Jakarta
-
Designer yang memulai edukasi fashionnya di raffles Design School shanghai dan Raffles school Design Singapore ini awalnya bekerja pada retail busana wanita lokal, sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka lini pakaiannya sendiri,"Grace Fenny" .
Rancangannya bertemakan gaun pengantin, cocktail dress hingga evening gown yang elegan dan juga feminim. Pada saat Jakarta Fashion Week lalu, ia menggebrak panggung pentas acara fashion terakbar di Jakarta dengan menghadirkan koleksi busana yang bertemakan "Black Butterfly", di mana perpaduan mistik, feminim dan charming dituangkannya menjadi satu dalam koleksi busananya tersebut.
Setiap design ciptaanya terinspirasi dari layer dan material ataupun warna yang bervariasi, bold silhouette dan kaya akan permainan detail. Setiap detail yang ia kerjakan dibuat secara handmade dan disulam dengan menggunakan tangan. Pemilihan bahan seperti tulle, satin, taffeta dan juga sifon membuat kesan feminim, strong dan elegan terlihat jelas dalam setiap karyanya.
(mab/mab)
Rancangannya bertemakan gaun pengantin, cocktail dress hingga evening gown yang elegan dan juga feminim. Pada saat Jakarta Fashion Week lalu, ia menggebrak panggung pentas acara fashion terakbar di Jakarta dengan menghadirkan koleksi busana yang bertemakan "Black Butterfly", di mana perpaduan mistik, feminim dan charming dituangkannya menjadi satu dalam koleksi busananya tersebut.
Setiap design ciptaanya terinspirasi dari layer dan material ataupun warna yang bervariasi, bold silhouette dan kaya akan permainan detail. Setiap detail yang ia kerjakan dibuat secara handmade dan disulam dengan menggunakan tangan. Pemilihan bahan seperti tulle, satin, taffeta dan juga sifon membuat kesan feminim, strong dan elegan terlihat jelas dalam setiap karyanya.
(mab/mab)











































