ADVERTISEMENT

5 Hal yang Bisa Menyebabkan Seorang Ibu Merasa Bersalah

Aulia Rizky - wolipop Kamis, 10 Des 2015 07:07 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan seorang ibu merasa bersalah ketika mengasuh sang buah hati. Perasaan bersalah ini biasanya menghinggapi para ibu baru. Jika dibiarkan berlarut-larut hal tersebut dapat menyebabkan ibu mengalami depresi.

Rasa bersalah yang berujung pada penyesalan ini sebenarnya memiliki manfaat, asal tidak terlalu dipikirkan berlebihan. Anda dapat belajar dari perasaan bersalah tersebut. Apa saja hal-hal yang bisa menyebabkan seorang ibu, khususnya yang baru memiliki bayi, merasa bersalah?

1. Memberikan susu formula
Mengganti ASI dengan susu formula menjadi perasaan bersalah yang dialami para ibu baru ketika produksi air susu mereka kurang. Apalagi dengan banyaknya tekanan dari sesama ibu atau lingkungan lainnya. Berdasarkan poling Baby Center, 67% ibu mengaku memberikan susu formula di enam bulan pertama bayinya. 79% yang memberikan susu formula ini pun merasa bersalah.

ASI memang makanan terbaik bayi di enam bulan pertamanya. Namun jika ternyata produksi ASI ibu tidak mampu mencukupi kebutuhan bayi dan ibu sudah melakukan berbagai langkah agar produksi ASI banyak, susu formula memang menjadi solusi.

2. Menjadikan TV sebagai pengganti babysitter
Bagi Anda yang tidak menggunakan bantuan pengasuh anak dalam mengurus buah hati, mungkin akan sedikit kerepotan saat ingin melakukan aktivitas seperti memasak, mencuci baju, ataupun sekadar bersih-bersih. Agar anak tidak 'merecoki' kegiatan, Anda meletakkannya di depan tv. Anda pun bebas melakukan aktivitas sedangkan buah hati Anda berada di depan tv dan menonton acara yang belum tentu baik untuknya.

Pada 2003 lalu, American Academy of Pediatrics mengumumkan, anak dibawah dua tahun tidak seharusnya menonton televisi. Termasuk DVD ataupun acara anak-anak. Hal ini mengakibatkan perasaan bersalah ibu terhadap anaknya.

Berdasarkan poling yang dilakukan oleh Baby Center, hanya 10% ibu melarang bayinya untuk menonton tv, 67% ibu berpikir tidak ada masalah jika bayinya menonton tv, dan 69% sisanya membiarkan anaknya menonton tv dan DVD. Sedangkan 26% ibu berbohong mengenai seberapa sering anaknya menonton tv.

3. Memberikan junk-food
76% orangtua mengatakan mereka bergantung dengan makanan cepat saji minimal sebulan bahkan lebih. Terkadang mungkin Anda lupa, makanan cepat saji memang bukan racun. Namun makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan. "Mengkonsumsi makanan cepat saji dalam dua kali seminggu tidak masalah, selama Anda memilih yang lemaknya rendah," kata Mary Savoye-Desanti, bionutrisi di Yale University dan Direktur Bright Bodies Program.

4. Meninggalkan anak di pengasuh lain
Bagi para ibu pekerja yang memiliki anak dan tidak memiliki pengasuh bayi memang akan kesulitan saat akan bekerja. Biasanya ibu yang juga wanita karier ini menitipkan anaknya pada tempat penitipan anak. Menurut Tela Durbin, ibu pekerja mengekpresikan rasa bersalahnya dengan menangis dan kesal saat dia meninggalkan anaknya di penitipan. "Aku memiliki dua rasa bersalah, rasa bersalah karena meninggalkannya (anak) dan rasa bersalah karena menginginkan waktu luang," kata Tela.

5. Berteriak pada anak
Tidak ada satu pun ibu yang merasa lega saat meneriaki anaknya. Faktanya,survei yang dilakukan Renner dan Pflock menemukan para meneriaki anaknya merupakan penyebab utama seorang ibu merasa menyesal. "Bahkan orangtua yang lembut dan baik hati pun bisa meneriaki anaknya dari wakut ke waktu, " kata Elizabeth Pantley, The No-Cry Discipline Solution. Jika anak Anda salah, jelaskan padanya jika ia melakukan kesalahn tanpa berteriak. Jika berteriak merupakan kebiasaan, Anda harus belajar mengurangi hal itu.
 



(eny/eny)