Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Resolusi & Tren 2013

Budget yang Perlu Disiapkan untuk Program Punya Anak di 2013

wolipop
Jumat, 28 Des 2012 12:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Pribadi Aidil Akbar
Jakarta - Hampir semua pasangan menikah ingin segera punya anak. Bahkan banyak yang sudah menyusun program kehamilan agar anak lahir sesuai dengan harapan Anda dan pasangan. Sebelum memiliki keturunan, yang paling penting untuk disiapkan selain mental, tentunya adalah budget.

Anda dan pasangan pasti tak mau keuangan jadi berantakan setelah punya momongan. Apa saja yang perlu dipersiapkan saat memulai program punya anak?

Pertama, Anda dan suami harus merencanakan kapan ingin mempunyai momongan. "Oke, rencana punya anak dulu kapan mau punya anak," ujar Aidil Akbar, Perencana Keuangan ternama di Indonesia yang ditemui oleh wolipop awal Desember kemarin di kantornya Akbar’s Financial Check Up', Gedung Dharma Bakti, Lantai 2, Jalan Senopati No. 74, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, budget untuk biaya persalinan. Melahirkan anak di rumah sakit pasti memakan banyak pengeluaran. Baik itu melahirkan normal ataupun caesar. Belum lagi jika bayi yang baru lahir memerlukan perawatan khusus.

"Ambil worst scenario (seperti) operasi caesar, mau melahirkan dekat rumah atau dekat kantor," saran pria yang telah sukses menjadi seorang Independent Financial Advisor dan Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga di Indonesia itu.

Kemudian Anda harus mengecek harga kamar rumah sakit. Cari kamar yang paling mahal, misalnya ruangan VIP. Mengapa? Karena terkadang rumah sakit sering mengambil kesempatan dengan mengatakan kamar kelas 1 atau 2 sudah penuh sehingga mengharuskan Anda menginap di kamar VIP.

"Jadi cek VIP dan caesar habis berapa uangnya? Rp 25 juta atau Rp 30 juta? Itu harus disiapin," ujar Akbar menjelaskan.

Setelah itu, sediakan biaya untuk membeli perlengkapan anak. Sebaiknya hanya siapkan budget untuk bulan pertama dan kedua saja karena nanti akan banyak hadiah dari kerabat terdekat. Barang-barang yang dibeli pun sebaiknya jangan langsung benda besar, seperti kereta dorong atau gendongan bayi.

"Jadi beli baju bayi saja, selimut, sama botol susu satu biji saja karena yang lainnya pasti dikasih kok dapat hadiah dari teman dan lainnya," tambahnya lagi.

Akbar juga menyarankan agar memperhatikan budget kehamilan saat baru mengandung anak pertama. Umumnya, memeriksa kandungan ke dokter secara rutin mengeluarkan dana yang cukup besar. Ia memperingatkan agar tidak tergoda bila ditawari dokter cek Ultrasonografi (USG) setiap datang. Cukup satu sampai tiga kali untuk mengetahui jenis kelamin.

"Jangan mau setiap minggu datang USG. USG itu satu kali nge-print Rp 150 ribu, belum biaya dokter, vitamin, sekali ke dokter (bisa habis) Rp 1 juta, sementara setiap minggu harus kontrol di tiga bulan pertama," ungkap pria yang sudah 16 tahun lebih menjadi Wealth Planner serta Mengelola Dana Investasi di Sun America, AmeriTrade, Lazar and Associate, dan American Express Financial Advisor di Los Angeles, California, Amerika Serikat itu.

Terakhir bila Anda mempunyai budget yang lebih dari cukup, buat anggaran pendidikan. Biaya keperluan sekolah sampai kuliah bisa disiapkan sedini mungkin atau setelah melahirkan.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads