Dari Sahabat Jadi Pacar, Akankah Cocok untuk Menikah?
Ratih Ibrahim - wolipop
Selasa, 18 Des 2012 13:17 WIB
Jakarta
-
Saya punya pacar yang dulunya adalah sahabat saya. Setelah akhirnya bersahabat empat tahun dia mulai mencintai saya dan akhirnya kami jadian. Sempat putus karena suatu masalah, dia dan saya sempat menjalani hubungan dengan yang lain. Sekarang kami berpacaran lagi dan sudah 18 bulan.
Saya adalah tipe pekerja mengusahakan segalanya didapatkan sendiri agar tidak memberatkan orangtua, sementara pasangan saya adalah tipe santai. Mungkin karena usia, saya mulai berpikir tentang hubungan kami. Haruskah saya lanjutkan dengan dia yang enam bulan lebih muda dari saya? Saya mulai dilema apakah dia benar serius menjalaninya dan akan ada masa depan atau tidak?
(Dhita, 23 Tahun)
Jawab:
Halo Dhita,
Kehidupan pernikahan akan mempersatukan dua pribadi yang berbeda menjadi satu pribadi dengan visi dan misi yang sama. Hal ini mencakup mempersatukan perbedaan sifat serta rancangan masa depan. Adanya visi dan misi yang sama akan mempermudahkan Anda dan pasangan kelak dalam menjalani dunia pernikahan.
Perbanyaklah diskusi dengan pasangan Anda. Tanyakan keseriusannya. Banyak bicarakan apa yang menjadi pertimbangan Anda selama berpacaran dengannya. Utarakan juga keinginan Anda berdua mengenai rencana kehidupan pasca pernikahan beserta alasannya.
Setelah mengutarakan keinginan masing-masing, diskusikanlah solusi yang dapat diambil untuk kebaikan kalian berdua. Sebaliknya jika Anda dan pasangan tak kunjung menemukan solusi, maka ada baiknya Anda dan pasangan kembali mempertimbangkan kecocokan hubungan Anda berdua. Agar kelak tidak menganggu kehidupan pernikahan yang akan kalian jalani.
(eny/eny)
Saya adalah tipe pekerja mengusahakan segalanya didapatkan sendiri agar tidak memberatkan orangtua, sementara pasangan saya adalah tipe santai. Mungkin karena usia, saya mulai berpikir tentang hubungan kami. Haruskah saya lanjutkan dengan dia yang enam bulan lebih muda dari saya? Saya mulai dilema apakah dia benar serius menjalaninya dan akan ada masa depan atau tidak?
(Dhita, 23 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halo Dhita,
Kehidupan pernikahan akan mempersatukan dua pribadi yang berbeda menjadi satu pribadi dengan visi dan misi yang sama. Hal ini mencakup mempersatukan perbedaan sifat serta rancangan masa depan. Adanya visi dan misi yang sama akan mempermudahkan Anda dan pasangan kelak dalam menjalani dunia pernikahan.
Perbanyaklah diskusi dengan pasangan Anda. Tanyakan keseriusannya. Banyak bicarakan apa yang menjadi pertimbangan Anda selama berpacaran dengannya. Utarakan juga keinginan Anda berdua mengenai rencana kehidupan pasca pernikahan beserta alasannya.
Setelah mengutarakan keinginan masing-masing, diskusikanlah solusi yang dapat diambil untuk kebaikan kalian berdua. Sebaliknya jika Anda dan pasangan tak kunjung menemukan solusi, maka ada baiknya Anda dan pasangan kembali mempertimbangkan kecocokan hubungan Anda berdua. Agar kelak tidak menganggu kehidupan pernikahan yang akan kalian jalani.
(eny/eny)











































