Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pigeon Gandeng Iwet Ramadhan Luncurkan Botol Bayi Pertama Bermotif Batik

wolipop
Kamis, 02 Okt 2014 14:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi/Wolipop
Jakarta -

Pengenalan batik sebagai warisan bangsa tampaknya semakin kencang digalakkan dari segala bidang. Misalnya saja dengan pengaplikasian motif dari teknik tekstil khas Jawa ‎ini pada sejumlah benda non kain. Salah satu barang tak biasa yang diberi sentuhan tradisional dengan motif batik adalah botol bayi. Botol bayi pertama dengan motif batik ini diusung oleh brand perawatan ibu dan anak, Pigeon.

Bertepatan dengan Hari Batik National yang jatuh pada Kamis (2/10/2014) ini, merek asal Jepang tersebut meluncurkan serangkaian botol dot terbaru yang diberi sentuhan etnik khas Indonesia, yakni batik. Menggandeng presenter dan desainer batik Iwet Ramadhan, botol-botol tersebut dihadirkan dengan empat motif batik. Keempat motif itu, antara lain sulur, bangau, kupu-kupu, dan seruni.

"Harapannya adalah para ibu bisa memberikan ASI sambil memberi pengenalan batik sebagai warisan budaya bangsa," jelas Anis Dwinastiti selaku Head of Marketing Pigeon saat peluncuran produk di Restauran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai penggiat dan produsen batik, Iwet Ramadhan menyambut baik kolaborasi ini. Pemilik brand Tik Prive tersebut juga menilai bahwa ibu adalah sarana yang tepat untuk melestrarikan batik yang merupakan kebudayaan asli Indonesia. Dalam mendesain pun, Iwet tak main-main. Total pengerjaan projeknya saja memakan waktu kurang lebih satu tahun.

Keempat motif yang dituangkan pria 33 tahun itu pun hadir sarat akan makna dan pesan. Motif sulur yang merupakan simbol harapan agar bayi bisa tumbuh dengan baik. Ada pula kupu-kupu yang melambangkan cinta kasih antara anak dan ibu. Kemudian motif bangau sebagai penggambaran titipan doa untuk hidup yang bahagia. Serta motif seruni yang mengisyaratkan ketulasan hidup dan kesejahteraan hingga menua.

"Motif diambil dari batik-batik pesisiran yang lebih mudah dipahami oleh anak," tutur pria yang pernah meluncurkan buku tentang batik itu.

Selain memberi pesan pelestarian budaya, peluncuran botol ini juga memiliki niat baik lainnya. Yakni dengan penyumbangan sebagian hasil dari penjual kepada Yayasan Sekar Mlatti ‎yang sering membantu operasi anak bibir sumbing.

Rangkaian botol batik saat ini sudah bisa Anda dapatkan di ‎Transmart Carrefour, untuk selanjutkan dipasarkan ke seluruh pusat perbelanjaan dan gerai-gerai lainnya. Botol batik tersedia dalam dua ukuran, yakni 240 ml dan 120 ml dengan harga Rp 38 ribuan dan Rp 40 ribuan.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads