Liputan Khusus
Alasan Mengapa Peran Ibu Tak Bisa Digantikan Babysitter/Nenek
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 29 Jan 2013 11:00 WIB
Jakarta
-
Wanita bekerja yang sudah memiliki anak umumnya perlu memakai jasa babysitter. Hal itu guna membantu dia untuk menjaga anak saat sedang bekerja. Namun tak sedikit dari mereka yang menyerahkan semua urusan anak terhadap orang kepercayaannya tersebut. Padahal mau anak dititipkan kepada nenek, kakek, maupun babysitter, peran ibu tetap tak bisa digantikan. Mengapa?
"Jadi mendelegasikan itu berarti membantu merawat anak kita bukan berarti semuanya yang ngurus orang yang kita delegasikan seperti suster, pembantu, atau nenek," jelas Dr Rose Mini Adi Prianto, M. Psi, seorang Psikolog Anak kepada wolipop beberapa hari lalu di tempat prakteknya, Essa Consulting Group, Jalan Ampera Raya No. 5, Gedung Satmarindo, Jakarta.
Wanita yang hobi membaca buku ini menegaskan, agar semua keperluan anak bukan nenek atau babysitter yang menentukan, tapi ibunya sendiri. Misalnya, sebelum berangkat kerja seorang ibu harus sudah mencatat jadwal makan si kecil serta makanan apa yang harus diberikan. Tidak cuma itu saja, kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak juga harus sudah diatur oleh sang ibu.
Sebagai contoh, anak masih balita dan perlu melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut harus sudah diatur oleh ibu, seperti bermain sepeda atau mainan lain yang membantu anak belajar. Saat pulang kantor, ibu perlu mengecek apa anak melakukannya.
"Kalau misalkna nanti kita pulang dari kantor kita harus tahu dia dapat nggak apa yang dia butuhkan. Misalnya anak ini males banget bergerak, kita buat program hari ini adek harus main sepeda," ujar Romi mencontohkan.
Asisten rumah tangga atau nenek tidak memiliki hak untuk mengerjakan tanggung jawab itu. Mereka hanya bertugas mengawasi anak saat orangtua tidak ada di rumah. Semua kegiatan babysitter harus berada di bawah pengawasan orangtua karena tugas utama seorang ibu adalah bertanggung jawab terhadap anak dan suami.
"Asisten itu hanya mengawasi dan memberikan eksekusi waktu orangtuanya nggak ada. Nggak ada sebetulnya tanggung jawab suster, asisten, nenek, untuk melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan orangtuanya karena orangtua yang bertanggung jawab," urai wanita berumur kelahiran 24 April 1960 itu.
Romi menuturkan, bila Anda bisa merawat anak sendiri tidak perlu menggunakan jasa babysitter. Namun jika profesi menuntut Anda harus bekerja ketika anak masih balita baru memakai asisten rumah tangga untuk menjaga anak.
"Kalau misalnya kita mesti bekerja maka kita memang perlu orang yang merawat anak kita. Tetap saja tanggung jawab mendidik dan merawat anak ke bapak dan ibu sehingga tidak bisa didelegasikan," tutup Romi diakhir pembicaraan.
(ays/ays)
"Jadi mendelegasikan itu berarti membantu merawat anak kita bukan berarti semuanya yang ngurus orang yang kita delegasikan seperti suster, pembantu, atau nenek," jelas Dr Rose Mini Adi Prianto, M. Psi, seorang Psikolog Anak kepada wolipop beberapa hari lalu di tempat prakteknya, Essa Consulting Group, Jalan Ampera Raya No. 5, Gedung Satmarindo, Jakarta.
Wanita yang hobi membaca buku ini menegaskan, agar semua keperluan anak bukan nenek atau babysitter yang menentukan, tapi ibunya sendiri. Misalnya, sebelum berangkat kerja seorang ibu harus sudah mencatat jadwal makan si kecil serta makanan apa yang harus diberikan. Tidak cuma itu saja, kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak juga harus sudah diatur oleh sang ibu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalkna nanti kita pulang dari kantor kita harus tahu dia dapat nggak apa yang dia butuhkan. Misalnya anak ini males banget bergerak, kita buat program hari ini adek harus main sepeda," ujar Romi mencontohkan.
Asisten rumah tangga atau nenek tidak memiliki hak untuk mengerjakan tanggung jawab itu. Mereka hanya bertugas mengawasi anak saat orangtua tidak ada di rumah. Semua kegiatan babysitter harus berada di bawah pengawasan orangtua karena tugas utama seorang ibu adalah bertanggung jawab terhadap anak dan suami.
"Asisten itu hanya mengawasi dan memberikan eksekusi waktu orangtuanya nggak ada. Nggak ada sebetulnya tanggung jawab suster, asisten, nenek, untuk melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan orangtuanya karena orangtua yang bertanggung jawab," urai wanita berumur kelahiran 24 April 1960 itu.
Romi menuturkan, bila Anda bisa merawat anak sendiri tidak perlu menggunakan jasa babysitter. Namun jika profesi menuntut Anda harus bekerja ketika anak masih balita baru memakai asisten rumah tangga untuk menjaga anak.
"Kalau misalnya kita mesti bekerja maka kita memang perlu orang yang merawat anak kita. Tetap saja tanggung jawab mendidik dan merawat anak ke bapak dan ibu sehingga tidak bisa didelegasikan," tutup Romi diakhir pembicaraan.
(ays/ays)
Olahraga
Punya Sport Bra Sering Geser & Bikin Nggak Nyaman Saat Workout? Saatnya Ganti Ke Cosi Cozy yang Lebih Nyaman!
Kesehatan
Jangan Anggap Sepele! Atasi Keputihan dan Jaga Kebersihan Area Intim dalam 7 Hari
Kesehatan
Stop Abai dengan Area Kewanitaan! Gummy Feminine Care Bisa Kamu Konsumsi untuk Jaga Dari Dalam
Hobi dan Mainan
Ngabuburit Lebih Bermakna dengan Mewarnai Bareng Anak yang Seru & Edukatif dengan Pensil Warna Andalan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Para Artis RI Berduka Untuk Pemimpin Iran, Unggah Foto Ali Khamenei
2
Gaya Wulan Guritno Pamer Wajah Bangun Tidur Tanpa Makeup Usai Oplas di Korea
3
Skandal di Balik Layar! Aktris Drama Pendek China Diduga Alami Pelecehan
4
40 Ide Caption Bukber Aesthetic yang Simple namun Berkesan
5
Selebriti di Dubai Panik Usai Serangan Rudal Iran, 'Malam Terburuk dalam Hidup'
MOST COMMENTED











































