Sekolah Ini Edit Foto Murid yang Pakai Baju Terlalu Seksi di Buku Tahunan
wolipop
Senin, 02 Jun 2014 18:50 WIB
Jakarta
-
Tampil dengan gaya terbaik di buku tahunan, bisa jadi itulah yang diinginkan para murid tingkat akhir. Namun bagaimana jadinya kalau foto dengan gaya terbaik itu kemudian diedit pihak sekolah? Hal itulah yang kini dialami murid-murid wanita di sebuah sekolah di Heber City, Utah, Amerika Serikat.
Adalah sekolah bernama Wasaatch High School yang saat ini tengah mendapat protes keras dari sekelompok murid wanita. Para murid tersebut protes karena pihak sekolah telah melakukan edit foto, sehingga penampilan mereka menjadi tampak culun.
"Mereka tidak memberitahukan dulu sebelum mengedit dan mereka tidak memberikan pilihan untuk memperbaiki sehingga kita jadi terlihat konyol di buku tahunan," keluh seorang murid bernama Shelby Baum seperti dikutip CNN.
Aksi edit foto itu dilakukan pihak sekolah karena sebelumnya sudah ada peraturan bahwa para murid tidak boleh mengenakan busana seksi yang terbuka saat foto buku tahunan. Dalam peraturan disebutkan, murid tidak boleh memakai tank top, atasan berbelahan dada rendah dan busana dengan tulisan tidak sopan.
Pihak sekolah mengaku sudah mensosialisasikan peraturan tersebut. Namun kenyataannya masih ada murid yang melanggar sehingga mereka melakukan edit foto pada murid yang memakai busana seksi.
Klaim pihak sekolah tersebut dibantah para murid. Menurut mereka, pihak sekolah melakukan tebang pilih, sehingga tidak semua murid fotonya diedit. "Ada banyak gadis lainnya yang memakai tank top tipis dan setengah dari mereka fotonya diedit, setengah lagi tidak," ujar murid bernama Rachel Russel.
Rachel termasuk salah satu yang kecewa karena fotonya diedit habis-habisan. Sebelumnya dia memakai tank top, namun kini di foto garis lehernya dibuat menjadi lebih tinggi dan tato di tubuhnya disamarkan.
Melalui situs jejaring sosial Facebook pihak sekolah mengakui adanya kesalahan dalam pembuatan buku tahunan. "Staf buku tahunan membuat kesalahan dan tidak konsisten dalam mengaplikasikan edit foto di foto murid dan pihak sekolah meminta maaf atas ketidakonsistenan ini," begitu tulis pihak Wasaatch High School.
Kasus edit foto ini kini juga dikomentari oleh organisasi yang kerap menangani kasus perkosaan, Rape Recovery Center. Organisasi yang berbasis di Salt Lake City itu mengatakan, apa yang dilakukan pihak sekolah adalah sebuah contoh budaya yang mempermalukan wanita dan anak perempuan.
Menurut pihak Rape Recovery Center, selama ini selalu pihak wanita yang disalahkan dalam hal kasus pemerkosaan. Bahwa memakai baju yang tidak sesuai lah yang membuat wanita diperkosa.
(eny/eny)
Adalah sekolah bernama Wasaatch High School yang saat ini tengah mendapat protes keras dari sekelompok murid wanita. Para murid tersebut protes karena pihak sekolah telah melakukan edit foto, sehingga penampilan mereka menjadi tampak culun.
"Mereka tidak memberitahukan dulu sebelum mengedit dan mereka tidak memberikan pilihan untuk memperbaiki sehingga kita jadi terlihat konyol di buku tahunan," keluh seorang murid bernama Shelby Baum seperti dikutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak sekolah mengaku sudah mensosialisasikan peraturan tersebut. Namun kenyataannya masih ada murid yang melanggar sehingga mereka melakukan edit foto pada murid yang memakai busana seksi.
Klaim pihak sekolah tersebut dibantah para murid. Menurut mereka, pihak sekolah melakukan tebang pilih, sehingga tidak semua murid fotonya diedit. "Ada banyak gadis lainnya yang memakai tank top tipis dan setengah dari mereka fotonya diedit, setengah lagi tidak," ujar murid bernama Rachel Russel.
Rachel termasuk salah satu yang kecewa karena fotonya diedit habis-habisan. Sebelumnya dia memakai tank top, namun kini di foto garis lehernya dibuat menjadi lebih tinggi dan tato di tubuhnya disamarkan.
Melalui situs jejaring sosial Facebook pihak sekolah mengakui adanya kesalahan dalam pembuatan buku tahunan. "Staf buku tahunan membuat kesalahan dan tidak konsisten dalam mengaplikasikan edit foto di foto murid dan pihak sekolah meminta maaf atas ketidakonsistenan ini," begitu tulis pihak Wasaatch High School.
Kasus edit foto ini kini juga dikomentari oleh organisasi yang kerap menangani kasus perkosaan, Rape Recovery Center. Organisasi yang berbasis di Salt Lake City itu mengatakan, apa yang dilakukan pihak sekolah adalah sebuah contoh budaya yang mempermalukan wanita dan anak perempuan.
Menurut pihak Rape Recovery Center, selama ini selalu pihak wanita yang disalahkan dalam hal kasus pemerkosaan. Bahwa memakai baju yang tidak sesuai lah yang membuat wanita diperkosa.
(eny/eny)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































