Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Johnson's Ajak Orangtua di Indonesia Aktif Menstimulasi Indera Bayi

wolipop
Kamis, 26 Feb 2015 17:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Eny/Wolipop
Jakarta -

Brand produk perawatan Bayi, Johnsons's , menggelar kampanye global yang dinamai So Much More. Kampanye ini bertujuan mengajak para orangtua di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk lebih aktif menstimulasi panca indera bayi sehingga tumbuh kembang anak menjadi maksimal.

Kampanye So Much More yang digelar Johnson's sendiri dimaksudkan agar orangtua bisa memberi lebih pada anak-anak mereka saat melakukan aktivitas bersama. Kegiatan mandi misalnya. Jika selama ini orangtua menjadikan kegiatan memandikan bayi sebagai ritual yang menyenangkan untuk membersihkan anak, ayah dan ibu sebenarnya bisa memberi manfaat lebih dari aktivitas tersebut.

Manfaat lebih dari mandi ini pun baru disadari oleh aktris Carissa Puteri. "Saya selama ini tidak menyadari ritual mandi ternyata begitu penting untuk tumbuh kembang Quenzino. Sekarang saat memandikan Quenzino bukan sekadar membersihkan dia saja, tapi juga bisa menjadi saat untuk stimulasi multi-sensori," kata ibu dari Quenzino itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riset yang dilakukan Johnson's menunjukkan saat mandi, bayi sebenarnya bisa belajar banyak bersama orangtuanya. Bercakap-cakap dengan bayi misalnya. Bayi yang sering diajak mengobrol orangtuanya memiliki kosakata yang lebih banyak saat dia berusia dua tahun. Bermain dengan gelembung juga bisa membantu bayi mengoordinasikan tangan dan mata, menemukan benda yang ada bahkan pada saat benda tersebut tidak terlihat. Cipratan air saat mandi pun bermanfaat membantu memperkenalkan efek sebab dan akibat pada bayi.

Pakar tumbuh kembang anak, DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan bukan hanya saat mandi saja orangtua bisa menstimulasi indera anak. Aktivitas harian lainnya seperti menyusui juga memiliki manfaat serupa.

"‎Stimulasi berperan penting dalam merangsang perkembangan kognitif. Salah satu dampak jika stimulasi kurang salah satunya adalah keterlambatan bicara. Dalam hal ini berarti orangtua kurang menstimulasi anak untuk berkomunikasi," ujar DR. Rini. Anak dikategorikan terlambat bicara jika sampai usia 18 bulan hanya bisa mengucapkan kurang dari 10 kata.

Selain melalui mandi, aktivitas yang manfaatnya sangat baik dalam menstimulasi kemampuan kognitif (kecerdasan) anak adalah pijatan. "Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan pijatan rutin mendukung peningkatan performa kognitif, kewaspadaan dan perhatian pada anak," ujar pakar sentuhan Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A(K).

Wanita yang akrab disapa Dr. Trisna itu mengatakan saat memijat bayi, orangtua sebaiknya jangan hanya memberikan stimulasi melalui sentuhan. Ayah atau ibu bisa memberikan stimulasi komunikasi dengan mengajak bayi mengobrol atau menyanyikannya lagu.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads