Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memberikan Pijatan Pada Bayi?

wolipop
Selasa, 03 Mar 2015 11:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Spa khusus untuk bayi kini semakin banyak hadir. Pijat untuk bayi ini memang semakin menjadi favorit orangtua untuk memanjakan buah hati mereka. Namun tahukah Anda kalau pijatan ini akan lebih maksimal manfaatnya jika dilakukan ayah dan ibu sendiri?

Hal tersebut disampaikan oleh ‎Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A(K). Menurut wanita yang akrab disapa dr. Trisna itu orangtua perlu belajar teknik memijat bayi yang benar.

"Efektivitas pijat itu tergantung dari tiga hal, cara, waktu dan siapa yang memijat. Untuk siapa, kalau ayah dan ibunya yang memijat akan mendapatkan hasil yang lebih efektif daripada orang lain," ujar dr. Trisna saat berbincang dengan Wolipop di Senayan City, Jakarta Pusat, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pijatan yang dilakukan ayah dan ibu tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif (kecerdasan) bayi, tapi juga membuat kualitas tidur anak menjadi lebih baik. Dan yang paling penting aktivitas memijat tersebut akan meningkatkan ikatan atau bonding antara orangtua dengan bayi.

"Saat melihat anak kan lelah kita hilang, stres hilang, apalagi dengan menyentuhnya. Yang penting kualitas. Luangkan waktu 15 menit saja sehari," katanya.

‎Selama 15 menit memijat bayi ini, agar hasilnya maksimal ayah dan ibu harus memberikan konsentrasinya secara total pada aktivitas tersebut. Jangan hanya sekadar menyentuh bayi dengan pijatan ringan, tapi ajak juga bayi berkomunikasi dengan mulut dan ekspreksi wajah Anda.

Kapan sebaiknya pijatan ini dilakukan pada bayi? "Saat bayinya siap, orangtuanya siap. Bayi tidak dalam keadaan mengantuk, kenyang atau sakit berat. Dan orangtuanya tidak sibuk dengan kegiatan lain seperti menelepon, SMS atau menonton televisi," saran dokter yang sehari-harinya praktek di Rumah Sakit Sanglah Bali itu.

Pijatan terhadap bayi ini hasilnya akan kurang maksimal jika dia dalam keadaan sakit berat. Kondisi bayi apakah dia sakit berat atau tidak ini bisa dikonsultasikan ke dokter kepercayaan orangtua. Hanya saja dr. Trisna mencontohkan soal kondisi seperti apa yang menyebabkan pijatan akan tidak maksimal diberikan pada bayi.

‎"Pijat itu melibatkan neuro immuno endrokin. Ketiganya itu harus baik. Kalau otaknya (neuro) ada gangguan tidak bisa dia meneruskan ke bagian tubuh lain. Hasilnya akan kurang maksimal dibandingkan yang tidak ada gangguan. Sekarang juga apakah kita bisa pijat di tempat kulit yang rusak, kan tidak efektif. Kita tidak bisa memijat di daerah yang luka karena impulsnya tidak bisa terus," urai dr. Trisna.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads