Tindakan Terbaik Saat Suami Mendadak Mendiamkan Istri Tanpa Sebab
wolipop
Kamis, 18 Jul 2013 17:07 WIB
Jakarta
-
Saya berusia 24 tahun. Saya menikah 23 Juli 2011. Saya merasakan bahagia berumah tangga hanya beberapa bulan saja, tepatnya bulan Februari 2012 suami saya mendiamkan saya tanpa sebab. Berulang kali saya tanya kenapa tapi dia menyuruh saya mikir sendiri. Sepanjang saya menjadi istrinya saya tidak prnah marah apa lagi meminta ini itu kepada suami saya. Untuk gajinya pun saya ambil kalau dia kasih saja. Misal dia tidak memberikannya saya tidak pernah tanya.
Selama dia mendiamkan saya, dia sering berhubungan dengan mantan-mantannya, kembali saya berpura-pura tidak tau agar dia tidak marah. Tapi lama-lama saya tidak kuat. Sampai akhirnya saya kecelakaan motor, sedikitpun dia tidak menannyakan apa yg saya rasa. Yang saya bingungkan dia tidak pernah mengeluhkan apa-apa, dia hanya diam. Mba Ratih apa yang sebaiknya saya lakukan sekarang, apakah pisah adalah cara terbaiik untuk masalah saya ini, mohon bantuannya mba, terimakasih.
(Alin, 24 Tahun)
Jawab:
Hi Alin,
Sebelum saya menjawab pertanyaan kamu, saya ingin mengingatkan bahwa perpisahan bukanlah jalan keluar dari setiap masalah rumah tangga. Kamu harus berhati-hati mengucapkan kata pisah karena bisa jadi kamu sendiri yang akan menyesalinya.
Kembali ke masalah kamu, memang ada tipe orang yang introvert, Alin, yakni tipe orang yang sangat sulit mengekspresikan dirinya, termasuk isi hatinya. Orang-orang seperti ini cenderung menyimpan sendiri masalah yang mereka alami dan sangat jarang mengemukakannya pada orang lain, meskipun itu istri atau orangtuanya sendiri. Barangkali suami kamu adalah tipe orang seperti ini.
Cobalah Alin ingat-ingat kembali secara hati-hati dan pelan-pelan, adakah kesalahan yang mungkin kamu lakukan sebelum kejadian di bulan Februari 2012 tersebut terjadi. Selain itu, meskipun suami mendiamkan kamu, ada baiknya kamu tetap melakukan komunikasi dengannya. Tujuannya tentu saja agar ketegangan yang ada di antara kalian semakin lama semakin mencair. Hal ini boleh kamu lakukan mulai dari sekarang untuk memperbaiki hubungan yang mulai renggang. Untuk sementara, masalah yang ada tidak perlu diungkit-ungkit terlebih dahulu, berkomunikasilah mengenai hal-hal yang santai dan menyenangkan. Rencanakanlah liburan bersama. Jika suasana sudah mencair, hubungan sudah lebih intim, mintalah maaf kepada suami mengenai kesalahan yang mungkin kamu lakukan dan mintalah suami untuk memberikan saran apa yang harus kamu perbaiki. Jika hal ini sulit dilakukan secara lisan, lakukanlah melalui media tulisan.
(eny/eny)
Selama dia mendiamkan saya, dia sering berhubungan dengan mantan-mantannya, kembali saya berpura-pura tidak tau agar dia tidak marah. Tapi lama-lama saya tidak kuat. Sampai akhirnya saya kecelakaan motor, sedikitpun dia tidak menannyakan apa yg saya rasa. Yang saya bingungkan dia tidak pernah mengeluhkan apa-apa, dia hanya diam. Mba Ratih apa yang sebaiknya saya lakukan sekarang, apakah pisah adalah cara terbaiik untuk masalah saya ini, mohon bantuannya mba, terimakasih.
(Alin, 24 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hi Alin,
Sebelum saya menjawab pertanyaan kamu, saya ingin mengingatkan bahwa perpisahan bukanlah jalan keluar dari setiap masalah rumah tangga. Kamu harus berhati-hati mengucapkan kata pisah karena bisa jadi kamu sendiri yang akan menyesalinya.
Kembali ke masalah kamu, memang ada tipe orang yang introvert, Alin, yakni tipe orang yang sangat sulit mengekspresikan dirinya, termasuk isi hatinya. Orang-orang seperti ini cenderung menyimpan sendiri masalah yang mereka alami dan sangat jarang mengemukakannya pada orang lain, meskipun itu istri atau orangtuanya sendiri. Barangkali suami kamu adalah tipe orang seperti ini.
Cobalah Alin ingat-ingat kembali secara hati-hati dan pelan-pelan, adakah kesalahan yang mungkin kamu lakukan sebelum kejadian di bulan Februari 2012 tersebut terjadi. Selain itu, meskipun suami mendiamkan kamu, ada baiknya kamu tetap melakukan komunikasi dengannya. Tujuannya tentu saja agar ketegangan yang ada di antara kalian semakin lama semakin mencair. Hal ini boleh kamu lakukan mulai dari sekarang untuk memperbaiki hubungan yang mulai renggang. Untuk sementara, masalah yang ada tidak perlu diungkit-ungkit terlebih dahulu, berkomunikasilah mengenai hal-hal yang santai dan menyenangkan. Rencanakanlah liburan bersama. Jika suasana sudah mencair, hubungan sudah lebih intim, mintalah maaf kepada suami mengenai kesalahan yang mungkin kamu lakukan dan mintalah suami untuk memberikan saran apa yang harus kamu perbaiki. Jika hal ini sulit dilakukan secara lisan, lakukanlah melalui media tulisan.
(eny/eny)











































