Pakai Celana Terlalu Ketat, Siswi Ini Dilarang Masuk Sekolah
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 19 Jan 2016 15:25 WIB
Jakarta
-
Pakai celana terlalu ketat bisa berujung pengusiran oleh sekolah. Itulah yang dialami Ellie Young, siswi Barnsley Academy.
Remaja berusia 14 tahun ini dipulangkan dari sekolah karena dianggap mengenakan busana yang tak sesuai aturan sekolah. Barnsley Academy menetapkan, lebar celana yang diperbolehkan minimal berdiameter 10 cm. Ini merupakan aturan baru yang ditetapkan lembaga pendidikan asal Inggris tersebut dan semua murid diwajibkan menaatinya.
Peristiwa 'pengusiran' ini terjadi beberapa hari lalu, ketika staf akademi memeriksa satu per satu celana yang dikenakan para murid. Untuk mengukur lebar celana, pihak sekolah menggunakan penggaris panjang.
Setelah diukur terungkap bahwa Ellie mengenakan celana yang terlalu ketat. Selain Ellie, 19 siswi lainnya juga tidak diperbolehkan masuk sekolah.
Pengusiran tersebut ternyata membuat Jane Ogden, ibu Ellie, meradang. Menurut Jane, ketimbang mempermasalahkan ukuran lebar celana lebih baik lebih mementingkan sistem pengajaran di sekolah.
Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama
"Sekolah bilang ini masalah yang berkelanjutan dan mereka perlu menunjukkan pada murid bagaimana bersikap hormat. Saya bangga anak-anak saya menghormati saya tapi menurut saya kita (orang dewasa) juga perlu menghargai mereka. Para guru mengukur celana dengan penggaris. Mana yang lebih penting, celana panjang atau pendidikan?" ujar Jane seperti dikutip dari Mirror.
Demi mencegah anaknya diusir atau diisolasi dari sekolah lagi, Jane pun terpaksa membeli celana panjang baru lagi untuk Ellie. Kali ini lebar celananya berdiameter 14,5 cm yang berarti 4,5 cm lebih lebar dari peraturan sekolah.
Barnsley Academy pun mempunyai pertimbangan sendiri atas peraturan berpakaian yang ditetapkan. Dalam situs resminya, Barnsley Academy menyatakan, "Jumlah siswa yang memakai celana panjang ketat kini meningkat. Celana ketat tidak diterima dan dilarang di akademi."
Agar tidak ada murid yang melanggar, sekolah pun membiayai pembelian celana panjang untuk beberapa siswa kurang mampu. Tujuannya agar tidak menyebabkan kendala finansial bagi orangtua murid.
"Akademi punya kebijakan ketat yang sangat dipahami orangtua dan murid dan memang sudah diberlakukan. Semua murid harus mematuhi aturan itu," terang juru bicara sekolah. (hst/hst)
Remaja berusia 14 tahun ini dipulangkan dari sekolah karena dianggap mengenakan busana yang tak sesuai aturan sekolah. Barnsley Academy menetapkan, lebar celana yang diperbolehkan minimal berdiameter 10 cm. Ini merupakan aturan baru yang ditetapkan lembaga pendidikan asal Inggris tersebut dan semua murid diwajibkan menaatinya.
Peristiwa 'pengusiran' ini terjadi beberapa hari lalu, ketika staf akademi memeriksa satu per satu celana yang dikenakan para murid. Untuk mengukur lebar celana, pihak sekolah menggunakan penggaris panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengusiran tersebut ternyata membuat Jane Ogden, ibu Ellie, meradang. Menurut Jane, ketimbang mempermasalahkan ukuran lebar celana lebih baik lebih mementingkan sistem pengajaran di sekolah.
Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama
"Sekolah bilang ini masalah yang berkelanjutan dan mereka perlu menunjukkan pada murid bagaimana bersikap hormat. Saya bangga anak-anak saya menghormati saya tapi menurut saya kita (orang dewasa) juga perlu menghargai mereka. Para guru mengukur celana dengan penggaris. Mana yang lebih penting, celana panjang atau pendidikan?" ujar Jane seperti dikutip dari Mirror.
Demi mencegah anaknya diusir atau diisolasi dari sekolah lagi, Jane pun terpaksa membeli celana panjang baru lagi untuk Ellie. Kali ini lebar celananya berdiameter 14,5 cm yang berarti 4,5 cm lebih lebar dari peraturan sekolah.
Barnsley Academy pun mempunyai pertimbangan sendiri atas peraturan berpakaian yang ditetapkan. Dalam situs resminya, Barnsley Academy menyatakan, "Jumlah siswa yang memakai celana panjang ketat kini meningkat. Celana ketat tidak diterima dan dilarang di akademi."
Agar tidak ada murid yang melanggar, sekolah pun membiayai pembelian celana panjang untuk beberapa siswa kurang mampu. Tujuannya agar tidak menyebabkan kendala finansial bagi orangtua murid.
"Akademi punya kebijakan ketat yang sangat dipahami orangtua dan murid dan memang sudah diberlakukan. Semua murid harus mematuhi aturan itu," terang juru bicara sekolah. (hst/hst)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
6 Artis Libur Tahun Baru 2026 ke Luar Negeri Bareng Pacar, Makin Lengket
2
Ramalan Zodiak Aquarius 2026: Karier Bersinar, Asmara Menghangat
3
Heboh Rumor Park Bo Gum Gay, Foto Lawas dengan Mantan Pacar Jadi Sorotan
4
Ramalan Zodiak Capricorn 2026: Karier Melaju, Cinta Masih Berliku
5
Review: Menjajal Hutan Spa di ONYX Resort Park Ubud
MOST COMMENTED











































