Alasan Mengharukan Ayah Ajak Main Anaknya di Kuburan Setiap Hari

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 02 Jul 2017 09:43 WIB
Foto: ist
Jakarta - Rasa sakit terbesar bagi setiap orangtua adalah kehilangan anak. Tak heran jika seorang ayah di China yang mengetahui anaknya akan segera meninggalkan merasa sangat sedih. Kesedihan tersebut tak lantas membuatnya berdiam namun melakukan sesuatu yang mungkin bisa menenangkan si kecil ketika sudah tiada.

Zhang Liyong merasa sedih setelah mengetahui anak perempuannya yang bernama Zhang Xin Lei menderita thalassemia, yakni penyakit kelainan darah dimana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal. Perawatan medis yang sebelumnya dijalani Xin Lei membuat Zhang Liyong banyak kehilangan hartanya dan bahkan berhutang.

"Kami meminjam banyak uang dari banyak orang. Tapi mereka tidak mau meminjamkan kami lebih banyak lagi," kata sang ayah kepada Asia Wire.

Alasan Mengharukan Ayah Ajak Main Anaknya di Kuburan Setiap HariFoto: ist
Xin Lei tentu membutuhkan bantuan medis. Namun karena keterbatasan ekonomi saat ini kondisi balita yang didiagnosis menderita Thalasemia sejak dua bulan tersebut mulai memburuk karena kurangnya perawatan. Petani dari provinsi Sichuan di China ini tak mampu lagi membayar tagihan medis putrinya dan telah kehilangan semua harapan untuk menyelamatkan Xin Lei. Sementara dokter mengatakan Xin Lei memerlukan operasi sesegera mungkin.

Bukan hanya masalah keuangan, ternyata darah orangtuanya juga tidak cocok dan tak sesuai untuk membantu penyembuhan Xin Lei. Tak ada hal lain yang bisa dilakukan lagi untuk membuat putrinya kembali sehat. Satu-satunya pilihan Zhang Liyong adalah mempersiapkan kematiannya.

Zhang Liyong pun mengajak putrinya main bersama di kuburan untuk mempersiapkan kematian Xin Lei. Setiap hari, Zhang Liyong dan Xin Lei akan berbaring bersama di sebuah tanah terbuka dan kuburan yang telah disiapkan untuk putrinya itu.

Alasan Mengharukan Ayah Ajak Main Anaknya di Kuburan Setiap HariFoto: ist
"Aku hanya bisa menemukan ide ini, membawanya bermain di tempat ini. Di sinilah dia akan beristirahat dengan tenang. Yang bisa aku lakukan adalah menemaninya setiap hari," terang Zhang Liyong.

Kisah menyedihkan keluarga Zhang Liyong ini telah menyentuh hati banyak netizen di Cina. Masyarakat setempat dilaporkan telah menawarkan untuk membantu mengumpulkan dana, namun belum diketahui apakah uang yang bisa dikumpulkan ini akan cukup untuk biaya operasi tersebut.

(agm/ami)