Suka dengan Teman Sekantor yang Mau Menikah, Harus Bagaimana?
Ratih Ibrahim - wolipop
Kamis, 17 Okt 2013 12:20 WIB
Jakarta
-
Saat ini saya sedang bingung. Saya menyukai seseorang di kantor saya dan sudah pernah saya mengungkapkannya. Saya sudah sering mencoba agar menghilangkan perasaan dengan menghindarinya. Saya juga berusaha tidak menghiraukannya. Bahkan saya sering bersikap sinis dengannya, tapi dalam hati saya, saya tidak ingin melakukan itu semua. Baru-baru ini saya menjelaskan kepada dia mengenai sikap saya ini yang sering membuat dia merasa bersalah. Dilema buat saya, di satu sisi dia adalah teman sekantor saya. Di sisi lain saya harus bisa menghilangkan perasaan saya dengan dia karena sebentar lagi dia akan menikah. Apa yang harus saya lakukan dan saya harus bersikap seperti apa?
Rahmat, 25 Tahun
Jawab:
Hi Rahmat,
Langkah awal yang kamu lakukan sudah benar kok, yakni mengakui perasaan kamu dan menjelaskan sikap kamu yang sering membuat perasaan si dia serba salah. Langkah berikutnya adalah mencoba mengikhlaskan dia dengan calon suaminya. Pasti awalnya akan terasa sulit namun yakinlah akan bisa kamu atasi. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak kesibukan dan aktivitas kamu sehingga energi yang kamu miliki tidak kamu sia-siakan hanya untuk mengenang dan terus memikirkan dia, berolahraga misalnya. Kesibukan juga dapat membantu kamu melupakan dia.
Kalau memang pertemuan dengan dia di kantor mempersulit kamu melupakan perasaan kamu dengannya, tidak ada salahnya menghindari dia. Toh dia sudah tahu alasannya sehingga tidak akan membuat dia merasa serba salah atau tidak nyaman lagi. Kelak jika kamu sudah bisa menetralkan perasaan kamu dengannya, kamu pun dapat menjalin pertemanan lagi dengannya. Sementara berusaha melupakan dia, berusahalah juga untuk membuka hati kamu untuk perempuan lain ya, diiringi dengan doa tentunya agar kelak kamu dapat menemukan jodoh yang terbaik untuk kamu. Demikian saran dari saya Rahmat.
(eny/eny)
Rahmat, 25 Tahun
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah awal yang kamu lakukan sudah benar kok, yakni mengakui perasaan kamu dan menjelaskan sikap kamu yang sering membuat perasaan si dia serba salah. Langkah berikutnya adalah mencoba mengikhlaskan dia dengan calon suaminya. Pasti awalnya akan terasa sulit namun yakinlah akan bisa kamu atasi. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak kesibukan dan aktivitas kamu sehingga energi yang kamu miliki tidak kamu sia-siakan hanya untuk mengenang dan terus memikirkan dia, berolahraga misalnya. Kesibukan juga dapat membantu kamu melupakan dia.
Kalau memang pertemuan dengan dia di kantor mempersulit kamu melupakan perasaan kamu dengannya, tidak ada salahnya menghindari dia. Toh dia sudah tahu alasannya sehingga tidak akan membuat dia merasa serba salah atau tidak nyaman lagi. Kelak jika kamu sudah bisa menetralkan perasaan kamu dengannya, kamu pun dapat menjalin pertemanan lagi dengannya. Sementara berusaha melupakan dia, berusahalah juga untuk membuka hati kamu untuk perempuan lain ya, diiringi dengan doa tentunya agar kelak kamu dapat menemukan jodoh yang terbaik untuk kamu. Demikian saran dari saya Rahmat.
(eny/eny)











































