Ini Caranya Bicara Soal Seks dengan Anak Remaja Anda

- wolipop Kamis, 31 Mei 2012 17:35 WIB
Dok. Wolipop Dok. Wolipop

Jakarta - Secara psikologi, anak berusia 9-11 tahun berada pada masa pra-pubertas dan pubertas sehingga perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai perkembangan diri, baik secara fisik, emosi dan sosial agar bisa menjaga diri dan menghadapi masa-masa tersebut dengan lebih positif. Namun biasanya anak dalam usia pra-pubertas seperti itu, cenderung merasa malu untuk bertanya mengenai masalah tumbuh kembang manusia dan sistem reproduksi kepada orang dewasa. Rasa malu inilah yang membuat mereka memilih mencari informasi sendiri dari sumber-sumber yang belum tentu benar seperti teman atau internet.

Berangkat dari hal tersebut, Binus International School, Serpong bersama dengan Parent Support Group (PSG) merasa perlu memberikan edukasi mengenai seks dan pubertas kepada siswa, dengan mengadakan seminar 'Let's Talk about Sex with Your Tween' yang didedikasikan untuk para orangtua, sebagai pembekalan agar dapat menjalin komunikasi yang harmonis antara orangtua dengan anak menyangkut isu sensitif tersebut.

"Pada usia 9-11 tahun, adalah masa transisi ketika mereka belajar melepaskan diri dari kita (orangtua) dan teman-temannya menjadi lebih penting. Dimasa ini anak mulai questioning 'gender identity', dan tugas orangtua untuk bisa ngobrol dan 'masuk' sebagai sahabat mereka," urai Ratih Ibrahim, seorang psikolog anak dan keluarga yang menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan di Library Hall Gedung ECY & EL, Binus International School, Rabu (30/05/2012).

Ratih menjelaskan, pada dasarnya orangtua harus mampu menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan mengenai rasa penasaran mereka tentang seks. Orangtua juga perlu memberi pemahaman pada anak bahwa ada empat pedoman yang harus dijadikan dasar bagi mereka sebelum melakukan seks, yaitu right person, right time, right place dan true love.

"Pada usia pra-pubertas, penasaran mereka tentang seks akan lebih besar, apalagi dengan adanya tuntutan teman sepermainan dan internet seperti sekarang ini. Sebagai orang tua yang harus dilakukan adalah memberikan penjelasan tentang pertumbuhan pada sistem reproduksi, dan jika Anda menemukan mereka browsing di internet untuk hal-hal dewasa semacam itu, tetap bersikap tenang dan bicarakan dengan pasangan, namun bukan untuk di 'kuliahi' panjang lebar. Sebelum mengaktifkan 'parental lock' untuk situs tertentu, yang perlu dilakukan pertama adalah tanya alasannya, kemudian berikan penjelasan kalau mereka tidak boleh membuka situs itu dan beberapa situs yang bukan diperuntukkan untuk anak seusianya." tutur Ratih.

Selain itu, orangtua juga sangat berperan besar dalam menjelaskan identifikasi gender dan juga peran gender itu sendiri. Ajarkan pada anak dengan bahasa yang sederhana mengenai menghargai diri sendiri dan ajarkan mereka untuk mempunyai standar dalam hidup.

Bagaimana cara mengajarkan dengan bahasa yang sederhana ini? "Ajarkan anak dengan bahasa yang sederhana, contohnya dengan perumpamaan. Misalnya saja berlian, adalah batuan yang mahal dan berharga biasanya akan disimpan di brankas dan dikenakan dalam acara-acara penting dan tertentu. Sama seperti anak, katakan pada anak Anda "Diri kamu adalah berlian, jadi jagalah dan jangan mengekspos terlalu banyak, dan hanya boleh diekspos untuk orang yang tepat di waktu yang tepat (kalau sudah suami istri)," jelas direktur Personal Growth itu.

Anak biasanya akan menganggap orangtua sebagai 'Role Model' atau panutan baginya. Untuk itu segala yang Anda ajarkan dan perlihatkan padanya pada usia ini akan sangat mempengaruhi kepribadiannya di masa depan nanti. Dibanding menutup-nutupi pengetahuan mengenai seks, anak justru akan mencari pengetahuan tersebut dari sumber yang tidak jelas. Lebih baik berikan pengarahan seperti menghargai diri, ajarkan mereka untuk memiliki standar seperti: orang yang tepat, waktu yang tepat dan tempat yang tempat untuk menemukan cinta sejati mereka nantinya. Selain itu, ajarkan juga mereka untuk memilih teman secara bijaksana, yang juga menjadi proses mereka menemukan 'right person' dan berikan mereka ruang pribadi.

Pada akhir seminar, Ratih juga menambahkan "Gaya parenting orangtua terhadap anak adalah yang paling penting. Tidak usah takut salah dalam mendidik anak, semua cara mendidik orangtua pasti benar, yang Anda butuhkan hanyalah 'faithfull'."

Selain itu, sebagai orangtua sangat penting untuk membangun kepercayaan kepada anak, bantulah anak Anda menggali kompetensinya. "Orangtua harus kuat, menyayangi, dan intim dalam hubungan dengan keluarga," tutup Ratih diakhir sesi seminar.




(eny/eny)