Ibu, Satu Cara Sederhana Ini Bisa Buat Anak Jadi Sehat dan Cerdas
Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 22 Nov 2016 14:40 WIB
Jakarta
-
Kapan terakhir kali Anda memeluk atau sekadar membelai atau mengusap rambut buah hati Anda? Jangan remehkan kekuatan sentuhan seorang ibu pada anaknya. Walau simpel, cara tersebut sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan pembentukan karakter anak.
Diungkapkan psikolog keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo, sentuhan seorang ibu memiliki andil besar dalam perkembangan jiwa dan mental buah hati.
Mengutip hasil penelitian Brauer, J., Xiao, Y., dan rekan (2016), Vera mengatakan, anak yang lebih sering mendapatkan sentuhan ibu memiliki tingkat kemampuan emosi dan sosial yang lebih tinggi saat dewasa kelak.
"Anak jadi lebih mudah bersosialisasi dan memiliki empati yang tinggi terhadap sesama. Sentuhan juga mengaktifkan otak yang mengatur fungsi kognitif," papar Vera saat acara #PSILOVEMAMA yang digelar Nivea di The Darmawangsa Hotel, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
Baca Juga: 5 Kebiasaan Simpel yang Ternyata Bisa Tingkatkan IQ
Di samping itu, sentuhan juga memungkinkan buah hati memiliki manajemen stres yang lebih baik. Saat disentuh, lanjut Vera, anak akan merasa nyaman dan secara tidak langsung membangkitkan rasa percaya dirinya untuk menghadapi permasalahan, terutama dalam hal belajar. Anak pun akan lebih mudah memahami isi pelajaran sekolah.
"Hubungannya dengan kesehatan fisik, saat anak merasa nyaman, ia akan tidur pulas. Dengan begitu, anak lebih ceria dan aktif, nafsu makan juga baik sehingga fisiknya terjaga," kata Vera menambahkan.
Sentuhan juga membantu anak lebih memahami tubuhnya. Misalnya saat ibu memandikan anaknya, anak akan belajar tentang organ-organ tubuhnya melalui sentuhan sang ibu.
Baca Juga: Ibu & Ayah, Luangkah Waktu Kumpul Bareng Keluarga Jika Ingin Anak Cerdas
Menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) itu, sebetulnya tidak ada patokan seberapa sering ibu harus menyentuh anaknya. "Tapi pastikan hubungan kontak fisik skin-to-skin sudah terjalin sedari dini," ungkap dia.
Bagi ibu hamil, meski belum memungkinkan untuk melakukan kontak skin-to-skin, 'sentuhan' dapat dihadirkan melalui suara atau mengelus perut.
Walau sentuhan ibu sangat berperan, bukan berarti ayah tidak memiliki andil besar. Vera mengatakan, sentuhan ayah juga memiliki peranan penting. "Mungkin dari ibu, anak mendapatkan sentuhan yang lembut. Kalau ayah, sentuhannya hadir dalam bentuk aktivitas seperti bermain. Dengan begitu dunia anak lebih lengkap," jelas Vera.
(dng/eny)
Diungkapkan psikolog keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo, sentuhan seorang ibu memiliki andil besar dalam perkembangan jiwa dan mental buah hati.
Mengutip hasil penelitian Brauer, J., Xiao, Y., dan rekan (2016), Vera mengatakan, anak yang lebih sering mendapatkan sentuhan ibu memiliki tingkat kemampuan emosi dan sosial yang lebih tinggi saat dewasa kelak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 5 Kebiasaan Simpel yang Ternyata Bisa Tingkatkan IQ
Di samping itu, sentuhan juga memungkinkan buah hati memiliki manajemen stres yang lebih baik. Saat disentuh, lanjut Vera, anak akan merasa nyaman dan secara tidak langsung membangkitkan rasa percaya dirinya untuk menghadapi permasalahan, terutama dalam hal belajar. Anak pun akan lebih mudah memahami isi pelajaran sekolah.
"Hubungannya dengan kesehatan fisik, saat anak merasa nyaman, ia akan tidur pulas. Dengan begitu, anak lebih ceria dan aktif, nafsu makan juga baik sehingga fisiknya terjaga," kata Vera menambahkan.
Sentuhan juga membantu anak lebih memahami tubuhnya. Misalnya saat ibu memandikan anaknya, anak akan belajar tentang organ-organ tubuhnya melalui sentuhan sang ibu.
Baca Juga: Ibu & Ayah, Luangkah Waktu Kumpul Bareng Keluarga Jika Ingin Anak Cerdas
Menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) itu, sebetulnya tidak ada patokan seberapa sering ibu harus menyentuh anaknya. "Tapi pastikan hubungan kontak fisik skin-to-skin sudah terjalin sedari dini," ungkap dia.
Bagi ibu hamil, meski belum memungkinkan untuk melakukan kontak skin-to-skin, 'sentuhan' dapat dihadirkan melalui suara atau mengelus perut.
Walau sentuhan ibu sangat berperan, bukan berarti ayah tidak memiliki andil besar. Vera mengatakan, sentuhan ayah juga memiliki peranan penting. "Mungkin dari ibu, anak mendapatkan sentuhan yang lembut. Kalau ayah, sentuhannya hadir dalam bentuk aktivitas seperti bermain. Dengan begitu dunia anak lebih lengkap," jelas Vera.
(dng/eny)
Pakaian Wanita
Bisa Simpan Kartu Hingga Jadi Dompet Mini! Ini Rekomendasi Lanyard ID Card yang Fungsional
Elektronik & Gadget
Video Makin Cinematic Tanpa Ribet dengan TNW M01 PRO Gimbal 3 Axis yang Bikin Konten Naik Level!
Elektronik & Gadget
Anti Gerah Saat Silaturahmi di Hari Lebaran, Ini Kipas Portable GOOJODOQ yang Wajib Kamu bawa!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Lembut dan Glowing, Upgrade Sabun Mandi Biasa dengan Shower Oil Andalan yang Melembabkan Maksimal!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Menteri Wanita Ini Didesak Jawab Isu Selingkuh dengan Penasihatnya
2
Penampilan Anna MEOVV di Fashion Show Chloe, Gayanya Bak Princess Jadi Viral
3
Foto: Bintang Bridgerton Bantah Disebut Plus Size, Ngaku Pakai Size M
4
Baju Lebaran 2026
Beli Sarimbit Lebaran di Bazar Rendezvous AEON Tanjung Barat, Diskon 70%
5
Park Min Young Ungkap Kisah Adegan Ciuman dengan Wi Ha Joon di Siren's Kiss
MOST COMMENTED











































