Liputan Khusus
Ini Tantangan Terberat yang Harus Dihadapi Single Mom
Menjalani hidup sebagai seorang orangtua tunggal tidaklah mudah. Single mom harus menghadapi berbagai hal mulai dari omongan orang hingga masalah keuangan. Apa yang menjadi paling berat untuk mereka?
Wolipop berbincang dengan tiga dari empat penulis buku 'The Single Moms', Budiana Indrastuti, Mia Amalia dan Ainun Chomsun. Ketiganya mengungkapkan tantangan hidup yang berbeda-beda ketika menjadi seorang single mom.
Bagi Mia, yang terberat baginya adalah ketika harus memberitahu dunia luar bawa kehidupannya sudah berubah. "Stigma bercerai adalah gagal itu beban. Orang kan nggak mau dibilang gagal. Aku jadi malas ketemu teman, keluarga, karena kalau ditanya mana suami lo itu berat banget jawabnya. Ketemu orang dan harus bilang saya sudah bercerai, pertanyaan turunannya banyak," urai ibu empat anak itu saat berbincang dengan wolipop di Reading Room, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bercerai dan dalam kondisi hamil, Dian pun berkonsultasi pada psikolog. Wanita yang pernah menjadi managing editor sebuah majalah lifestyle itu diminta psikolog agar tidak sering-sering merasa sedih.
"Akhirnya aku ngomong ke atasanku, aku bikin press conference satu kantor, aku ceritain kondisiku gini, gini. Mereka yang akhirnya support dan itu berlangsung terus sampai anakku lahir," kisah ibu satu putra itu.
Bagi Dian, masalah yang dialaminya menjadi tidak apa-apanya dibanding para single mom lainnya yang pernah ia ketahui. Dalam milis para single mom, ada kisah-kisah lebih memperihatinkan lagi seperti ibu yang dipisahkan dari anaknya atau belum bisa melupakan mantan suaminya.
Sementara Ainun, baginya tantangan terberat adalah masalah finansial. Apalagi dia memasang standar yang cukup tinggi dalam hal pendidikan untuk putrinya.
"Pendidikan tidak bisa dinegosiasikan. Anak saya seniman banget, suka nulis, musik, sehingga nanti harus belajar ke luar negeri, saya harus kejar itu," jelas Ainun yang merasa memberikan pendidikan berkualiatas adalah warisan terbaik orangtua untuk anaknya.
Ainun, Mia dan Dian berusaha melewati berbagai tantangan dalam hidup itu. Mereka tidak merasa hidup mereka memperihatinkan ketika melihat anak-anak mereka yang tumbuh besar menjadi anak yang membanggakan.
"Mendidik anak sendirian nggak mudah, tidak semua orang bisa. Keluarga utuh saja belum tentu bisa, apalagi kami yang sendiri. Jadi ketika sudah melaluinya itu kayak jadi kebanggaan," ujar Ainun.
Dian pun mengatakan hal serupa. Dia bangga menjadi orangtua tunggal dan anaknya kini pun baik-baik saja, meski hidup tanpa pengasuhan seorang ayah.
(eny/fer)











































