Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Penampilan Topless Chappell Roan Jadi Kontroversi, Makeup Artist Buka Suara

Tim Wolipop - wolipop
Sabtu, 07 Feb 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Chappell Roan poses at the red carpet during the 68th Annual Grammy Awards in Los Angeles, California, U.S., February 1, 2026. REUTERS/Mario Anzuoni
Chappell Roan Foto: REUTERS/Mario Anzuoni
Jakarta -

Penampilan mengejutkan Chappell Roan di Grammy Awards 2026 sempat memicu kontroversi. Penyanyi berusia 27 tahun itu tampil topless dengan piercing di payudaranya. Tim makeup artist buka suara dan membokar trik di balik ilusi tersebut.

Dalam wawancara dengan Allure, makeup artist Sasha Glasser mengungkap rahasia di balik gaun transparan rancangan Mugler yang membuat Roan tampak seperti tanpa busana. Mengejutkannya, gaun tersebut seperti diikat di piercing bagian dadanya. Trik utamanya adalah penggunaan prostetik penutup puting.

"Ide awalnya adalah supaya dia tidak terlalu telanjang," artist Sasha Glasser kepada Allure.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini berbeda dari prostetik biasa karena punya lapisan lengket seperti plester, jadi tidak perlu dilem," tambah Glasser.

Untuk memastikan prostetik tetap menempel, timnya juga menggunakan lem medis super kuat. Meski begitu, prostetik sempat robek saat cincin piercing dipasang.

ADVERTISEMENT
Chappell Roan di Grammy Awards 2026Chappell Roan di Grammy Awards 2026 Foto: dok. REUTERS

"Saya memotong seukuran koin, menempelkannya di belakang prostetik, lalu memasukkan anting melalui prostetik dan mesh sekaligus," jelasnya.

Proses terakhir adalah mengecat prostetik agar sesuai warna kulit Roan. Agar perhiasan tetap bersih saat pengecatan, Glasser menutupinya dengan pembungkus permen karet dan baru dilepas sebelum gaun dikancingkan.

Trik prostetik ini juga membantu Roan menghindari kemungkinan denda CBS, jaringan yang menyiarkan Grammy, yang memiliki aturan agar peserta menghindari pakaian transparan yang bisa menampilkan area senstif wanita.

Penampilan Roan dengan koleksi ikonik Jeu de Paume Mugler tahun 1998 mendapatkan hujatan. PenampilanChappellRoanbahkan dinilai murahan oleh sebagian netizen.

"Menjijikkan. Benar-benar kelas rendah," tulis seorang netizen di kolom komentar.

Sebagian publik menilai busanaChappellsudah melewati batas kepantasan. Menampilkan sesuatu yang dianggap vulgar di ajang penghargaan kelas dunia justru dipandang sebagai upaya mencari sensasi, bukan menonjolkan unsur elegansi.

"Ajang penghargaan seharusnya punya aturan berpakaian. Kita tidak perlu melihat bagian tubuh seperti itu," komentar netizen lainnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads