Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral, Curhat Ibu yang Anaknya Tak Diundang Pesta Ultah karena Down Syndrome

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 01 Jul 2016 07:29 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Facebook
Jakarta - Sawyer Kiss-Engele, seorang bocah 8 tahun asal Langley, British Columbia, Kanada, tidak seberuntung teman-teman sekelasnya. Dari semua murid di kelasnya, hanya Sawyer yang tidak mendapatkan undangan pesta ulang tahun dari seorang teman sekelasnya. Tidak perlu waktu lama bagi Jennifer Kiss-Engele, ibunda Sawyer, untuk mencari tahu penyebabnya. Sawyer tidak diundang karena mengidap Down syndrome.

Jennifer lantas tidak tinggal diam. Alih-alih mencaci, memarahi orangtua anak tersebut atau menebar kebencian, ia justru menulis sebuah surat terbuka di Facebook, belum lama ini. Posting-an yang telah di-share sebanyak 9.000 kali tersebut sempat menjadi viral setelah mendapatkan 23 ribu likes dan 3.500 komentar.

Bukan kritikan, melainkan surat tersebut bersifat edukatif dan berisikan ajakan untuk tidak mendiskriminasi mereka yang berkebutuhan khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jennifer mengawali surat yang ditujukan untuk orangtua anak tersebut dengan mengungkap alasan kenapa putranya tidak diundang.

"Aku tahu alasannya bukan karena dia bukan anak yang menyenangkan, justru dia adalah anak yang ceria. Bukan juga karena anakmu tidak akur dengannya karena Sawyer beberapa kali pernah bercerita tentangnya. Satu-satunya alasan karena dia adalah anak Down syndrome," tulis ibu tiga anak itu.

Ia pun memaklumi keputusan orangtua anak itu. Menurutnya, keputusan tersebut diambil bukan karena benci melainkan kurangnya informasi yang jelas tentang down syndrome. "Jika kamu tahu banyak tentang down syndrome, kamu pasti tidak akan mengambil keputusan ini. Aku tidak marah. Justru, inilah kesempatan untuk mengenal anakku lebih dekat," tulisnya.

Down syndrome, lanjut Jennifer, bukan berarti terisolasi atau tidak memiliki perasaan. Bukan berarti pula, anak Down syndrome tidak suka berpesta. "Mereka juga menginginkan hal yang aku dan kamu inginkan. Mereka juga mau merasa lebih dekat dan dicintai dengan orang di sekitarnya, dan berkontribusi sehingga hidup mereka lebih bermakna," ungkap Jennifer.

"Mungkin kamu kesulitan menjelaskan kepada anakmu karena dia memang tidak mau anakku ada di pestanya. Hingga akhirnya Anda membiarkan dia untuk memojokkan seorang anak. Aku paham sulit rasanya mengajarkan sesuatu yang tidak kita pahami sama sekali. Aku pernah merasakannya. Tapi ini adalah saat yang tepat untuk memberikan pelajaran hidup kepada anakmu," tulis Jennifer menambahkan.

Pelajaran hidup yang ia maksud adalah menerima seseorang apa adanya dengan tidak mendiskriminasi berdasarkan ras, gender, termasuk pula keterbatasan fisik. Sebagai orangtua, tambah Jennifer, mereka tentunya ingin anaknya dapat diterima di tengah masyarakat. Semuanya dimulai dari orangtua.

Sadar bahwa orangtua adalah manusia yang tidak lepas dari kekurangan, ia membuka pintu bagi orangtua anak itu dan siapa saja yang ingin berdiskusi tentang Down syndrome. "Aku selalu ada di sini apabila kamu ingin berbicara. Aku sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Menurutku kita bisa menjadi orangtua yang lebih baik lagi," tulisnya.

Kejadian yang kurang mengenakkan itu ternyata berakhir bahagia setelah orangtua anak tersebut membaca surat terbuka Jennifer. Beberapa hari kemudian, ia memperbaharui posting-an tersebut dan mengatakan Sawyer akhirnya diundang ke pesta ulang tahun teman sekelasnya. Bahkan dia mendapatkan undangan khusus.

"Aku bangga suratku menyentuh hati banyak orang bukan karena pesta ulang tahun atau Sawyer," tulis Jennifer.

Ia pun berharap, surat tersebut dapat mengubah persepsi orang tentang Down syndrome yang identik dengan keterbelakangan mental. Sekaligus, memberi harapan baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Banyak anak berkebutuhan khusus yang tersisihkan. Menurutku, kita sebagai orangtua harus bisa melakukan yang terbaik dalam menjaga hubungan ini," katanya. (dtg/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads