Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bayi Baru Lahir Langsung Didaftarkan Sang Ibu Sebagai Pendonor Organ

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 16 Okt 2012 17:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Shelley Wealleans merupakan salah satu ibu yang sangat terpukul karena pernah kehilangan dua anaknya akibat kelainan jantung. Wanita asal Carlisle itu kemudian mendaftarkan bayi keempatnya yang baru berumur 52 jam sebagai pendonor organ.

"Dia baru berusia 52 jam, saya menyantumkan namanya ke dalam daftar donor organ dan menjadi pendonor termuda di Inggris," ujar Shelley, ibu dari Madison, bayi yang menjadi pendonor organ termuda.

Shelley tergerak untuk mendaftarkan putrinya agar bisa menyelamatkan bayi lain yang membutuhkan. Hal tersebut dia lakukan karena penyesalan mendalam setelah kehilangan dua buah hati tercintanya karena menderita kelainan jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kepergian anak pertamanya, Shelley sempat diminta oleh dokter agar mau menyetujui operasi transplantasi jantung. Akan tetapi, Shelley menolak prosedur itu tanpa pikir panjang hingga menyebabkan putranya yang bernama Lewis meninggal ketika berusia tiga bulan. Lewis memang dilahirkan dalam keadaan kelainan jantung yang langka.

"Aku tidak tahu apa-apa tentang donor organ, sehingga itu membuat saya shock," ujar Shelley yang dikutip dari Daily Mail.

Shelley sangat sedih dan menyesal akan keputusannya. Namun penyesalan tersebut hanya bisa dia simpan sendiri. Kemudian, dia memutuskan untuk memiliki anak lagi dengan suaminya, Rob. Anak keduanya diberi nama Corey yang saat ini berusia tujuh tahun. Namun sayangnya, pernikahan Shelley dan Rob berakhir.

Shelley pun menikah untuk yang kedua kali dengan Lee dan mempunyai anak yang dinamakan Mackenzie. Putra dari suami keduanya itu ternyata juga mengalami masalah jantung serius. Dokter mengatakan kalau kondisi putranya berbeda dengan Lewis dan kondisinya juga tidak terkait dengan gen Shelley.

Wanita berumur 27 tahun ini sangat terpukul karena harus kehilangan buah hatinya lagi setelah dua bulan menunggu pendonor, tapi tidak ada satu pun yang bersedia. Mackenzie meninggal pada Mei sebelum ulang tahunnya yang kedua.

"Kami menunggu 60 hari yang menyakitkan, tapi donor jantung tidak dapat ditemukan. Itu sangat memukul saya. Saya menyesal karena dulu pernah menyakiti hati wanita miskin yang terpaksa pergi karena saya menolak menerima donor untuk Lewis," ujar Shelley.

Shelley berharap ada ibu lain di luar sana yang memiliki kekuatan serta keberanian yang lebih dari dirinya sendiri saat mengalami kejadian serupa. Maka dari itu, dia mendukung kampanye 'Promise Life' untuk mendorong orang-orang agar mau menjadi pendonor organ.

Dia pun telah mendaftarkan Medison, putrinya yang baru lahir pada bulan Juni lalu. "Rasa bersalah akan tersimpan selamanya, tapi saya berharap bahwa dengan kisah saya orang lain tergerak untuk mendaftarkan diri sebagai pendonor organ," tambahnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads