Cerita Ibu yang Dilarang Menyusui dengan Cara Bayinya Diambil Paksa
Ibu asal Inggris bernama Caroline Starmer ini mengaku mengalami kejadian tidak menyenangkan saat menyusui bayinya di department store Primark. Caroline mengungkapkan bayinya ditarik paksa darinya saat anaknya tersebut sedang menyusu. Pihak keamanan yang mengambil bayinya secara paksa itu sebelumnya melarangnya untuk menyusui di dalam department store tersebut.
Peristiwa tidak menyenangkan itu kemudian ditulis Caroline pada akun Facebooknya tidak lama setelah kejadian pada Selasa (14/7/2015). "Aku merasa perlu berbagi pengalaman mengerikan yang aku alami hari ini di toko Primark di Leicester," tulisnya.
Caroline menceritakan insiden yang dialaminya terjadi saat dia tengah menyusui bayinya, Paige, yang berusia 9,5 bulan, di sela-sela aktivitasnya berbelanja di department store tersebut. Proses menyusui itu dilakukannya di area penjualan baju anak-anak. Dia sudah memilih tempat di belakang mannequin yang menurutnya tidak terlalu banyak pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat tengah menyusui itulah dia didatangi seorang petugas keamanan. Si petugs memintanya untuk berhenti menyusui atau keluar dari toko jika memang ingin melanjutkan aktivitasnya tersebut.
"Dia bilang, aku tidak bisa menyusui di sini. Saat aku berusaha menjelaskan kalau bayiku perlu makan dan sudah menjadi hakku untuk menyusui di manapun aku inginkan, dia mengambil paksa Paige dari payudaraku," kisah Caroline.
Petugas keamanan yang dideskripsikannya berwajah Asia dengan tinggi sekitar 177 cm itu kemudian membawa anaknya. Shock dengan perlakuan si petugas, Caroline kemudian tersadar dan langsung mengejar pria tersebut untuk mengambil lagi bayinya. Saat Paige sudah ada di gendongannya si petugas hanya menatap dan meninggalkannya.
"Dia menarik Paige dariku secara paksa sehingga payudaraku kesakitan karena otomatis anakku menjempit payudaraku dengan dua gigi bawahnya," ujarnya.
Setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan ini, wanita 28 tahun itu lapor polisi. Dia merasa tidak seharusnya petugas keamanan melakukan tindakan kasar padanya hanya karena melarangnya menyusui.
Saat dikonfirmasi oleh Mirror, pihak Primark mengaku sudah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Namun menurut mereka, berdasarkan rekaman CCTV, apa yang disampaikan Caroline, tidak disertai bukti yang nyata.
"Kami telah berbicara dengan petugas keamanan yang bekerja hari ini. Mereka membantah ada insiden ini. Individu yang digambarkan konsumen juga tidak sesuai dengan petugas kami," ujar juru bicara Primark.
(eny/eny)











































