Dilema Wanita yang Putus Cinta karena Tidak Disukai Ibunda Kekasih
Ratih Ibrahim - wolipop
Jumat, 25 Jan 2013 13:08 WIB
Jakarta
-
Halo Mba Ratih, saya baru putus dengan pacar saya setelah menjalin hubungan selama hampir dua tahun. Beberapa bulan sebelum putus, saya sering berantem hebat karena pacar saya yang terlalu sibuk dan mengabaikan komunikasi. Saya yang pernah dikecewakan dan pernah hampir diselingkuhi tentunya mengalami penurunan kepercayaan, akhirnya setiap pertengkaran itu saya meminta pacar untuk menghubungi saya sesempat dia memiliki waktu.
Namun ternyata ibunya telah beranggapan saya egois dan terlalu menuntut, serta dia mengatakan bahwa saya nantinya akan menginjak-injak keluarganya yang memang sedikit berbeda dengan keluarga saya. Padahal selama saya berpacaran nggak ada sedikitpun keluarga saya merendahkan keluarganya. Bahkan keluarga besar saya sering banyak membantu, orangtua saya pun begitu, banyak yang sudah saya berikan, dan saya lewati seperti direndahkan mantannya, teman-temannya, bahkan sampai orangtuanya. Tapi yang saya bisa lakukan adalah diam. Sampai pada akhirnya dia mengatakan harus terpaksa memutuskan hubungan ini. Lalu bagaimana agar dia dapat mengerti perasaan saya? Apa yang harus saya lakukan mba? Terimakasih.
(Dee, 28 Tahun)
Jawab:
Hai Dee,
Membaca cerita kamu, langkah yang kamu ambil sudah tepat yaitu memutuskan dia. Dan kamu tidak perlu memikirkan bagaimana tanggapan dia atas kamu sekarang, termasuk tidak perlu berusaha agar dia mengerti perasaan kamu.
Lupakanlah mantan kamu itu! Perluas pergaulan kamu, masih banyak lelaki lain yang bisa menghargai kamu dan tidak berfikiran negatif tentang kamu dan keluarga kamu. Hubungan yang sehat adalah saling menghargai dan saling percaya sehingga masing-masing pihak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
(eny/eny)
Namun ternyata ibunya telah beranggapan saya egois dan terlalu menuntut, serta dia mengatakan bahwa saya nantinya akan menginjak-injak keluarganya yang memang sedikit berbeda dengan keluarga saya. Padahal selama saya berpacaran nggak ada sedikitpun keluarga saya merendahkan keluarganya. Bahkan keluarga besar saya sering banyak membantu, orangtua saya pun begitu, banyak yang sudah saya berikan, dan saya lewati seperti direndahkan mantannya, teman-temannya, bahkan sampai orangtuanya. Tapi yang saya bisa lakukan adalah diam. Sampai pada akhirnya dia mengatakan harus terpaksa memutuskan hubungan ini. Lalu bagaimana agar dia dapat mengerti perasaan saya? Apa yang harus saya lakukan mba? Terimakasih.
(Dee, 28 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hai Dee,
Membaca cerita kamu, langkah yang kamu ambil sudah tepat yaitu memutuskan dia. Dan kamu tidak perlu memikirkan bagaimana tanggapan dia atas kamu sekarang, termasuk tidak perlu berusaha agar dia mengerti perasaan kamu.
Lupakanlah mantan kamu itu! Perluas pergaulan kamu, masih banyak lelaki lain yang bisa menghargai kamu dan tidak berfikiran negatif tentang kamu dan keluarga kamu. Hubungan yang sehat adalah saling menghargai dan saling percaya sehingga masing-masing pihak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
(eny/eny)











































