Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus <i>Stay Home Dad</i>

Waspadai Dampak Negatif Saat Pria Jadi Bapak Rumah Tangga

wolipop
Jumat, 25 Apr 2014 11:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Memiliki suami sebagai bapak rumah tangga, mungkin belum begitu akrab di telinga sebagian besar orang. Sosok bapak rumah tangga ini juga tak jarang menimbulkan stigma negatif. Malas bekerja, tidak giat mencari nafkah atau menggantungkan hidup pada sang istri merupakan beberapa stigma yang kerap menempel pada pria yang sehari-harinya hanya berada di rumah. Anggapan tersebut tidak bisa dibilang keliru, karena pada dasarnya suami yang berdiam di rumah memang bisa memberi dampak negatif terhadap kelangsungan rumah tangga. Beberapa psikolog pun memberikan penjelasannya.

1. Memicu Pertengkaran
Suami yang bekerja di rumah untuk mengurus anak dan mengerjakan tugas rumah tangga lainnya berpotensi memicu pertengkaran dalam keluarga. Hal ini biasanya sering terjadi pada pria yang memang malas bekerja. Karena sifat malas dan hanya ingin berleha-leha dirumah tanpa mau bekerja, tak jarang mengakibatkan urusan rumah tangga maupun anak-anak menjadi terbengkalai. Untuk itu coba bicarakan terlebih dahulu jika suami Anda ingin memutuskan menjadi bapak rumah tangga, buat kesepakatan hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawabnya di rumah.

"Pertengkaran dan kemarahan seperti ini justru membuat pernikahan menjadi tidak bahagia, bisa sampai berujung perceraian karena tingkat kualitas pertengkaran yang sering terjadi," ujar Psikolog Anna Surti Ariani, Psi., (Nina) saat diwawancara Wolipop di Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/04/2014).

2. Memicu Keinginan Bunuh Diri
Rasa tertekan atau tersudutkan menjadi seorang bapak rumah tangga, terkadang sering memicu terjadinya bunuh diri. Terlebih lagi pandangan masyarakat yang masih menilai bahwa bapak rumah tangga adalah pria yang malas bekerja dan membiarkan istri mencari nafkah untuk suami dan anak-anaknya. Untuk itu dibutuhkan dukungan secara moril untuk bapak rumah tangga agar tidak melulu berpikir negatif dan mempedulikan omongan negatif orang lain.

3. Merasa Mendapat Kesialan
Bapak rumah tangga terkadang sering terjadi karena beberapa alasan, salah satunya karena baru dipecat dari pekerjaan atau sakit yang berkepanjangan. Dalam kondisi terpuruk dan tidak memiliki pekerjaan, tak jarang membuat pria merasa mendapat kesialan. Terlebih lagi ketika dia merasa terbebani untuk mengurus anak, mengatur rumah tangga dan mengatur uang belanja yang umumnya lebih lumrah dilakukan seorang istri.

4. Perceraian
Dampak yang paling buruk terjadi untuk sebuah pernikahan adalah timbulnya perceraian. Biasanya terjadi karena istri yang tidak bisa menerima kondisi suami menjadi seorang bapak rumah tangga.

"Kalau istri yang cerdas dan berpikir ulang memiliki suami seorang bapak rumah tangga dan tidak bekerja, untuk apa dipertahankan terkecuali suami bekerja di rumah baru bisa dipertimbangkan," ujar Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm saat wawancara bersama Wolipop melalui telepon, Senin (21/04/2014).

Senada dengan Nina, kondisi suami yang tidak bekerja cukup berpotensi menyebabkan perceraian karena memicu meningkatkan frekuensi pertengkaran. "Ada beberapa yang tidak kuat dengan sering dan intens-nya pertengkaran sehingga menimbulkan pemikiran untuk bercerai," ujarnya.

(mrt/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads
detik Sore
Libur Nataru, Lembang Jadi Primadona Wisatawan

Libur Nataru, Lembang Jadi Primadona Wisatawan