Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tawarkan Donor Sperma dari Mertua, Klinik Persalinan Ini Jadi Kontroversi

wolipop
Selasa, 05 Agu 2014 13:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. You Tube
Jakarta -

Sebuah klinik persalinan di Jepang sedang jadi kontroversi. Penyebabnya pada pekan lalu, klinik tersebut mengumumkan berhasil memberikan anak pada pasangan dengan bantuan donor sperma dari ayah mertua.

Suwa Maternity Clinic di perfektur Nagano membuat pengumuman bahwa sejak 1996 hingga 2013 lalu, 79 pasangan yang berusaha punya anak dengan bantuan klinik tersebut sukses mendapatkan apa yang diinginkan. Dari 79 pasangan itu lahir 110 anak melalui proses bayi tabung menggunakan sperma dari ayah mertua si wanita atau ayah dari pihak suami.

Data yang diungkapkan oleh klinik tersebut bukan hanya itu saja. Rupanya ada juga pasangan yang berhasil memiliki anak melalui proses bayi tabung dengan menggunakan sperma dari saudara laki-laki pihak suami. Ada juga 110 pasangan yang mendapatkan bayi dengan memakai sperma dari saudara dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan dari Suwa Maternity Clinic di atas kini jadi perdebatan di Jepang. Media Asahi Shimbun misalnya menyebutkan, praktek bayi tabung dengan menggunakan sperma dari saudara dekat ini melanggar aturan pengobatan kesuburan di negeri Sakura tersebut. Aturan dari kementerian kesehatan di negeri itu pada 2003 menyebutkan proses bayi tabung hanya bisa dilakukan menggunakan sel telur atau sperma dari pasangan atau dari donor anonim.

Meskipun jadi perdebatan, Suwa Maternity Clinic tetap pada sikapnya. Saat menghadiri konferensi Japan Society of Fertilization and Implantation, akhir Juli lalu, pimpinan klinik tersebut Yahiro Netsu mengatakan, dengan proses bayi tabung menggunakan sperma ayah mertua, peluang terjadinya kehamilan meningkat 38%.

Yahiro juga mengungkapkan, banyak pasangan yang datang ke kliniknya tertarik menggunakan sperma dari anggota keluarga terdekat karena ingin menjaga garis keturunan dari pihak ayah. Pasangan yang menjalani metode bayi tabung ini sebelumnya telah menjalani konseling yang di dalamnya termasuk membahas bagaimana agar peran dalam keluarga tidak jadi rumit ketika si anak lahir.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads