Inspiratif! Penyakit Langka Tidak Menghalangi Bocah Ini Ikut Triathlon
Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 10 Apr 2017 14:31 WIB
Malta
-
Temui Jake Vella. Melihat tubuhnya yang tambun, mungkin Anda langsung mengira bocah tujuh tahun itu mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Tapi bukan nafsu makan yang menjadi penyebabnya, melainkan sebuah penyakit langka. Namun hebatnya, penyakit tersebut tidak menghalangi Jake untuk ikut berlaga di triathlon.
Pada 2015, Jake didiagnosis menderita ROHHAD (Rapid-onset Obesity with Hypothalamic dysfunction, Hypoventilation and Autonomic Dysregulation). Penyakit langka ini menyerang sistem saraf yang menyebabkan kenaikan berat badan yang pesat.
Orangtua Jake baru mengetahui setelah melihat ada sesuatu yang salah pada anaknya tiga tahun lau. Berat tubuh Jake naik 10 kg hanya dalam enam bulan. Padahal makanannya sangat dijaga.
Akibat penyakit itu, tubuh juga kehilangan kemampuannya untuk menjaga suhu dan cairan sehingga rentan terhadap kanker. Jake pun tidak luput dari kanker yang bersarang di bagian punggungnya.
Sampai saat ini, ROHHAD belum bisa disembuhkan. Biasanya, pasien hanya memiliki harapan hidup lima sampai sembilan tahun setelah didiagnosis.
Hanya ada 75 kaus ROHHAD yang terlaporkan, dan tidak ada satupun yang berhasil hidup sampai umur 30 tahun.
Terlepas dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya, bocah asal Malta itu tidak kehilangan semangat. Ia bahkan berpartisipasi dalam triathlon, olahraga yang menggabungkan tiga cabang olaharaga, yaitu lari, renang, dan sepeda.
"Triathlon membantu Jake tetap aktif dan bugar. sangat baik kesehatan, tapi triathlon juga memberi kesempatannya untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain," kata ibunya, Maruska, seperti dikutip Oddity Central.
Seperti anak normal lainnya, ia juga bersekolah dan melakukan aktivitas lainnya, seperti bermain drum. Namun Jake tidak boleh terkena flu karena ditakutkan dapat menyebabkan komplikasi.
Jake juga giat berlatih tiga kali seminggu di Malta Youth Triathlon Association untuk mempersiapkan fisiknya saat berlaga nanti. Disebut oleh pelatihnya, Jake adalah anak yang sangat disipilin dan berdedikasi. "Dia tidak pernah melewatkan latihan dan sangat bersemangat," kata pelatihnya, Matt Azzopardi.
Di mata Matt, Jake juga anak yang sangat baik dan mudah mencuri hati orang yang mengenalnya. "Sangat menyedihkan dan menghancurkan hati orang-orang yang melihat perjuangannya. Meski begitu berat hidup mereka, orangtua Jake ingin memastikan anaknya hidup senormal mungkin," tambah Matt.
(dtg/dtg)
Tapi bukan nafsu makan yang menjadi penyebabnya, melainkan sebuah penyakit langka. Namun hebatnya, penyakit tersebut tidak menghalangi Jake untuk ikut berlaga di triathlon.
Foto: ist |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orangtua Jake baru mengetahui setelah melihat ada sesuatu yang salah pada anaknya tiga tahun lau. Berat tubuh Jake naik 10 kg hanya dalam enam bulan. Padahal makanannya sangat dijaga.
Foto: ist |
Akibat penyakit itu, tubuh juga kehilangan kemampuannya untuk menjaga suhu dan cairan sehingga rentan terhadap kanker. Jake pun tidak luput dari kanker yang bersarang di bagian punggungnya.
Sampai saat ini, ROHHAD belum bisa disembuhkan. Biasanya, pasien hanya memiliki harapan hidup lima sampai sembilan tahun setelah didiagnosis.
Hanya ada 75 kaus ROHHAD yang terlaporkan, dan tidak ada satupun yang berhasil hidup sampai umur 30 tahun.
Terlepas dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya, bocah asal Malta itu tidak kehilangan semangat. Ia bahkan berpartisipasi dalam triathlon, olahraga yang menggabungkan tiga cabang olaharaga, yaitu lari, renang, dan sepeda.
"Triathlon membantu Jake tetap aktif dan bugar. sangat baik kesehatan, tapi triathlon juga memberi kesempatannya untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain," kata ibunya, Maruska, seperti dikutip Oddity Central.
Seperti anak normal lainnya, ia juga bersekolah dan melakukan aktivitas lainnya, seperti bermain drum. Namun Jake tidak boleh terkena flu karena ditakutkan dapat menyebabkan komplikasi.
Foto: ist |
Jake juga giat berlatih tiga kali seminggu di Malta Youth Triathlon Association untuk mempersiapkan fisiknya saat berlaga nanti. Disebut oleh pelatihnya, Jake adalah anak yang sangat disipilin dan berdedikasi. "Dia tidak pernah melewatkan latihan dan sangat bersemangat," kata pelatihnya, Matt Azzopardi.
Di mata Matt, Jake juga anak yang sangat baik dan mudah mencuri hati orang yang mengenalnya. "Sangat menyedihkan dan menghancurkan hati orang-orang yang melihat perjuangannya. Meski begitu berat hidup mereka, orangtua Jake ingin memastikan anaknya hidup senormal mungkin," tambah Matt.
(dtg/dtg)












































Foto: ist
Foto: ist
Foto: ist