Mendukung Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Gerakan #SentuhanIbu
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 02 Jun 2016 14:08 WIB
Jakarta
-
Menjadi ibu adalah salah satu tugas terberat seorang wanita. Berperan dalam mengurus keluarga termasuk membimbing anak tidaklah mudah, apalagi untuk ibu dari buah hati berkebutuhan khusus. Mereka yang dikarunia putra dan putri spesial tersebut tentu memiliki tantangan lebih berat yang mungkin tak bisa dibayangkan ibu lainnya.
Karenanya, ibu dari anak-anak berkebutuhan perlu didukung dan diperhatikan. Terlebih sosok ibu adalah fondasi untuk membangun individu, keluarga, dan masyarakat yang baik dalam berkepribadian. Sentuhan secara fisik maupun emosional dari mereka dapat menenangkan serta menyemangati putra-putri dengan kondisi spesial sehingga bisa beradaptasi di lingkungan.
Mempunyai anak dengan perbedaan juga kerap mengundang pandangan aneh hingga belas kasihan. Namun hal tersebut tidaklah diperlukan para ibu-ibu tangguh itu dalam mengasuh anak-anaknya. Karenanya, Nivea menghadirkan sebuah kampanye untuk mendukung para mama. Bekerjasama dengan Kemuning Kembar, brand kecantikan itu meluncurkan gerakan #SentuhanIbu.
"Dengan dukungan tanda pagar Sentuhan Ibu di Twitter, Facebook, dan Instagram berarti menyumbangkan Rp 1.000 untuk SLB A Bandung dan Kemuning Kembar. Kami memilih pendekatan ini karena kurang diperhatikan ," kata Aidar Mumtazia selaku Direktur HR PT Beiersdorf Indonesia saat peluncuran kampanye di Menara Rajawali, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (2/6/2016).
Hal tersebut disambut baik oleh Indria Laksmi Gamayanti, M.Si selaku Ketua Kemuning Kembar yang merupakan sebuah biro konsultasi psikologi. Menurutnya para ibu dengan anak berkebutuhan khusus kerap merasa kurang percaya diri dalam mengasuh buah hatinya. Apalagi banyak dari mereka yang merasa tak punya panduan dalam membimbing putra-putra yang spesial.
"Rasa kurang percaya diri itu bisa menimbulkan konflik dalam diri dan dengan anggota keluarga lain. Untuk itu, kami bikinkan modul untuk mereka," ungkap Indria.
Selain memberikan donasi dari dukungan para netizen untuk membimbing ibu dengan anak berkebutuhan khusus, Nivea juga meluncurkan sebuah film pendek. Terinspirasi dari kisah nyata, sinema itu dipersembahkan oleh Lola Amaria yang juga pernah membuat film tentang anak berkebutuhan khusus bertajuk Jingga.
"Saya mempelajari bahwa mereka punya semangat tinggi bahkan yang kita orang yang merasa normal dan sempurna tidak punya. Kita sering mengeluh macet, dan yang lainnya. Itu yang saya angkat. Di samping itu tentu ada semangat para ibu. Ibu-ibu itu perlu dikasih tahu cara menangani anak mereka," kata Lola. (ami/eny)
Karenanya, ibu dari anak-anak berkebutuhan perlu didukung dan diperhatikan. Terlebih sosok ibu adalah fondasi untuk membangun individu, keluarga, dan masyarakat yang baik dalam berkepribadian. Sentuhan secara fisik maupun emosional dari mereka dapat menenangkan serta menyemangati putra-putri dengan kondisi spesial sehingga bisa beradaptasi di lingkungan.
Mempunyai anak dengan perbedaan juga kerap mengundang pandangan aneh hingga belas kasihan. Namun hal tersebut tidaklah diperlukan para ibu-ibu tangguh itu dalam mengasuh anak-anaknya. Karenanya, Nivea menghadirkan sebuah kampanye untuk mendukung para mama. Bekerjasama dengan Kemuning Kembar, brand kecantikan itu meluncurkan gerakan #SentuhanIbu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disambut baik oleh Indria Laksmi Gamayanti, M.Si selaku Ketua Kemuning Kembar yang merupakan sebuah biro konsultasi psikologi. Menurutnya para ibu dengan anak berkebutuhan khusus kerap merasa kurang percaya diri dalam mengasuh buah hatinya. Apalagi banyak dari mereka yang merasa tak punya panduan dalam membimbing putra-putra yang spesial.
"Rasa kurang percaya diri itu bisa menimbulkan konflik dalam diri dan dengan anggota keluarga lain. Untuk itu, kami bikinkan modul untuk mereka," ungkap Indria.
Selain memberikan donasi dari dukungan para netizen untuk membimbing ibu dengan anak berkebutuhan khusus, Nivea juga meluncurkan sebuah film pendek. Terinspirasi dari kisah nyata, sinema itu dipersembahkan oleh Lola Amaria yang juga pernah membuat film tentang anak berkebutuhan khusus bertajuk Jingga.
"Saya mempelajari bahwa mereka punya semangat tinggi bahkan yang kita orang yang merasa normal dan sempurna tidak punya. Kita sering mengeluh macet, dan yang lainnya. Itu yang saya angkat. Di samping itu tentu ada semangat para ibu. Ibu-ibu itu perlu dikasih tahu cara menangani anak mereka," kata Lola. (ami/eny)











































