Yuk Ajari Anak Naik Sepeda, Ini 4 Langkahnya
wolipop
Sabtu, 03 Mei 2014 11:15 WIB
Jakarta
-
Sebuah riset membuktikan hampir 50% anak belum bisa naik sepeda di saat usianya mencapai enam tahun. Salah satu penyebab anak belum bisa naik sepeda ini adalah karena orangtua tidak punya waktu untuk mengajari buah hatinya.
Riset tersebut diadakan oleh brand First Choice dengan melibatkan ribuan orangtua di Inggris. First Choice bekerjasama dengan atlet sepeda peraih medali emas olimpiade Laura Trott. Survei diadakan untuk mendorong anak-anak belajar bersepeda sejak dini.
Mengajarkan si kecil bersepeda bukanlah hanl yang mudah. Walau begitu, tetap saja kegiatan ini akan membuat si kecil dan Anda memiliki kualitas waktu bersama yang menyenangkan.
Ada beberapa cara yang harus diperhatikan saat ingin mengajari si kecil bersepeda. Berikut empat langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak mengendarai sepeda, seperti dirangkum dari berbagai sumber:
1. Jangan Pakai Sepeda Baru
Kesalahan yang kerap dilakukan orangtua adalah membelikan anak sepeda baru roda dua dan langsung meminta anak belajar menaikinya. Dengan sepeda baru ini anak belum merasa terbiasa sehingga dia akan sulit beradaptasi. Sebaiknya gunakan dulu sepedanya yang lama yang beroda empat. Saat anak sudah siap untuk belajar, lepaskan roda yang berada di kiri dan kanan. Ketika anak sudah terbiasa dengan sepeda lamanya ini yang sudah beroda dua, baru dia bisa menggunakan sepeda barunya.
Kalau memang ingin menggunakan sepeda baru, sebaiknya pilih yang beroda empat terlebih dulu. Biarkan anak terbiasa mengendarai sepeda barunya tersebut. Setelah anak merasa nyaman, baru orangtua bisa lepaskan roda di sisi kiri dan kanan dan mulai ajari dia naik sepeda roda dua.
2. Naik sepeda dengan roda tambahan
Biasanya sepeda untuk pemula dilengkapi dengan roda tambahan di samping kiri dan kanan. Hal ini bisa membantu si kecil menjaga keseimbangannya saat bersepeda.
Dengan metode ini, anak bisa belajar bagaimana mengarahkan pedal sepeda pertamanya tanpa harus khawatir menjaga keseimbangan sepeda. Sekali ia telah menguasai cara mengayuh dan kemudi, Anda bisa secara bertahap meninggikan roda tambahan tersebut sehingga sepeda sedikit lebih tidak stabil.
3. Pakai sepeda dengan ukuran yang lebih kecil
Metode ini bekerja sebaliknya, mengajarkan anak untuk menyeimbangkan sepeda terlebih dahulu sebelum dia belajar untuk mengayuh pedal dan mengarahkan stang. Anda bisa memulainya dengan sepeda kecil atau menurunkan jok sepeda agar kaki anak bisa menapak tanah. Setelah ia tersbiasa dengan keseimbangan, Anda bisa mulai meninggikan joknya agar ia lebih nyaman.
4. Lepas dan berikan dorongan saat anak mengendarai sepeda
Jika anak menolak naik sepedaberukuran kecil atau Anda tidak memilikinya, Anda dapat mencoba cara lama ini. Buat anak tenang untuk bisa mengendarai sepedanya tanpa roda tambahan.
Sama seperti dengan metode roda tambahan, Anda harus menggunakan strategi untuk membantu si kecil belajar mengayuh dan kemudi. Ajarkan si kecil fokus terlebih dahulu kepada keseimbangannya. Akhirnya, Anda dapat mulai melepaskan dan membiarkan anak Anda untuk menyeimbangkan sendiri.
(eny/eny)
Riset tersebut diadakan oleh brand First Choice dengan melibatkan ribuan orangtua di Inggris. First Choice bekerjasama dengan atlet sepeda peraih medali emas olimpiade Laura Trott. Survei diadakan untuk mendorong anak-anak belajar bersepeda sejak dini.
Mengajarkan si kecil bersepeda bukanlah hanl yang mudah. Walau begitu, tetap saja kegiatan ini akan membuat si kecil dan Anda memiliki kualitas waktu bersama yang menyenangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jangan Pakai Sepeda Baru
Kesalahan yang kerap dilakukan orangtua adalah membelikan anak sepeda baru roda dua dan langsung meminta anak belajar menaikinya. Dengan sepeda baru ini anak belum merasa terbiasa sehingga dia akan sulit beradaptasi. Sebaiknya gunakan dulu sepedanya yang lama yang beroda empat. Saat anak sudah siap untuk belajar, lepaskan roda yang berada di kiri dan kanan. Ketika anak sudah terbiasa dengan sepeda lamanya ini yang sudah beroda dua, baru dia bisa menggunakan sepeda barunya.
Kalau memang ingin menggunakan sepeda baru, sebaiknya pilih yang beroda empat terlebih dulu. Biarkan anak terbiasa mengendarai sepeda barunya tersebut. Setelah anak merasa nyaman, baru orangtua bisa lepaskan roda di sisi kiri dan kanan dan mulai ajari dia naik sepeda roda dua.
2. Naik sepeda dengan roda tambahan
Biasanya sepeda untuk pemula dilengkapi dengan roda tambahan di samping kiri dan kanan. Hal ini bisa membantu si kecil menjaga keseimbangannya saat bersepeda.
Dengan metode ini, anak bisa belajar bagaimana mengarahkan pedal sepeda pertamanya tanpa harus khawatir menjaga keseimbangan sepeda. Sekali ia telah menguasai cara mengayuh dan kemudi, Anda bisa secara bertahap meninggikan roda tambahan tersebut sehingga sepeda sedikit lebih tidak stabil.
3. Pakai sepeda dengan ukuran yang lebih kecil
Metode ini bekerja sebaliknya, mengajarkan anak untuk menyeimbangkan sepeda terlebih dahulu sebelum dia belajar untuk mengayuh pedal dan mengarahkan stang. Anda bisa memulainya dengan sepeda kecil atau menurunkan jok sepeda agar kaki anak bisa menapak tanah. Setelah ia tersbiasa dengan keseimbangan, Anda bisa mulai meninggikan joknya agar ia lebih nyaman.
4. Lepas dan berikan dorongan saat anak mengendarai sepeda
Jika anak menolak naik sepedaberukuran kecil atau Anda tidak memilikinya, Anda dapat mencoba cara lama ini. Buat anak tenang untuk bisa mengendarai sepedanya tanpa roda tambahan.
Sama seperti dengan metode roda tambahan, Anda harus menggunakan strategi untuk membantu si kecil belajar mengayuh dan kemudi. Ajarkan si kecil fokus terlebih dahulu kepada keseimbangannya. Akhirnya, Anda dapat mulai melepaskan dan membiarkan anak Anda untuk menyeimbangkan sendiri.
(eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Blush On yang Bikin Wajah Auto Fresh, 3CE vs MOP untuk Look Natural yang Lebih Hidup!
Elektronik & Gadget
Smart Band Tipis Tapi Powerful, Xiaomi Smart Band 9 Active untuk Gaya Hidup Lebih Sehat!
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Mulus dan Calm Sekaligus dengan Duel Serum Innisfree Retinol Cica vs MIXSOON Bean Essence!
Elektronik & Gadget
Baseus TWS Bass 15 Clip Open-Ear, TWS Open-Ear yang Nyaman Dipakai Seharian untuk Sport dan Kerja!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Zayyan XODIAC, Idol KPop asal Indonesia Rayakan Idulfitri di Korea
2
TikTok Viral Verificator
Viral 2,5 Juta Views! Wanita Curhat Hidup di Keluarga Hoarding, Bikin Stres
3
Fenomena Penyihir Modern Viral di TikTok, Ini Fakta di Baliknya
4
Most Pop: Ratu Yordania Mohon Putranya Dibebaskan Setelah Batal Jadi Raja
5
Kisah Yao Anna Putri CEO Huawei Tinggalkan Hidup 'Princess' Demi Jadi Aktris
MOST COMMENTED











































