Liputan Khusus
Moms, Ini Sebabnya Babysitter Tidak Betah & Ingin Mudik
wolipop
Jumat, 23 Nov 2012 11:41 WIB
Jakarta
-
Babysitter atau nanny yang tiba-tiba ingin pulang kampung atau malah mau keluar dari pekerjaan pasti membuat Anda pusing. Agar di masa depan kejadian serupa tak terulang lagi, kenali penyebab kenapa pengasuh anak tidak betah.
Penyebab paling umum pengasuh anak tidak betah adalah karena dia merasa bosan. Kebosanan ini biasanya dipicu oleh perlakuan majikannya. Chief Operational Officer JasaPembantu.com Angela Maria Shanti mengatakan ada beberapa orang yang bekerja padanya mengeluhkan mengenai kebosanan ini. Babysitter atau nanny bosan karena tidak dekat dengan pengguna jasa mereka.
"Ada yang cerita, mba aku nggak diajakin ngomong nih. Sehari dua hari nggak apa-apa, tapi kalau seterusnya ya nggak betah," jelas Angel sapaan akrab Angela saat berbincang dengan wolipop di Setiabudi One, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Dari pengalaman Angel mendirikan Jasa Pembantu selama tiga tahun ini, babysitter atau nanny yang bertahan lama biasanya karena mereka dianggap menjadi bagian dari 'keluarga'. "Jadi keluarga tetap ada batasannya, itu yang bisa mengatur pengguna jasa," jelas wanita lulusan D-3 Sekretari itu.
Selain tidak dekat dengan orangtua anak, yang juga membuat babysitter atau nanny tidak betah adalah ketika mereka tidak mendapat keleluasaan untuk mengambil libur atau cuti. Menurut Angel, dalam sebulan sesuai peraturan di lembaganya pengasuh anak mendapat hak untuk cuti atau libur selama dua hari. Jika cuti atau libur tersebut tidak digunakan sang pengasuh berhak mendapat uang pengganti sebesar Rp 100 ribu per hari. Pendiri dan Pimpinan LPK Tiara Cipta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sutarmi juga mengungkapkan hal serupa. Dalam sebulan, babysitter atau nanny berhak mendapat cuti dan kalau tidak dipakai akan mendapat uang yang besarnya Rp 150 ribu.
Namun terkadang ada beberapa orangtua yang tidak memberikan hak cuti tersebut baik dalam bentuk libur ataupun uang tunai. Inilah yang membuat babysitter atau nanny tidak betah.
Tidak adanya kesempatan untuk beristirahat dengan cukup menjadi alasan yang juga dikemukakan para babysitter atau nanny saat tidak betah. "Memang sudah risiko babysitter malam bangun. Tapi tolong siang dikasih tidur. Jangan sampai akhirnya sakit," jelas Angel.
Dijelaskan wanita kelahiran 1 April 1987 itu, biasanyan yang terjadi adalah si babysitter dipaksa bekerja lebih keras tanpa istirahat cukup sehingga kemudian sakit. Saat sakit, pengguna jasa akan mengeluh dan minta babysitter pengganti. Padahal sang babysitter sakit karena kesalahan orangtua yang tak mau memberikan waktu istirahat.
Hal serupa diungkapkan Sutarmi. "Suster nggak betah karena majikannya cerewet. Bisa juga karena susternya mungkin karena tidurnya terlalu malam," jelas wanita yang mendirikan LPK Tiara Cipta sejak 1996 itu.,
Penyebab yang juga banyak dikemukakan para babysitter saat tidak betah adalah karena majikan sering menahan atau terlambat membayarkan gaji. Namun gaji ini, menurut Sutarmi dan Angel bukanlah faktor utama bagi para babysitter untuk bertahan.
"Gaji bukan faktor utama. Faktor utama perlakuan, bagaimana pengguna jasa men-treatment babysitter anaknya," ujar Angel.
"Pekerja yang nyaman itu biasanya nggak melulu karena salary ya, biasanya mereka sudah menyatu dengan keluarga itu, tidak betah juga bukan karena gaji juga, nyari kenyamanan kan susah ya. Mungkin mereka juga sudah sayang sama anaknya," tambah Tami.
(/)
Penyebab paling umum pengasuh anak tidak betah adalah karena dia merasa bosan. Kebosanan ini biasanya dipicu oleh perlakuan majikannya. Chief Operational Officer JasaPembantu.com Angela Maria Shanti mengatakan ada beberapa orang yang bekerja padanya mengeluhkan mengenai kebosanan ini. Babysitter atau nanny bosan karena tidak dekat dengan pengguna jasa mereka.
"Ada yang cerita, mba aku nggak diajakin ngomong nih. Sehari dua hari nggak apa-apa, tapi kalau seterusnya ya nggak betah," jelas Angel sapaan akrab Angela saat berbincang dengan wolipop di Setiabudi One, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak dekat dengan orangtua anak, yang juga membuat babysitter atau nanny tidak betah adalah ketika mereka tidak mendapat keleluasaan untuk mengambil libur atau cuti. Menurut Angel, dalam sebulan sesuai peraturan di lembaganya pengasuh anak mendapat hak untuk cuti atau libur selama dua hari. Jika cuti atau libur tersebut tidak digunakan sang pengasuh berhak mendapat uang pengganti sebesar Rp 100 ribu per hari. Pendiri dan Pimpinan LPK Tiara Cipta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sutarmi juga mengungkapkan hal serupa. Dalam sebulan, babysitter atau nanny berhak mendapat cuti dan kalau tidak dipakai akan mendapat uang yang besarnya Rp 150 ribu.
Namun terkadang ada beberapa orangtua yang tidak memberikan hak cuti tersebut baik dalam bentuk libur ataupun uang tunai. Inilah yang membuat babysitter atau nanny tidak betah.
Tidak adanya kesempatan untuk beristirahat dengan cukup menjadi alasan yang juga dikemukakan para babysitter atau nanny saat tidak betah. "Memang sudah risiko babysitter malam bangun. Tapi tolong siang dikasih tidur. Jangan sampai akhirnya sakit," jelas Angel.
Dijelaskan wanita kelahiran 1 April 1987 itu, biasanyan yang terjadi adalah si babysitter dipaksa bekerja lebih keras tanpa istirahat cukup sehingga kemudian sakit. Saat sakit, pengguna jasa akan mengeluh dan minta babysitter pengganti. Padahal sang babysitter sakit karena kesalahan orangtua yang tak mau memberikan waktu istirahat.
Hal serupa diungkapkan Sutarmi. "Suster nggak betah karena majikannya cerewet. Bisa juga karena susternya mungkin karena tidurnya terlalu malam," jelas wanita yang mendirikan LPK Tiara Cipta sejak 1996 itu.,
Penyebab yang juga banyak dikemukakan para babysitter saat tidak betah adalah karena majikan sering menahan atau terlambat membayarkan gaji. Namun gaji ini, menurut Sutarmi dan Angel bukanlah faktor utama bagi para babysitter untuk bertahan.
"Gaji bukan faktor utama. Faktor utama perlakuan, bagaimana pengguna jasa men-treatment babysitter anaknya," ujar Angel.
"Pekerja yang nyaman itu biasanya nggak melulu karena salary ya, biasanya mereka sudah menyatu dengan keluarga itu, tidak betah juga bukan karena gaji juga, nyari kenyamanan kan susah ya. Mungkin mereka juga sudah sayang sama anaknya," tambah Tami.
(/)











































