Wanita Ini Kena PHK karena Minta Waktu untuk Menyusui Bayinya
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 26 Agu 2013 15:05 WIB
Jakarta
-
Tambahan waktu 15 menit, itulah yang diminta Kate pada kantornya. Tambahan waktu tersebut akan dipergunakannya untuk menyusui bayinya yang ada di day care. Namun bukannya dipenuhi, saat mengajukan permintaan itu dia malah dipecat.
Kate Abra Frederick meminta tambahan waktu 15 menit, dari jatah 15 menit waktu istirahat yang diberikan kantornya. Wanita 42 tahun asal New Hampshire itu ingin menyusui bayi laki-lakinya secara langsung ya dia titipkan di day care. Jarak antara day care dengan kantornya pun cukup dekat, hanya butuh waktu dua menit perjalanan.
Permintaan tersebut diajukan Kate saat dia masih menjalani cuti melahirkan. Dia mengajukan permintaan itu karena sadar bayinya termasuk yang butuh waktu untuk bisa menyusu dari botol atau sendok. Beberapa bayi yang sejak lahir menyusu langsung dari ibunya, memang membutuhkan waktu untuk dapat menyusu dari botol atau sendok.
Kate yang bekerja di New Hampshire Department of Health and Human Services ternyata mendapat penolakan. Kantor tempatnya bekerja menolak memberikan tambahan waktu istirahat 15 menit, menjadi 1/2 jam. Penolakan tersebut menurut pihak perusahaannya, sesuai dengan peraturan, perusahaan hanya mengizinkan para ibu memompa ASI di kantor. Menurut mereka, tidak ada satupun dalam peraturan itu ditulis ibu bisa menyusui anaknya di saat jam kerja. Peraturan yang diterapkan perusahaan tersebut sungguh ironis. Menurut situs The Bump, New Hampshire Department of Health and Human Services termasuk salah satu yang mempromosikan World Breastfeeding Week ke seluruh wilayah.
Saat dikonfirmasi, pimpinan Human Resources Department dari New Hampshire Department of Health and Human Services, Mark Bussiere tetap pada keputusannya. Dalam emailnya pada Kate, Mark menulis pihaknya hanya mengikuti aturan yang sudah dibuat. Dalam aturan, ibu bisa memberikan ASI pada bayinya dengan memompanya bukan disusui langsung. Dia juga mengatakan permintaan Kate ditolak karena dia meminta tambahan waktu istirahat untuk meninggalkan kantor.
Bagian HRD sepertinya tidak mau melihat fakta kalau Kate meninggalkan kantor untuk menyusui putranya. Mereka juga 'lupa' kalau banyak karyawan yang kerap meninggalkan kantor di saat jam kerja untuk merokok atau minum kopi. Saat hal ini ditanyakan, Mark mengatakan pihaknya tidak menyadari akan perilaku para karyawan ini. Namun menurutnya seharusnya atasan bisa menegur jika memang ada perilaku yang tidak sesuai peraturan perusahaan.
Penolakan perusahaan itu membuat Kate tidak segera kembali bekerja setelah cuti melahirkannya habis. Dia membutuhkan waktu untuk melatih bayinya minum ASI dari botol. Saat dia 'bolos' itu ternyata perusahaan mengeluarkan surat pemberhentian kerja. Dia dipecat.
"Aku merasa seperti gunung meletus dan mengarah langsung padaku dan aku terpojok. Kalau aku kembali bekerja dan melakukan apa yang harus aku lakukan untuk kesehatanku dan anakku, aku menjadi orang yang tidak mematuhi peraturan," ujar Kate dalam wawancara dengan The Boston Globe.
Kate kini melawan PHK sepihak tersebut. Dia mengajukan tuntutan pada Equal Employment Opportunity Commission. Kasusnya ini mewakili banyak ibu bekerja lainnya di Amerika Serikat yang ingin tetap menyusui bayinya namun terbentur peraturan perusahaan.
Kate bersikap teguh ingin memberikan ASI pada bayinya bukan hanya demi putranya saja. Saat hamil, Kate didiagnosa menderita diabetes. Konselor laktasi, perawat dan bidan yang ditemuinya pun menyarankannya untuk memberikan ASI untuk kesehatannya. Menyusui juga bisa menurunkan risiko Kate terkena stres pasca melahirkan.
(eny/eny)
Kate Abra Frederick meminta tambahan waktu 15 menit, dari jatah 15 menit waktu istirahat yang diberikan kantornya. Wanita 42 tahun asal New Hampshire itu ingin menyusui bayi laki-lakinya secara langsung ya dia titipkan di day care. Jarak antara day care dengan kantornya pun cukup dekat, hanya butuh waktu dua menit perjalanan.
Permintaan tersebut diajukan Kate saat dia masih menjalani cuti melahirkan. Dia mengajukan permintaan itu karena sadar bayinya termasuk yang butuh waktu untuk bisa menyusu dari botol atau sendok. Beberapa bayi yang sejak lahir menyusu langsung dari ibunya, memang membutuhkan waktu untuk dapat menyusu dari botol atau sendok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikonfirmasi, pimpinan Human Resources Department dari New Hampshire Department of Health and Human Services, Mark Bussiere tetap pada keputusannya. Dalam emailnya pada Kate, Mark menulis pihaknya hanya mengikuti aturan yang sudah dibuat. Dalam aturan, ibu bisa memberikan ASI pada bayinya dengan memompanya bukan disusui langsung. Dia juga mengatakan permintaan Kate ditolak karena dia meminta tambahan waktu istirahat untuk meninggalkan kantor.
Bagian HRD sepertinya tidak mau melihat fakta kalau Kate meninggalkan kantor untuk menyusui putranya. Mereka juga 'lupa' kalau banyak karyawan yang kerap meninggalkan kantor di saat jam kerja untuk merokok atau minum kopi. Saat hal ini ditanyakan, Mark mengatakan pihaknya tidak menyadari akan perilaku para karyawan ini. Namun menurutnya seharusnya atasan bisa menegur jika memang ada perilaku yang tidak sesuai peraturan perusahaan.
Penolakan perusahaan itu membuat Kate tidak segera kembali bekerja setelah cuti melahirkannya habis. Dia membutuhkan waktu untuk melatih bayinya minum ASI dari botol. Saat dia 'bolos' itu ternyata perusahaan mengeluarkan surat pemberhentian kerja. Dia dipecat.
"Aku merasa seperti gunung meletus dan mengarah langsung padaku dan aku terpojok. Kalau aku kembali bekerja dan melakukan apa yang harus aku lakukan untuk kesehatanku dan anakku, aku menjadi orang yang tidak mematuhi peraturan," ujar Kate dalam wawancara dengan The Boston Globe.
Kate kini melawan PHK sepihak tersebut. Dia mengajukan tuntutan pada Equal Employment Opportunity Commission. Kasusnya ini mewakili banyak ibu bekerja lainnya di Amerika Serikat yang ingin tetap menyusui bayinya namun terbentur peraturan perusahaan.
Kate bersikap teguh ingin memberikan ASI pada bayinya bukan hanya demi putranya saja. Saat hamil, Kate didiagnosa menderita diabetes. Konselor laktasi, perawat dan bidan yang ditemuinya pun menyarankannya untuk memberikan ASI untuk kesehatannya. Menyusui juga bisa menurunkan risiko Kate terkena stres pasca melahirkan.
(eny/eny)
Elektronik & Gadget
SanDisk Phone Drive USB, Solusi Tambah Storage HP Android yang Praktis
Olahraga
Performa di Lapangan Lebih Stabil dan Responsif dengan Nike Sabrina 3 EP
Hobi dan Mainan
Review Bagasi LOBO Assistant Kit 3.5L, Organizer Praktis untuk Travel
Olahraga
Nike Precision 7 Pink Blast, Pilihan Sepatu Basket yang Nyaman & Stylish
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 15 Maret: Libra Pemasukan Tinggi, Sagitarius Ada Rezeki Datang
2
Ramalan Zodiak Cinta 15 Maret: Pisces Redam Konflik, Aries Perbaiki Hubungan
3
7 Drama Korea Fantasi Terbaru yang Bikin Penonton Ketagihan
4
Presenter Ini Menikahi Dirinya Sendiri, Putranya yang Mengantar ke Pelaminan
5
Cindy Crawford Ungkap Rutinitas Pagi di Usia 60 Tahun, Tuai Sindiran Netizen
MOST COMMENTED











































