Tawarkan Donor Sperma dari Mertua, Klinik Persalinan Ini Jadi Kontroversi
Sebuah klinik persalinan di Jepang sedang jadi kontroversi. Penyebabnya pada pekan lalu, klinik tersebut mengumumkan berhasil memberikan anak pada pasangan dengan bantuan donor sperma dari ayah mertua.
Suwa Maternity Clinic di perfektur Nagano membuat pengumuman bahwa sejak 1996 hingga 2013 lalu, 79 pasangan yang berusaha punya anak dengan bantuan klinik tersebut sukses mendapatkan apa yang diinginkan. Dari 79 pasangan itu lahir 110 anak melalui proses bayi tabung menggunakan sperma dari ayah mertua si wanita atau ayah dari pihak suami.
Data yang diungkapkan oleh klinik tersebut bukan hanya itu saja. Rupanya ada juga pasangan yang berhasil memiliki anak melalui proses bayi tabung dengan menggunakan sperma dari saudara laki-laki pihak suami. Ada juga 110 pasangan yang mendapatkan bayi dengan memakai sperma dari saudara dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun jadi perdebatan, Suwa Maternity Clinic tetap pada sikapnya. Saat menghadiri konferensi Japan Society of Fertilization and Implantation, akhir Juli lalu, pimpinan klinik tersebut Yahiro Netsu mengatakan, dengan proses bayi tabung menggunakan sperma ayah mertua, peluang terjadinya kehamilan meningkat 38%.
Yahiro juga mengungkapkan, banyak pasangan yang datang ke kliniknya tertarik menggunakan sperma dari anggota keluarga terdekat karena ingin menjaga garis keturunan dari pihak ayah. Pasangan yang menjalani metode bayi tabung ini sebelumnya telah menjalani konseling yang di dalamnya termasuk membahas bagaimana agar peran dalam keluarga tidak jadi rumit ketika si anak lahir.
(eny/fer)










































