Riset: Ketimbang Main di Luar Rumah, Anak Kini Lebih Sering Nonton TV
wolipop
Sabtu, 04 Agu 2012 10:22 WIB
Jakarta
-
Televisi dan gadget berlayar lainnya kini sudah semakin menguasai kehidupan anak-anak. Menurut survei terbaru di Inggris, ketimbang beraktivitas di luar rumah, anak-anak sekarang lebih sering nonton TV atau main game.
Survei tersebut dilakukan oleh perusahaan mainan Galt Toys dan diikuti 2.000 orangtua di Inggris. Dari survei itu terungkap, rata-rata anak setidaknya menghabiskan tiga jam 11 menit dalam sehari di depan layar pada Juli dan Agustus. Menurut pengamatan para orangtua yang menjadi responden, setengah anak menghabiskan setidaknya delapan jam 26 menit setiap minggunya selama musim panas untuk bermain video games dan menonton sedikitnya empat film.
1 dari 3 orangtua juga meyakini anak-anak mereka sudah kecanduan gagdet dan permainan elektronik lainnya yang mendominasi hidup mereka. 1/3 orangtua mengatakan anak-anak mereka tidak pernah keluar rumah tanpa membawa telepon selular. Sementara satu dari enam orangtua mengaku anak mereka terus-menerus ingin bermain permainan portable.
Bukah hanya itu saja, riset tersebut juga mengungkapkan satu dari delapan anak di Inggris punya iPad. Setengah anak di negeri tersebut juga punya gadget senilai £581 di kamar mereka.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua kini semakin khawatir dengan waktu yang dihabiskan anak di depan layar dan ini berdampak pada mood serta gaya hidup mereka," ujar Managing Director Galt Toys John
Meski khawatir dengan dampak gadget dan televisi pada anak, orangtua rupanya tetap merasa tidak ada pilihan lain ketika mencarikan kegiatan untuk buah hati. Saat di luar turun hujan misalnya, enam dari 10 orangtua mengaku mereka mengajak anak menonton televisi atau bermain game console. Sementara 30% orangtua mengatakan mereka menyuruh anak menonton televisi karena bingung mencari kegiatan lainnya.
Para orangtua yang disurvei ini menyadari televisi atau gadget berlayar bisa berdampak buruk untuk anak. 2/3 orangtua mengungkapkan, mood anak mereka sangat terpengaruh setelah selesai bermain di komputer atau jika terlalu lama berada di depan layar. 1/2 dari orangtua menyebutkan anak mereka jadi mudah marah dan kesal.
Prihatin pada kondisi tersebut, saru dari empat orangtua pun berharap bisa menjauhkan anak dari layar lebih lama. Dan 64% orangtua ingin anak lebih banyak bermain di luar, melakukan permainan tradisional yang tidak memakai listrik.
(eny/eny)
Survei tersebut dilakukan oleh perusahaan mainan Galt Toys dan diikuti 2.000 orangtua di Inggris. Dari survei itu terungkap, rata-rata anak setidaknya menghabiskan tiga jam 11 menit dalam sehari di depan layar pada Juli dan Agustus. Menurut pengamatan para orangtua yang menjadi responden, setengah anak menghabiskan setidaknya delapan jam 26 menit setiap minggunya selama musim panas untuk bermain video games dan menonton sedikitnya empat film.
1 dari 3 orangtua juga meyakini anak-anak mereka sudah kecanduan gagdet dan permainan elektronik lainnya yang mendominasi hidup mereka. 1/3 orangtua mengatakan anak-anak mereka tidak pernah keluar rumah tanpa membawa telepon selular. Sementara satu dari enam orangtua mengaku anak mereka terus-menerus ingin bermain permainan portable.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua kini semakin khawatir dengan waktu yang dihabiskan anak di depan layar dan ini berdampak pada mood serta gaya hidup mereka," ujar Managing Director Galt Toys John
Meski khawatir dengan dampak gadget dan televisi pada anak, orangtua rupanya tetap merasa tidak ada pilihan lain ketika mencarikan kegiatan untuk buah hati. Saat di luar turun hujan misalnya, enam dari 10 orangtua mengaku mereka mengajak anak menonton televisi atau bermain game console. Sementara 30% orangtua mengatakan mereka menyuruh anak menonton televisi karena bingung mencari kegiatan lainnya.
Para orangtua yang disurvei ini menyadari televisi atau gadget berlayar bisa berdampak buruk untuk anak. 2/3 orangtua mengungkapkan, mood anak mereka sangat terpengaruh setelah selesai bermain di komputer atau jika terlalu lama berada di depan layar. 1/2 dari orangtua menyebutkan anak mereka jadi mudah marah dan kesal.
Prihatin pada kondisi tersebut, saru dari empat orangtua pun berharap bisa menjauhkan anak dari layar lebih lama. Dan 64% orangtua ingin anak lebih banyak bermain di luar, melakukan permainan tradisional yang tidak memakai listrik.
(eny/eny)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Detik-detik Shalom Razade Operasi Plastik, Hidung Dicoret-coret Dokter
2
Makna Negatif di Balik Nama Gamis Bini Orang yang Jadi Tren Baju Lebaran 2026
3
Ramalan Zodiak 11 Maret: Keuangan Capricorn Meningkat, Pisces Terancam
4
Gaya Para Bintang One Piece Season 2 di Red Carpet, Pemeran Nami Seksi-Elegan
5
Foto: Gebrakan Jennie BLACKPINK Ekspos Bralette di Fashion Show Chanel
MOST COMMENTED











































