ADVERTISEMENT

Yang Harus Diperhatikan Jika Ibu Hamil Ingin Konsumsi Rumput Laut

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 02 Mei 2016 13:40 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bagi Anda pecinta hidangan sushi, mungkin sudah tidak asing lagi dengan rumput laut. Bertekstur kenyal dengan warna hijaunya yang terang, makanan yang satu ini bukan sekedar pemanis makanan saja. Rumput laut rupanya menyimpan banyak khasiat, termasuk bagi ibu hamil.

Dijelaskan Lindsey Toth, R.D., seorang pakar gizi dari Chicago, rumput laut merupakan sumber terbaik dari klorofil, serat, dan berbagai jenis mineral, termasuk iodine. Selain rumput laut, iodine juga terkandung di beberapa jenis ikan-ikanan, produk susu, dan garam.

"Iodine sangat penting untuk kesehatan tiroid, kelenjar yang mengatur metabolisme tubuh, sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan otak janin selama masa kehamilan dan meningkatkan produksi ASI," kata Lindsey seperti dikutip Shape.

Khasiat iodine terhadap pertumbuhan janin semakin diperkuat oleh hasil temuan para peneliti di University of Tasmania. Penelitian yang dilakukan pada 2013 silam itu membandingkan kemampuan akademis anak usia sembilan tahun dari ibu yang rutin mengonsumsi makanan ber-iodine, seperti rumput laut, dengan yang tidak.

Seperti dikabarkan Daily Mail, terungkap bahwa kemampuan membaca anak yang ibunya mengonsumsi iodine jauh lebih baik dibanding anak dari ibu yang tidak mendapat asupan iodine secukupnya. Namun peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan pada kemampuan menghitung mereka. "Asupan iodine akan terus berdampak pada anak hingga beberapa tahun setelah kelahiran," ujar Dr. Kristen Hynes, pemimpin riset tersebut.

Di sisi lain, iodine bila dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan janin. Pengonsumsian iodine yang kelewat batas akan memengaruhi produksi kelenjar tiroid sehingga berisiko menyebabkan hipotiroid baik pada anak. Gejalanya seperti pembengkakan wajah, ukuran lidah yang lebih besar, dan perut yang membesar.

Jika ingin mengetahui asupan yang dianjurkan, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter sebelum memutuskan mengonsumsinya secara rutin. Untuk saran penyajian, ada banyak pilihan, mulai dari mengonsumsinya mentah-mentah, ditumis, hingga mengolahnya menjadi jus. (dtg/eny)