saya. Dia lebih banyak sisi positifnya dari pria yang sebelumnya, tapi M ini juga lulusan SMA. Saya sangat merasa comfort bila dekat dia. Saya benar-benar bingung Mba, harus bagaimana, di satu sisi saya tidak ingin mengecewakan harapan orangtua saya, tapi di sisi lain saya juga ingin hidup nantinya dengan orang yang punya bisa ngemong saya. Mohon bantuannya Mbak Ratih, apa yang harus saya lakukan dan katakan kepada orangtua saya? Apa harus memilih satu atau tidak kedua-duanya? Apakah ada cara terlembut untuk meminimalisir kekecewaan mereka? Atau jika Mbak Ratih memiliki saran lain, saya sangat senang mendengarnya. Terima kasih.
(Dinny, 26 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinny yang cantik,
Saya yakin kamu sangat paham bahwa apa yang diharapkan orangtua mengenai pendidikan yang setara adalah untuk kebaikan rumah tangga kamu sendiri kelak. Namun, langgengnya rumah tangga, serta kebahagiaan di dalamnya, tentu saja tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan. Nah, inilah yang harus kamu temukan dari pasangan kamu, yakni hal-hal yang membuat kamu merasa sangat nyaman, sangat sayang, dan sangat yakin dengan pilihan kamu.
Setelah kamu berhasil menemukan hal-hal tersebut, diskusikanlah dengan orangtua bahwa kamu sangat menghargai pendapat mereka namun banyak hal-hal positif lain yang kamu lihat dari pasangan, yang membuat kamu berani berkomitmen dengannya. Dinny, saya sangat percaya cinta orangtua untuk kamu begitu besar, begitu pula kamu sangat menyayangi orangtua kamu. Sudah sepantasnya orangtua dan anak yang saling menyayangi dapat saling mengkomunikasikan pendapat dan pikirannya di dalam situasi yang tenang dan saling mendukung satu sama lain. Dengan saling berkomunikasi, saya yakin, orangtua dapat memahami keputusan kamu dan kamu pun mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk hidup kamu.
(eny/eny)










































