Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Keajaiban Bayi Kembar dengan Tali Pusat Saling Mengikat yang Terlahir Sehat

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 15 Jul 2015 07:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Kate Lucas
Jakarta - Kebahagiaan Kate Lucas langsung sirna saat mengetahui dirinya hamil anak kembar dengan kondisi tali pusat saling mengikat. Dokter memvonis kehamilan seperti ini jarang yang bisa bertahan. Kalaupun bertahan, anak yang lahir kemungkinan meninggal atau cacat.

Kini delapan tahun setelah vonis tersebut berlalu, Kate menceritakan keajaiban yang dialaminya dalam blog Miracle Babies Foundation. Anak kembar perempuannya lahir dengan selamat dan sehat, jauh dari vonis yang disebutkan dokter.

Kate mengisahkan saat mengetahui dirinya hamil, dia sangat bahagia apalagi karena mengandung anak kembar. Namun kebahagiaannya memudar saat dia diberitahu dokter mengalami kehamilan Monoamniotic atau Momo di mana bayi berbagi kantung ketuban dan plasenta yang sama. Kondisi langka ini hanya dialami satu dari 100 anak kembar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat mereka bertambah besar, kondisinya semakin membahayakan. Semakin besar bayi, semakin sedikit ruangan yang ada di sana dan mereka bisa saling menekan tali pusat satu sama lain dan memotong suplai vital makanan darah. Mereka juga berisiko mengalami anomali atau kelainan," demikian tulis Kate.

Kate mengungkapkan dokter memintanya untuk tidak menceritakan kondisi kehamilannya pada siapapun karena kesempatan hidup janin kembar di rahimnya sangat kecil. Dia dan suaminya juga sempat ditanya apakah ingin menggugurkan kandungannya saja, namun mereka menolak. "Kami sudah jatuh cinta dengan janin kami," katanya.

Kate kemudian masuk ke kamar persalinan saat usia kandungannya 28 minggu. Dia pun tinggal di rumah sakit hingga lima minggu berikutnya. Pada usia kandungan 32 minggu, dia pun melahirkan secara caesar.

Si kembar berjenis kelamin perempuan dalam kandungan Kate terlahir dengan selamat di sebuah rumah sakit di Queensland, Australia. "Anak-anak perempuanku menangis keras saat terlahir ke dunia dan masing-masing bisa bernapas sendiri! Harper beratnya 1,9 kg dan Cleo, 1,5 kg. Mereka mungil tapi sempurna," tulis Kate dalam blognya.

Saat Harper dan Cleo lahir, Kate menceritakan, dokter sangat shock. Apalagi ketika melihat bagaimana talit pusat bayi kembar itu yang benar-benar saling mengikat. "Anak-anak perempuanku selamat dari belitan yang mengerikan. Kami melahirkan mereka tepat waktu. Mereka adalah bayi ajaib kami," tulisnya lagi.

Kini setelah delapan tahun berlalu, Harper dan Cleo tumbuh menjadi anak perempuan yang sehat. Mereka pun saling terikat seperti ketika di dalam kandungan. Melalui cerita di blognya, Kate berharap bisa mendukung ibu-ibu lainnya yang hamil dengan kondisi MoMo.

(eny/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads