5 Hal yang Orangtua Perlu Ingat Saat Terlalu Sering Belikan Anak Hadiah
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 23 Sep 2013 08:32 WIB
Jakarta
-
Orangtua mana yang tidak ingin anaknya bahagia. Hal itu kerap menjadi pedoman bagi sebagian orangtua yang memanjakan anaknya dengan sering memberikan hadiah pada buah hati mereka.
Kebiasaan membelikan hadiah ini, jika sudah terlalu sering bisa berdampak buruk untuk Anda sekaligus anak itu sendiri. Berikut lima alasan mengapa Anda tidak boleh terlalu sering memberikan hadiah untuk si kecil, seperti dikutip She Knows:
1. Ekonomi
Masalah ekonomi merupakan masalah yang paling mendasar dari semua alasan mengapa Anda sebaiknya tidak membelikan si kecil terlalu banyak hadiah. Jangan sampai hanya karena ingin melihat si kecil bahagia, Anda memberikan hadiah yang tidak bisa Anda bayar. Kebahagiaan tidak harus berarti hadiah yang banyak.
2. Arti dibalik hari spesial
Hari spesial seperti Natal dan ulang tahun tidak selalu berarti tentang hadiah, mainan atau konsumerisme. Ingat kembali makna dibalik hari Natal adalah agama, kebaikan dan rasa kasih. Begitu juga dengan arti di balik hari ulang tahun yang mengenai pencapaian, kedewasaan, cita-cita dan hal lain. Oleh karena itu, lebih baik ajarkan kembali si kecil makna di balik hari-hari spesial tersebut dan kurangi memberikan hadiah terlalu banyak untuknya.
3. Anak menjadi manja
Tidak ada satupun orang tua menginginkan anaknya memiliki sifat manja. Sayangnya, memberikan terlalu banyak hadiah bisa membuat si kecil menjadi manja dan mau melakukan sesuatu dengan pamrih.
4. Kasih sayang orang tua bukan berarti hadiah
Memberikan hadiah untuk si kecil tentu saja akan membuatnya senang, dan kebahagiannya tersebutlah yang selalu ingin Anda liat tiap harinya. Namun, cinta orangtua bukan berarti banyaknya hadiah yang diberikan kepada si kecil. Tunjukan kasih sayang Anda dengan memberikan hadiah seperti pujian, pelukan, ciuman atau memberikan hari khusus untuk si kecil agar bisa bermain dengan Anda yang biasanya sibuk.
5. Ajarkan si kecil untuk memberi
Seperti yang dikatakan pepatah, 'memberi lebih baik daripada menerima'. Alangkah baiknya bila Anda mengajarkan si kecil agar selalu memberi ketimbang selalu menerima hadiah. Momen seperti Natal atau ketika ada bencana alam di suatu daerah bisa dijadikan alasan tepat untuk mengajarkan si kecil memberikan sebagian mainannya kepada anak-anak lain yang membutuhkan. Beri pengertian kepada anak kenapa dia sebaiknya menyumbangkan mainan-mainannya.
(eny/rma)
Kebiasaan membelikan hadiah ini, jika sudah terlalu sering bisa berdampak buruk untuk Anda sekaligus anak itu sendiri. Berikut lima alasan mengapa Anda tidak boleh terlalu sering memberikan hadiah untuk si kecil, seperti dikutip She Knows:
1. Ekonomi
Masalah ekonomi merupakan masalah yang paling mendasar dari semua alasan mengapa Anda sebaiknya tidak membelikan si kecil terlalu banyak hadiah. Jangan sampai hanya karena ingin melihat si kecil bahagia, Anda memberikan hadiah yang tidak bisa Anda bayar. Kebahagiaan tidak harus berarti hadiah yang banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari spesial seperti Natal dan ulang tahun tidak selalu berarti tentang hadiah, mainan atau konsumerisme. Ingat kembali makna dibalik hari Natal adalah agama, kebaikan dan rasa kasih. Begitu juga dengan arti di balik hari ulang tahun yang mengenai pencapaian, kedewasaan, cita-cita dan hal lain. Oleh karena itu, lebih baik ajarkan kembali si kecil makna di balik hari-hari spesial tersebut dan kurangi memberikan hadiah terlalu banyak untuknya.
3. Anak menjadi manja
Tidak ada satupun orang tua menginginkan anaknya memiliki sifat manja. Sayangnya, memberikan terlalu banyak hadiah bisa membuat si kecil menjadi manja dan mau melakukan sesuatu dengan pamrih.
4. Kasih sayang orang tua bukan berarti hadiah
Memberikan hadiah untuk si kecil tentu saja akan membuatnya senang, dan kebahagiannya tersebutlah yang selalu ingin Anda liat tiap harinya. Namun, cinta orangtua bukan berarti banyaknya hadiah yang diberikan kepada si kecil. Tunjukan kasih sayang Anda dengan memberikan hadiah seperti pujian, pelukan, ciuman atau memberikan hari khusus untuk si kecil agar bisa bermain dengan Anda yang biasanya sibuk.
5. Ajarkan si kecil untuk memberi
Seperti yang dikatakan pepatah, 'memberi lebih baik daripada menerima'. Alangkah baiknya bila Anda mengajarkan si kecil agar selalu memberi ketimbang selalu menerima hadiah. Momen seperti Natal atau ketika ada bencana alam di suatu daerah bisa dijadikan alasan tepat untuk mengajarkan si kecil memberikan sebagian mainannya kepada anak-anak lain yang membutuhkan. Beri pengertian kepada anak kenapa dia sebaiknya menyumbangkan mainan-mainannya.
(eny/rma)
Pakaian Pria
Masih Banyak Dicari, Vans Knu School Punya Desain Simpel dan Fleksibel
Home & Living
Cuma 75 Watt! Kulkas Polytron Ini Jadi Andalan Anak Kos & Keluarga Kecil
Kesehatan
Madu Uray, Solusi Alami untuk Redakan Batuk hingga Masalah Pencernaan
Olahraga
Adidas Metal Water Bottle 0.6L, Praktis Dibawa Olahraga-Aktivitas Harian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
7 Pesona Lili Reinhart, Bintang Riverdale Jadi Model Video Klip BTS 'Swim'
2
Sinopsis 'The Karate Kid', Film di Bioskop Trans TV Hari Ini
3
Money Date, Kencan Ngobrolin Finansial agar Hubungan Makin Langgeng
4
Ramalan Zodiak Cinta 23 Maret: Aries Jaga Ucapan, Sagitarius Awas Orang Ketiga
5
Ramalan Zodiak 23 Maret: Aquarius dan Pisces Perlu Berhemat
MOST COMMENTED











































