Suami Sering Teriak dan Bicara Kasar Saat Marah, Istri Harus Bagaimana?
Ratih Ibrahim - wolipop
Kamis, 26 Sep 2013 15:26 WIB
Jakarta
-
Saya menikah sudah empat tahun dengan suami saya. Saya sangat mencintainya. Sebelumnya kami sudah berpacaran selama empat tahun. Sekarang kami memiliki seorang anak laki-laki berusia 9 bulan. Tapi kehidupan rumah tangga kami sering diwarnai percekcokan. Sejak tahu saya hamil suami saya tidak pernah menyentuh saya. Dia selalu baik dan sering bercanda dengan pegawai-pegawai perempuannya hingga sekarang. Dia memiliki sikap yang keras, sedangkan saya apabila ada permasalahan cenderung menyimpan dalam hati karena saya mau apabila ada orang lain tahu, apalagi ketika bertengkar suami saya selalu teriak-teriak dan berbicara kasar, sering kali dia menyuruh saya pergi dari rumah.
Bukan hanya itu, apabila ada percekcokan dengan saya, dia selalu memanggil mamanya atau saudaranya, bukannya diselesaikan baik-baik. Berkali-kali ketika hendak tidur saya menegur dia, agar kalau bertengkar jangan teriak-teriak atau mengusir saya. Saya malu di depan pegawai-pegawainya, dikira saya ini apa. Tetapi selalu berulang-ulang. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak mungkin menceritakan ini kepada orangtua saya. Ada kalanya saya ingin berpisah tapi saya memikirkan nasib anak saya yang masih kecil.
Setiap saya mengajak berhubungan pun dia selalu menolak, baik karena alasan lelah, sudah malam, besok saja. Tetapi ketika saya tidak berminat, dia tidak peduli dan tetap memaksa padahal saya kadang kesakitan karena nyeri habis operasi cesar. Apa yang harus saya lakukan? Apa suami saya tidak mencintai saya lagi, apa ada indikasi dia lebih menyukai pegawai perempuannya? Haruskah saya bertahan dengan keadaan seperti ini atau lebih baik mundur? Saya memikirkan masa depan anak saya apabila sering ada percekcokan. Saya sangat mencintai anak saya, saya ingin memberikan yang terbaik untuk dia. Mohon sarannya. Terimakasih.
(Tika, 31 Tahun)
Jawab:
Dear Tika, yang sedang mengalami masalah berat
Bolehkah saya bertanya, bagaimana kiranya reaksi mama atau saudara ipar kamu saat suami memanggil-manggil mereka saat kalian sedang bertengkar? Apakah mereka ikut menyalahkan kamu atau sebaliknya membela kamu?
Saya rasa hubungan pernikahan kalian saat ini ada baiknya dibimbing oleh psikolog atau konselor pernikahan. Cobalah kamu berbicara dengan suami, katakan apa yang menjadi perasaan kamu sebenarnya dan jelaskan bahwa semua ini kamu lakukan demi anak. Jika memungkinkan, kamu dapat meminta tolong mertua atau ipar kamu untuk turut pula membujuk suami.
(eny/eny)
Bukan hanya itu, apabila ada percekcokan dengan saya, dia selalu memanggil mamanya atau saudaranya, bukannya diselesaikan baik-baik. Berkali-kali ketika hendak tidur saya menegur dia, agar kalau bertengkar jangan teriak-teriak atau mengusir saya. Saya malu di depan pegawai-pegawainya, dikira saya ini apa. Tetapi selalu berulang-ulang. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak mungkin menceritakan ini kepada orangtua saya. Ada kalanya saya ingin berpisah tapi saya memikirkan nasib anak saya yang masih kecil.
Setiap saya mengajak berhubungan pun dia selalu menolak, baik karena alasan lelah, sudah malam, besok saja. Tetapi ketika saya tidak berminat, dia tidak peduli dan tetap memaksa padahal saya kadang kesakitan karena nyeri habis operasi cesar. Apa yang harus saya lakukan? Apa suami saya tidak mencintai saya lagi, apa ada indikasi dia lebih menyukai pegawai perempuannya? Haruskah saya bertahan dengan keadaan seperti ini atau lebih baik mundur? Saya memikirkan masa depan anak saya apabila sering ada percekcokan. Saya sangat mencintai anak saya, saya ingin memberikan yang terbaik untuk dia. Mohon sarannya. Terimakasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawab:
Dear Tika, yang sedang mengalami masalah berat
Bolehkah saya bertanya, bagaimana kiranya reaksi mama atau saudara ipar kamu saat suami memanggil-manggil mereka saat kalian sedang bertengkar? Apakah mereka ikut menyalahkan kamu atau sebaliknya membela kamu?
Saya rasa hubungan pernikahan kalian saat ini ada baiknya dibimbing oleh psikolog atau konselor pernikahan. Cobalah kamu berbicara dengan suami, katakan apa yang menjadi perasaan kamu sebenarnya dan jelaskan bahwa semua ini kamu lakukan demi anak. Jika memungkinkan, kamu dapat meminta tolong mertua atau ipar kamu untuk turut pula membujuk suami.
(eny/eny)
Elektronik & Gadget
Upgrade Kontenmu dengan TNW A36 / A37 Wireless Microphone yang Bikin Suara Makin Jernih!
Elektronik & Gadget
Rekomendasi Powerbank Mini, Solusi Maksimal. Pilihan Praktis Agar Gadget Selalu Siap Tempur!
Perawatan dan Kecantikan
Tampil Fresh Seharian dengan 3 Bonavie Extrait Parfum Balm yang Wangi Elegan!
Perawatan dan Kecantikan
Sunscreen Anti Ribet untuk Outdoor, NIVEA vs SKINTIFIC, Mana Favoritmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Menghadapi Kekasih yang Suka Berubah-ubah Sikap, Kadang Mesra dan Cuek
Si Dia Ngaku Tidak Mau Pacaran Dulu, Cuma Alasan atau Sungguhan?
Tidak Cocok dengan Keluarga Kekasih, Akankah Berpengaruh Setelah Menikah?
Cara Menghadapi Pacar yang Terlalu Baik Pada Wanita Lain
Cara Mengatasi Rasa Kesal Pada Ibu Mertua yang Sikapnya Mudah Berubah
Most Popular
1
Viral Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pamer Perut Ramping di ComplexCon Hong Kong
2
Potret Lucinta Luna Manglingi Dengan Gaya Rambut Baru, Jadi Bak Oppa Korea
3
Momen Sheila Dara Lebaran Bareng Keluarga Vidi Aldiano, Pakai Kaftan Biru
4
7 Outfit Ultra-glamor Tasyi Athasyia dari Lebaran Day 1 hingga Day 3
5
Gaya Androgini Bae Suzy Bikin Terpukau, Cantik Sekaligus Tampan
MOST COMMENTED











































