Mengajarkan Sopan Santun pada Anak

- wolipop Kamis, 31 Jan 2013 18:19 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Sopan santun adalah hal yang harus ditanamkan sejak kecil. Dengan tahu cara menjaga perilaku, orang-orang di sekitar anak Anda akan melihatnya sebagai pribadi yang baik. Hal ini dapat membuat anak merasa lebih percaya diri saat harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Bagaimana cara mengajarkan sopan santun pada anak? Ini tipsnya, seperti dilansir The Parents Zone.

1. Mulailah Sejak Kecil
Jangan berikan alasan kepada anak untuk tidak memiliki sopan santun hanya karena usianya yang masih kecil. Ajarkan ia mengenai sopan santun sedini mungkin. Dari saat anak Anda dapat berbicara, ajarkan mereka untuk mengatakan "Terima kasih" atau "Maaf". Semakin dini Anda memperkenalkan sopan santun kepada anak Anda, maka akan semakin baik agar sikap sopan tumbuh bukan menjadi sebuah keterpaksaan. Tapi memang menjadi sifat dasarnya.

2. Berikan Contoh
Anak-anak belajar melalui apa yang mereka lihat. Karena itu, tunjukkan anak Anda bagaimana cara bersikap yang baik. Anda juga harus melakukan apa yang Anda suruh mereka lakukan, hal ini akan menjadi contoh baik untuk anak Anda tiru nantinya.

3. Sabar
Jangan khawatir atau marah ketika si kecil tidak langsung melakukan apa yang Anda minta. Anak Anda tidak akan berhasil hanya dalam waktu satu hari. Berikanlah waktu untuknya mencerna apa yang Anda maksud. Hal ini akan memakan waktu lama, tapi Anda harus dapat bersabar dan tetap konsisten menerapkan apa yang harus dilakukan atau dikatakan dan apa yang tidak.

4. Tidak Dapat Dinegosiasikan
Beberapa tata krama dan sopan santun mau tak mau harus dilakukan oleh anak Anda. Seperti jangan menggigit orang lain atau berteriak di tempat umum. Jangan biarkan anak berpikir hal-hal tersebut boleh dilakukan. Ajarkan kepadanya bahwa hal-hal seperti berterima kasih, kesopanan, menunggu giliran serta menyapa orang lain adalah hal yang harus dilakukan. Berilah pengertian bahwa hak dan kewajiban saling berhubungan. Jika ia ingin mendapatkan hak, maka ia harus melaksanakan kewajibannya.



(hst/hst)