Solusi untuk Ayah Sibuk
Do's and Dont's Komunikasi yang Sehat Antara Ayah dan Anak
wolipop
Jumat, 10 Apr 2015 13:30 WIB
Jakarta
-
1. Perhatikan Bahasa Tubuh Mereka
Ketika menjadi seorang ayah, Anda harus mengenal bahasa tubuh anak, apakah dia sedang sakit, senang, atau ketakutan? Dengan lebih mengenal kondisi anak maka komunikasi akan berjalan baik secara tidak langsung. Si kecil juga akan merasa diperhatikan oleh ayahnya sehingga ia bisa lebih terbuka kepada Anda.
2. Selalu Ada untuk Anak
Tidak hanya ibu yang selalu ada untuk anak. Ayah pun harus melakukan hal yang sama. Ketika anak membutuhkan ayahnya untuk meminta saran, misalnya meminta Anda mengajarkannya membetulkan mainan, Anda harus selalu siap sedia. Coba selalu menyediakan waktu buat si kecil walaupun sedang sibuk bekerja. Luangkan waktu sebentar untuk menjawab pertanyaannya. Dengarkan semua harapan dan keinginan anak kemudian berikan pengetahuan serta pengajaran kepada buah hati tercinta.
3. Tegaskan Dia Secara Verbal
Ajarkan anak dengan tegas secara verbal bukan menggunakan ekspresi wajah atau gerak-gerik tubuh. Anak laki-laki perlu diajarkan secara tegas agar ia bisa selalu konsisten dengan kata-katanya. Begitu pula ketika mengungkapkan sayang kepada anak, bicaralah dengan kata-kata dan berikan bukti bahwa Anda mencintai mereka. Biasakan anak tetap komitmen dengan ucapan yang keluar dari mulut mereka. Jika tidak bisa komitmen maka berikan konsekuensi agar dia tidak mengulanginya kembali.
Don'ts:
1. Jangan Menghakimi
Ketika ingin menjalin komunikasi yang baik dengan anak, jangan minta dia berbicara langsung kepada Anda. Jangan membuat anak merasa seolah sedang dihakimi. Berbicara langsung secara face to face membuat anak laki-laki merasa tidak nyaman. Jika ingin membuat anak lebih terbuka dengan Anda, lakukanlah hal-hal yang menyenangkan bersama-sama. Misalnya saja mengajaknya merakit mobil-mobilan.
"Anak laki-laki jauh lebih mudah untuk berbicara dengan Anda ketika sedang membuat sebuah proyek bersama-sama atau melakukan sesuatu yang menyenangkan. Selama kegiatan itu, Anda bisa bertanya dan ia akan lebih mudah menanggapi Anda secara terbuka," tutur Carey Casey, pendiri National Center for Fathering, Amerika.
2. Tidak Berbicara dengan Kata-kata Negatif
Hindari berbicara dengan anak menggunakan kalimat yang negatif. Ini akan mempengaruhi perkembangan si kecil ke depannya. Peneliti menemukan bahwa keluarga yang kurang harmonis dipengaruhi oleh komunikasi negarif dengan mengeluarkan kalimat-kalimat yang buruk seperti menghina atau menjatuhkan. Psikolog John Gottman mengatakan komunikasi yang positif akan membangun hubungan yang sehat antara orangtua dan anak. Sementara komunikasi yang negatif akan membangun hubungan yang buruk.
(aln/fer)
Tidak jarang anak lebih dekat dengan ibu daripada ayahnya. Hal ini tentu dipengaruhi oleh komunikasi yang kurang baik dengan anak. Umumnya kurangnya komunikasi antara ayah dan anak karena orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan. Meski sibuk bekerja, seharusnya Anda tetap menjalin komunikasi yang baik dengan si kecil.
Luangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan buah hati tercinta, tak hanya ketika akhir pekan tapi juga sehari-hari. Ketika komunikasi berjalan dengan lancar maka akan lebih mudah bagi ayah untuk membuat si kecil lebih terbuka. Bagi Anda yang masih bingung bagaimana menjalin komunikasi yang sehat dengan anak, berikut do's and don'ts yang perlu dilakukan.
Do's:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika menjadi seorang ayah, Anda harus mengenal bahasa tubuh anak, apakah dia sedang sakit, senang, atau ketakutan? Dengan lebih mengenal kondisi anak maka komunikasi akan berjalan baik secara tidak langsung. Si kecil juga akan merasa diperhatikan oleh ayahnya sehingga ia bisa lebih terbuka kepada Anda.
2. Selalu Ada untuk Anak
Tidak hanya ibu yang selalu ada untuk anak. Ayah pun harus melakukan hal yang sama. Ketika anak membutuhkan ayahnya untuk meminta saran, misalnya meminta Anda mengajarkannya membetulkan mainan, Anda harus selalu siap sedia. Coba selalu menyediakan waktu buat si kecil walaupun sedang sibuk bekerja. Luangkan waktu sebentar untuk menjawab pertanyaannya. Dengarkan semua harapan dan keinginan anak kemudian berikan pengetahuan serta pengajaran kepada buah hati tercinta.
3. Tegaskan Dia Secara Verbal
Ajarkan anak dengan tegas secara verbal bukan menggunakan ekspresi wajah atau gerak-gerik tubuh. Anak laki-laki perlu diajarkan secara tegas agar ia bisa selalu konsisten dengan kata-katanya. Begitu pula ketika mengungkapkan sayang kepada anak, bicaralah dengan kata-kata dan berikan bukti bahwa Anda mencintai mereka. Biasakan anak tetap komitmen dengan ucapan yang keluar dari mulut mereka. Jika tidak bisa komitmen maka berikan konsekuensi agar dia tidak mengulanginya kembali.
Don'ts:
1. Jangan Menghakimi
Ketika ingin menjalin komunikasi yang baik dengan anak, jangan minta dia berbicara langsung kepada Anda. Jangan membuat anak merasa seolah sedang dihakimi. Berbicara langsung secara face to face membuat anak laki-laki merasa tidak nyaman. Jika ingin membuat anak lebih terbuka dengan Anda, lakukanlah hal-hal yang menyenangkan bersama-sama. Misalnya saja mengajaknya merakit mobil-mobilan.
"Anak laki-laki jauh lebih mudah untuk berbicara dengan Anda ketika sedang membuat sebuah proyek bersama-sama atau melakukan sesuatu yang menyenangkan. Selama kegiatan itu, Anda bisa bertanya dan ia akan lebih mudah menanggapi Anda secara terbuka," tutur Carey Casey, pendiri National Center for Fathering, Amerika.
2. Tidak Berbicara dengan Kata-kata Negatif
Hindari berbicara dengan anak menggunakan kalimat yang negatif. Ini akan mempengaruhi perkembangan si kecil ke depannya. Peneliti menemukan bahwa keluarga yang kurang harmonis dipengaruhi oleh komunikasi negarif dengan mengeluarkan kalimat-kalimat yang buruk seperti menghina atau menjatuhkan. Psikolog John Gottman mengatakan komunikasi yang positif akan membangun hubungan yang sehat antara orangtua dan anak. Sementara komunikasi yang negatif akan membangun hubungan yang buruk.
(aln/fer)
Kesehatan
Masih Pakai Garam Biasa? Ini Alasan Himalayan Salt Jadi Alternatif Bumbu Dapur Alami
Kesehatan
Ganti Gula dengan Madu Murni, Pilihan Pemanis Alami untuk Asupan Lebih Sehat
Home & Living
3 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung SANKEN, Pakaian Bersih & Kering Maksimal!
Home & Living
Dispenser Galon Bawah BPA Free SANKEN, Lebih Aman & Sehat buat Keluarga
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Brooklyn Beckham Ungkap Drama di Balik Ultah David Beckham
2
Potret Dian Sastro Ikut Tren 2016 Hingga 1996, Nostalgia Jadi Gadis Sampul
3
Sinopsis Undercover Miss Hong, Drakor Park Shin Hye Cetak Rating Tinggi
4
Heboh Kim Seon Ho & Go Youn Jung Melokal, Makan Cilok Hingga Naik Bajaj
5
Viral Kisah Wanita Diselingkuhi Suami, Endingnya Malah Dipaksa Minta Maaf
MOST COMMENTED











































