Pacar Sering Membuat Sedih dan Kecewa, Mungkinkah Berubah?
wolipop
Senin, 28 Okt 2013 17:34 WIB
Jakarta
-
Selamat Siang Ibu Ratih. Saya ingin konsultasi sedikit, saya punya seorang pacar, kami sudah jalan 2,6 tahun tapi selama itu hanya sedikit saya merasa nyaman dan senang di sampingnya. Dia selalu mengkritik saya dan menyalahkan saya, seakan-akan di matanya saya selalu salah. Pernah dulu kami putus dan saya pacaran dengan pria lain tapi saat itu dia datang lagi dan berjanji tidak akan membuat saya sedih dan kecewa tapi bodohnya saya selalu percaya atau mungkin karena cinta saya yang terlalu besar dengannya. Tapi sejalan waktu dia lupa dengan janji itu dan kembali saya mengalami kecewa karenanya. Saya seperti tak dianggap. Saya mau tanya apa yang buat dia seperti itu? Apakah tidak ada keseriusannya dalam menjalani hubungan dengan saya?? Dan apa yang harus saya lakukan?? Memulai dengan yang baru lagi atau menunggunya dan berharap dia berubah? Terimakasih sebelumnya mba....
Putri, 26 Tahun
Jawab:
Dear Putri,
Saya tidak bisa menjawab mengapa dirinya berperilaku seperti itu. Ada terlalu banyak kemungkinan dan saya tidak mau sembarangan menuduh. Saya rasa kamu yang lebih memahami mengapa dirinya berperilaku demikian, karena kalian telah berpacaran selama 2,6 tahun.
Akan tetapi jika selama 2,6 tahun berpacaran kamu merasa sangat jarang merasa nyaman dan senang, hal itu merupakan indikasi bahwa pacaran kamu bukanlah pacaran yang sehat.
Pacaran yang sehat adalah pacaran yang memenuhi empat syarat: Love, Trust, Respect, danGrow Together. Pacaran harus didasarkan pada perasaan cinta antar pasangan. Pacaran juga harus didasarkan pada kepercayaan. Dalam pacaran masing-masing pasangan harus saling menghormati setiap keputusan dari masing-masing orang. Terakhir, pacaran haruslah membuat kedua belah pihak berkembang ke arah yang positif. Jika salah satu syarat saja tidak terpenuhi, pacaran tersebut bukanlah pacaran yang sehat. Pacaran yang tidak sehat justru hanya akan membebani dirimu dan bahkan bisa menghambat proses perkembanganmu.
Pacaran merupakan proses untuk menemukan “orang yang tepat” bagimu. Bagi mayoritas orang seumuranmu, pacaran merupakan sebuah proses mengenal pasangan sebelum akhirnya melangsungkan pernikahan. Oleh karena itu, pikirkan baik-baik, apa tujuan akhir dirimu berpacaran dengannya. Jika tujuanmu adalah seperti yang saya sebutkan di atas (menikah), maka saya rasa sebaiknya kamu meninggalkannya.
Apakah perilakunya bisa berubah? Ya, tidak menutup kemungkinan bahwa perilakunya bisa berubah. Namun merubah perilaku seseorang merupakan sebuah proses yang sangat panjang dan lama. Jika kamu siap dengan hal tersebut, silahkan lanjutkan hubunganmu. Jika tidak, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.
(eny/eny)
Putri, 26 Tahun
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya tidak bisa menjawab mengapa dirinya berperilaku seperti itu. Ada terlalu banyak kemungkinan dan saya tidak mau sembarangan menuduh. Saya rasa kamu yang lebih memahami mengapa dirinya berperilaku demikian, karena kalian telah berpacaran selama 2,6 tahun.
Akan tetapi jika selama 2,6 tahun berpacaran kamu merasa sangat jarang merasa nyaman dan senang, hal itu merupakan indikasi bahwa pacaran kamu bukanlah pacaran yang sehat.
Pacaran yang sehat adalah pacaran yang memenuhi empat syarat: Love, Trust, Respect, danGrow Together. Pacaran harus didasarkan pada perasaan cinta antar pasangan. Pacaran juga harus didasarkan pada kepercayaan. Dalam pacaran masing-masing pasangan harus saling menghormati setiap keputusan dari masing-masing orang. Terakhir, pacaran haruslah membuat kedua belah pihak berkembang ke arah yang positif. Jika salah satu syarat saja tidak terpenuhi, pacaran tersebut bukanlah pacaran yang sehat. Pacaran yang tidak sehat justru hanya akan membebani dirimu dan bahkan bisa menghambat proses perkembanganmu.
Pacaran merupakan proses untuk menemukan “orang yang tepat” bagimu. Bagi mayoritas orang seumuranmu, pacaran merupakan sebuah proses mengenal pasangan sebelum akhirnya melangsungkan pernikahan. Oleh karena itu, pikirkan baik-baik, apa tujuan akhir dirimu berpacaran dengannya. Jika tujuanmu adalah seperti yang saya sebutkan di atas (menikah), maka saya rasa sebaiknya kamu meninggalkannya.
Apakah perilakunya bisa berubah? Ya, tidak menutup kemungkinan bahwa perilakunya bisa berubah. Namun merubah perilaku seseorang merupakan sebuah proses yang sangat panjang dan lama. Jika kamu siap dengan hal tersebut, silahkan lanjutkan hubunganmu. Jika tidak, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Bisa Simpan Kartu Hingga Jadi Dompet Mini! Ini Rekomendasi Lanyard ID Card yang Fungsional
Elektronik & Gadget
Video Makin Cinematic Tanpa Ribet dengan TNW M01 PRO Gimbal 3 Axis yang Bikin Konten Naik Level!
Elektronik & Gadget
Anti Gerah Saat Silaturahmi di Hari Lebaran, Ini Kipas Portable GOOJODOQ yang Wajib Kamu bawa!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Lembut dan Glowing, Upgrade Sabun Mandi Biasa dengan Shower Oil Andalan yang Melembabkan Maksimal!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Menghadapi Kekasih yang Suka Berubah-ubah Sikap, Kadang Mesra dan Cuek
Si Dia Ngaku Tidak Mau Pacaran Dulu, Cuma Alasan atau Sungguhan?
Tidak Cocok dengan Keluarga Kekasih, Akankah Berpengaruh Setelah Menikah?
Cara Menghadapi Pacar yang Terlalu Baik Pada Wanita Lain
Cara Mengatasi Rasa Kesal Pada Ibu Mertua yang Sikapnya Mudah Berubah
Most Popular
1
Potret Rina Nose Jalani Oplas Hidung di Indonesia, Begini Hasilnya
2
Baju Lebaran 2026
10 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 dari Brand Lokal, Modelnya Lagi Tren!
3
Menteri Wanita Ini Didesak Jawab Isu Selingkuh dengan Penasihatnya
4
Penampilan Anna MEOVV di Fashion Show Chloe, Gayanya Bak Princess Jadi Viral
5
Foto: Bintang Bridgerton Bantah Disebut Plus Size, Ngaku Pakai Size M
MOST COMMENTED











































