Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Anak Muntah di Restoran, Ibu Ini Harus Bayar dan Bersihkan Lantai

Eny Kartikawati - wolipop
Sabtu, 21 Mei 2016 13:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Facebook
Jakarta - Rebecca mengalami kejadian tidak menyenangkan saat berkunjung ke sebuah restoran di Queensland, Australia. Anaknya yang tiba-tiba sakit muntah di restoran. Dan paling buruknya, dia harus membersihkan sendiri lantai restoran yang terkena muntahan anaknya itu serta diminta membayar ekstra Rp 130 ribuan.

Rebecca Harnett menuliskan pengalaman buruknya itu di halaman Facebook restoran bernama The Glasshouse Bistro di Montville, Toowoomba, Queensland. Dalam tulisannya tersebut, Rebecca curhat mengenai kejadian ketika dia harus mengepel lantai restoran.

"Saat kami menunggu makanan kami datang, putraku yang berusia dua tahun sedikit muntah di lantai. Aku tidak berharap ada orang yang membersihkannya," tulis Rebecca yang juga mengaku sudah 45 menit menunggu pesanan makanannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang pelayan kemudian memberiku handuk kertas dan handuk basah. Aku bersihkan (muntahan itu) dan dia datang lagi dengan membawa kantong plastik untuk membuang semuanya," tulisnya lagi.

Namun setelah dia dan anaknya selesai makan, seorang wanita pekerja restoran itu mendatanginya. "Dia bilang, dia mendengar aku mengalami insiden kecil. Dia juga bilang, harga standar di restoran manapun untuk masalah ini adalah US$ 30, jika aku ingin mereka menyelesaikan untuk membersihkan semuanya," tulis Rebecca.

Rebecca pun mengatakan pada wanita itu bahwa dia sudah membersihkannya. Namun 10 menit kemudian seorang pelayan kembali lagi mendatanginya dengan membawa sebuah alat pel dan ember.

"Aku pun mengepel lantai dan membayar makanan kami. Tapi si wanita bilang kalau aku juga harus membayar ekstra US$ 10 (sekitar Rp 133 ribu) karena ada orang yang harus membersihkan alat pel dengan desinfektan," tulisnya.

Dalam wawancara dengan Sunshine Coast Daily, Rebecca mengatakan pelayan di restoran memberitahunya bahwa dia harus membersihkan muntahan anaknya sendiri karena pelayan di sana tidak bisa menyentuhnya. Dia pun mengaku kaget ketika akhirnya tetap harus membayar ekstra padahal sudah membersihkan sendiri muntahan sang anak.

"Bibiku punya sebuah kedai kopi dan apa yang aku alami bukan tanggungjawab konsumen. Mereka punya tugas melayani dan mereka tidak melakukannya," katanya.

Sementara itu juru bicara restoran tersebut mengatakan bahwa insiden yang dialami Rebecca membuat pihaknya kehilangan pendapatan. Hal itu karena area yang terkena muntahan tidak bisa digunakan untuk beberapa waktu. Dan pembayaran ekstra yang dikenakan pada Rebecca terkait proses sterilisasi di area tersebut.

"Staff yang mengerjakan tugas itu harus duduk di luar beberapa saat karena merasa sakit setelahnya. Harga untuk itu pastinya lebih dari US$ 10," kata sang juru bicara.

Perlakuan yang didapatkan Rebecca di restoran tersebut langsung mendapat respon dari pengunjung lainnya. Sebagian dari mereka mendukung dan bersimpati pada Rebecca. "Sungguh layanan konsumen yang menjijikkan. Kami tidak akan datang lagi ke sini," tulis seorang pengunjung. (eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads