Hypnobirthing, Melahirkan Tanpa Rasa Sakit Sedang Populer di Jepang
Beberapa selebriti Hollywood seperti Jessica Alba, Miranda Kerr, hingga Kate Middleton memilih teknik hypnobirthing agar tidak merasakan sakit saat melahirkan. Metode tersebut kini tak hanya populer di kalangan selebriti tapi juga wanita sosial lainnya. Di Jepang, hypnobirthing sedang populer dan kebanyakan diterapkan oleh wanita yang baru memiliki anak pertama.
Beberapa wanita di Jepang mengklaim bahwa teknik hypnobirthing atau metode relaksasi ketika melahirkan dapat mengurangi rasa takut dan sakit. Teknik ini pada dasarnya mengatur pikiran supaya tidak tegang untuk menghadapi persalinan. Seperti dihipnotis tapi hypno di sini lebih mengacu kepada pengaturan pernapasan, relaksasi, dan visualisasi selama melahirkan.
Meskipun secara ilmiah hal itu masih diperdebatkan, tapi faktanya hypnobirthing memiliki banyak manfaat. Sebagian wanita menuturkan bahwa teknik itu membuat melahirkan menjadi lebih tenang, mengurangi rasa sakit, meredakan stres karena persalinan, membangun ikatan lebih dalam dengan anak, hingga mampu mengurangi frekuensi bayi menangis semalaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Wirajaya S.E, S.Ag, C.Ht-QHI.,C.T, selaku hipnoterapis di Adi W. Gunawan Institute juga mengatakan bahwa terapi hipnobirthing ini selain dapat menghilangkan rasa sakit si ibu juga bertujuan untuk mempererat relasi antara Anda dan suami. Menurut Agus, sejak mengandung, wanita butuh dukungan suami yang berguna menambah rasa percaya diri dan meminimalisir ketakutannya saat melahirkan.
Namun bila berbagai masalah dalam rumah tangga mempengaruhi pikiran wanita dan merasa terbebani akan hal itu, teknik ini bisa saja gagal dilakukan. Begitu pula dengan wanita yang terlalu stres jelang persalinan sehingga tidak bisa rileks dan tenang.
"Ada pula penyebab gagalnya hypnobirthing. Pertama, karena terlalu analytical, terlalu banyak pikir, saya bisa apa enggak ya, terus nanti gimana kalau gagal. Kedua, present issue terutama kekesaran dalam rumah tangga (KDRT). Bisa saja saat melakukan terapi istri rileks dan siap melahirkan tapi setelah di rumah ia menemukan masalah lagi dengan pasangannya, maka proses persalinan pun akan terasa sulit," terang Agus dikutip dari detikhot.
Maka dari itu, pasangan perlu andil untuk membantu istri merasa lebih rileks ketika menjalankan terapi hingga proses melahirkan selesai. Ada pula terapi yang dilakukan ketika hypnobirthing antara lain dengan mencoba melatih diri untuk bersantai dengan belajar merefleksikan pikiran dan tubuh secara bersamaan.
Sebagai contoh, mengganti rasa cemas melahirkan dengan bentuk kebahagiaan yang nanti diperoleh setelah buah hati hadir di dunia ini. Tersenyum dan berusaha untuk rileks. Putar lagu yang sama secara berkala sebelum melahirkan dan rekam dalam ingatan Anda.
Ketika mulai melahirkan dan merasa sakit, tarik napas kemudian ingat kembali lagu tersebut untuk merasa lebih rileks. Rasa sakit akan berkurang dengan berkonsentrasi pada pernapasan serta lagu-lagu yang terekam dalam memory Anda. Ini merupakan salah satu cara yang dilakukan ketika hypnobirthing.
Di Jepang, untuk melakukan terapi ini butuh biaya sekitar Rp 4 jutaan. Di Indonesia paket hypnobirthing juga ditawarkan hingga harga Rp 5 jutaan. Tertarik mencobanya?
(ays/ays)











































