Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Foto: Tempat Tidur Anak dari Seluruh Dunia, Mewah Hingga Beralaskan Tanah

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 31 Okt 2013 12:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. James Mollison
Jakarta - Gambar-gambar mengagumkan dari seorang fotografer kelahiran Kenya, James Mollison, menampilkan seperti apa kamar atau tempat tidur anak-anak dari berbagai belahan dunia. Melalui foto-foto James ini, pembaca bisa terpengarah hingga sedih saat melihat kamar anak-anak yang mewah atau malah hanya beralaskan tanah. Bukan hanya melihat foto kamar tidur, lewat buku berjudul 'Where Children Sleep', James juga mengajak pembaca memahami kehidupan anak-anak ini. Klik next untuk melihat hasil karyanya.

Jasmine

Ini adalah kamar Jasmine. Anak empat tahun itu tinggal di sebuah rumah besar di Kentucky, Amerika Serikat bersama kedua orangtuanya dan tiga kakaknya. Rumahnya berada di kawasan pedesaan, dikelilingi tanah pertanian. Kamarnya penuh dengan mahkota dan selempang dari berbagai kontes kecantikan yang dimenangkannya. Sudah lebih dari 100 kontes kecantikan diikuti Jasmine. Saat besar nanti, gadis mungil yang akrab disapa Jazzy itu ingin menjadi rock star.

Dong

Dong tinggal di propinsi Yunnan, China bersama orangtua, kakak perempuan dan kakeknya. Dia berbagi kamar tidur dengan saudari perempuan dan orangtuanya. Untuk kebutuhan sehari-hari, keluarga bocah sembilan tahun itu memiliki sebidang tanah untuk menanam padi dan tebu. Sehari-harinya, Dong hobi menulis dan bernyanyi. Di malam hari, dia menghabiskan waktu satu jam untuk mengerjakan tugas sekolah dan satu jam berikutnya menonton televisi.

Indira

Indira tinggal bersama kedua orangtuanya, saudara perempuan dan laki-laki di dekat Kathmandu, Nepal. Rumahnya hanya memiliki satu ruangan yang di dalamnya hanya ada satu tempat tidur dan satu matra. Saat waktu tidur, anak-anak berbagi matras yang digelar di lantai. Sehari-harinya, anak tujuh tahun ini bekerja di sebuah tambang batu granit. Pekerjaan itu dilakukannya sejak usianya tiga tahun. Keluarganya sangat miskin sehingga semua anggota keluarga harus bekerja. Setelah bekerja enam jam sehari, Indira membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Meskipun bekerja, dia juga sempat pergi ke sekolah yang jaraknya bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dengan berjalan kaki.

Thais

Anak 11 tahun ini hidup bersama orangtua dan saudara perempuannya di lantai tiga sebuah rumah susun di Rio de Janeiro, Brazil.  Dia berbagi kamar tidur yang kecil ini dengan saudara perempuannya. Tempat tinggalnya terletak di kawasan Cidade de Deus yang dikenal sebagai area gangster dan penjualan narkoba. Di kamarnya, Thais memajang poster penyanyi pop Felipe Dylon yang dikaguminya. Kalau besar nanti cita-citanya ingin menjadi model.

Nantio

Nantio merupakan bagian dari suku Rendille di bagian utara Kenya. Dia memiliki dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuan. Rumahnya merupakan sebuah tenda yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu dan dedaunan. Tenda tersebut tidak memungkinkan penghuningnya berdiri tegak. Di dalam rumah, ada api di bagian tengah untuk menghangatkan seluruh keluarga saat tidur. Remaja putri 15 tahun itu sempat sekolah selama beberapa tahun, namun kemudian memutuskan berhenti.

Douha

Douha hidup bersama orangtua dan 11 saudara kandung lainnya di kamp pengungsian di Hebron, West Bank, Palestina. Dia berbagi ruangan tidur bersama lima saudara perempuannya. Tinggal di pengungsian, Douha bisa tetap sekolah. Saat dewasa nanti dia ingin menjadi dokter anak.

Tzvika

Anak sembilan tahun ini tinggal di sebuah apartemen kecil di Beitar Illit, sebuah kawasan Israel di West Bank. Kawasan ini menjadi gerbang untuk 36.000 anggota komunitas Yahudi Haredi (Orthodox). Televisi dan koran dilarang ada di sina. Rata-rata keluarga yang ada di komunitas itu memiliki sembilan anak. Namun Tzvika hanya memiliki satu saudara perempuan dan dua saudara laki-lakinya. Dengan merekalah Tzvika berbagi kamar tidur. Di sekolah, Tzvika selalu pergi ke perpusatakaan setiap hari. Olahraga menjadi kegiatan terlarang di sana.
(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads