Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus <i>Stay Home Dad</i>

Ini Pendapat Pria Soal 'Profesi' Bapak Rumah Tangga

wolipop
Jumat, 25 Apr 2014 10:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Suami yang bertukar peran dengan istri untuk mengurus anak dan rumah tangga kerap mendapat penilaian negatif dari masyarakat, khususnya di budaya ketimuran. Stigma malas pun kerap datang pada sosok seorang stay home dad atau bapak rumah tangga. Tapi bagaimana dengan pendapat para pria sendiri soal ayah yang berdiam di rumah? Ini kata mereka:

1. Faya (31 tahun): "Buat saya pembagian tugas suami-istri nggak kaku kayak dulu sih. Apa yang secara tradisional jadi kerjaan ibu, bapak juga bisa kerjain, lebih fleksibel. Tapi ada situasi dimana si prianya nggak kerja karena emang malas atau apes saja, kalau apes bisa gantian, tapi ya kalau lo pria, seharusnya lo kerja."

2. Afif (25 tahun): "Wajar saat harus mengurus rumah walaupun itu kewajiban utama bagi seorang istri. Tapi kalau dia nggak kerja, istrinya yang kerja itu sudah menyalahkan kodrat sebagai seorang cowok. Cewek itu ibarat tulang rusuk cowok. Cowok itu ibarat badannya, masa tulang rusuknya yang kerja."

3. Marwan (30 tahun): "Bapak rumah tangga adalah bapak yang nggak kerja lebih memilih sibuk mengurus keluarga. Tapi tergantung kondisinya juga, kalau memang dia istrinya lebih dominan nyari uang misalnya cowoknya sudah pensiun itu sah-sah saja. Sebenarnya saya nggak masalah cuma harga diri seorang bapak nggak ada di hadapan istri."

4. Ardy (22 tahun): Menurut saya sih nggak masalah tapi yang namanya laki harus menjaga kehormatannya jangan sampai mentang-mentang dia nganggur dia diperbudak sama istrinya. Dia yang harus mengambil kendali di keluarganya, dia harus tetap jadi imam sama keluarganya."

5. Dikhy (40 tahun): "Di satu sisi kondisi itu sebenarnya bukannya nggak pantes hanya kurang layak. Suami harusnya tetap menjadi kepala rumah tangga. Suami jadi contoh di keluarga, yang jadi contoh itu bukan dari ibu. Contoh kerja keras, keberanian, disiplin, dicontohkan oleh sang bapak. Kalau dia hanya bekerja sebagai bapak rumah tangga anak akan melihat, 'bapak gua di rumah masak' sedangkan temannya bilang 'ah bapak gua kerja, dia pekerja keras,' jd bermasalah nanti."

6. Haris (32 tahun): "Kalau istrinya kerja bapaknya di rumah ya nggak baguslah. Bekerja itu kan kewajiban suami tapi ketika bapak nyuci baju nanti masalahnya ke pendidikan anak."

7. Wahyu (28 tahun): "Nggak baguslah. Kan sudah sunnahtullohnya kalau laki-laki itu cari nafkah, perempuan yang menjaga hartanya karena perempuan lebih rentan dari laki-laki."

8. Nurhasan (30 tahun): "Ada dua yg terlintas di pikiran saya. Pertama bapak pengangguran, yang kedua bapak yg ikut bantu istrinya ngurus rumah, jadi selain kerja di weekday, weekend dia jg ikut bebenah rumah atau jaga anak."

9. Fitra (30 Tahun): "Suami nggak kerja tapi istri yang kerja."

10. Dicky (22 Tahun): "Payah karena nggak kerja. Tapi kalau memang dia belum kerja sih setuju-setuju saja kalau jadi stay home dad."

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads