Orangtua Protes Anak Balita Berbikini di Kontes Kecantikan
wolipop
Kamis, 12 Apr 2012 17:31 WIB
Jakarta
-
Satu lagi acara kontes kecantikan anak yang mendapat protes dari orangtua. Setelah acara reality show 'Toddlers and Tiaras', kini kontes kecantikan yang diprotes digelar di Inggris.
Dalam kontes bernama Miss Mini Princess UK, para peserta diharuskan tampil di atas panggung dengan memakai high heels dan bikini. Salah satu peserta kontes kecantikan itu adalah Lexci.
Seperti dikutip Daily Mail, Lexci baru pertamakalinya mengikuti kontes kecantikan. Usianya baru tiga tahun. Untuk mengikuti kontes tersebut, ibunya mendadaninya dengan eyeshadow dan maskara. Bibirnya yang mungil tampak dihiasi lipstik berwarna pink. Rambunya juga ditata sedikit bergelombang.
Dalam kontes kecantikan Miss Mini Princess UK, Lexci akan bertanding di kategori Little Princess. Di kategori tersebut anak-anak yang ikut berusia dua dan tiga tahun. Ada dua kategori lainnya, Baby Princess untuk anak di usia 12 bulan dan Tiny Princess untuk anak usia satu tahun.
Seluruh peserta kontes tersebut akan tampil di atas catwalk dan dinilai oleh juri. Penilaian berdasarkan kecantikan fisik, bagaimana penampilannya dengan busananya, bakatnya seperti menari dan posenya ketika mengenakan gaun malam.
Kontes kecantikan tersebut langsung mendapatkan sejumlah protes. Hal itu karena anak-anak yang bisa jadi masih memakai pampers itu, sudah harus menampilkan seksualitas mereka dengan mengenakan busana seksi.
Salah satu orangtua yang protes adalah Claude Knights yang juga menjabat sebagai direktur organisasi amal untuk anak, Kidscape. "Aku sangat khawatir dengan kontes untuk anak yang masih sangat muda ini. Bukan hanya karena adanya isu 'Lolita', di mana anak-anak ditampilkan seksualitasnya, berdandan seperti orang dewasa, tapi dengan tidak menyadari ini bisa memprovokasi orang lain. Mereka masih terlalu muda untuk diinformasikan mengenai masalah ini," urainya.
Claudia mengatakan lagi, orangtua juga perlu menyadari dampak jangka panjang dari anak yang diikutkan kontes kecantikan tersebut. "Masalahnya di Inggris tidak ada batasan usia untuk melindungi anak-anak ini," ujarnya.
Pandangan Claudia tersebut tentunya berbeda dengan pendapat dari ibunda Lexci, Emma Turner yang mengikutsertakan anaknya sebagai salah satu peserta kontes. Menurutnya, sama sekali tidak ada yang salah dengan anak kecil tampil dengan bikini dan high heels.
"Anak-anak kecil memakai bikini di pantai setiap hari. Jadi aku tidak melihat di mana perbedaannya. Lexci sudah sering mencoba sepatuku, jadi aku berharap dia bisa memakai heels tersebut," kata wanita 21 tahun itu.
Menurutnya lagi, putrinya juga bukan tampil untuk menjual keseksian. "Kontes kecantikan ini tidak ada hubungannya dengan seks. Lexci berdandan untuk kontes kecantikan. Dia tentu saja tidak berjalan-jalan di luar dengan baju seperti itu," tukas Emma.
Emma menceritakan bagaimana awalnya dia memiliki ide untuk mengikusertakan Lexci di kontes kecantikan. Inspirasinya datang dari acara Toddlers & Tiaras.
"Lexci selalu menari di depan televisi mengikuti anak kecil di acara itu. Dia senang berbelanja ala wanita bersama ku," tambahnya.
Acara Toddlers & Tiaras yang jadi inspirasi Emma merupakan tayangan kontroversial. Banyak pihak mengecam acara yang membuat anak-anak harus tampil bak orang dewasa hingga memakai payudara dan bokong palsu.
(eny/rma)
Dalam kontes bernama Miss Mini Princess UK, para peserta diharuskan tampil di atas panggung dengan memakai high heels dan bikini. Salah satu peserta kontes kecantikan itu adalah Lexci.
Seperti dikutip Daily Mail, Lexci baru pertamakalinya mengikuti kontes kecantikan. Usianya baru tiga tahun. Untuk mengikuti kontes tersebut, ibunya mendadaninya dengan eyeshadow dan maskara. Bibirnya yang mungil tampak dihiasi lipstik berwarna pink. Rambunya juga ditata sedikit bergelombang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh peserta kontes tersebut akan tampil di atas catwalk dan dinilai oleh juri. Penilaian berdasarkan kecantikan fisik, bagaimana penampilannya dengan busananya, bakatnya seperti menari dan posenya ketika mengenakan gaun malam.
Kontes kecantikan tersebut langsung mendapatkan sejumlah protes. Hal itu karena anak-anak yang bisa jadi masih memakai pampers itu, sudah harus menampilkan seksualitas mereka dengan mengenakan busana seksi.
Salah satu orangtua yang protes adalah Claude Knights yang juga menjabat sebagai direktur organisasi amal untuk anak, Kidscape. "Aku sangat khawatir dengan kontes untuk anak yang masih sangat muda ini. Bukan hanya karena adanya isu 'Lolita', di mana anak-anak ditampilkan seksualitasnya, berdandan seperti orang dewasa, tapi dengan tidak menyadari ini bisa memprovokasi orang lain. Mereka masih terlalu muda untuk diinformasikan mengenai masalah ini," urainya.
Claudia mengatakan lagi, orangtua juga perlu menyadari dampak jangka panjang dari anak yang diikutkan kontes kecantikan tersebut. "Masalahnya di Inggris tidak ada batasan usia untuk melindungi anak-anak ini," ujarnya.
Pandangan Claudia tersebut tentunya berbeda dengan pendapat dari ibunda Lexci, Emma Turner yang mengikutsertakan anaknya sebagai salah satu peserta kontes. Menurutnya, sama sekali tidak ada yang salah dengan anak kecil tampil dengan bikini dan high heels.
"Anak-anak kecil memakai bikini di pantai setiap hari. Jadi aku tidak melihat di mana perbedaannya. Lexci sudah sering mencoba sepatuku, jadi aku berharap dia bisa memakai heels tersebut," kata wanita 21 tahun itu.
Menurutnya lagi, putrinya juga bukan tampil untuk menjual keseksian. "Kontes kecantikan ini tidak ada hubungannya dengan seks. Lexci berdandan untuk kontes kecantikan. Dia tentu saja tidak berjalan-jalan di luar dengan baju seperti itu," tukas Emma.
Emma menceritakan bagaimana awalnya dia memiliki ide untuk mengikusertakan Lexci di kontes kecantikan. Inspirasinya datang dari acara Toddlers & Tiaras.
"Lexci selalu menari di depan televisi mengikuti anak kecil di acara itu. Dia senang berbelanja ala wanita bersama ku," tambahnya.
Acara Toddlers & Tiaras yang jadi inspirasi Emma merupakan tayangan kontroversial. Banyak pihak mengecam acara yang membuat anak-anak harus tampil bak orang dewasa hingga memakai payudara dan bokong palsu.
(eny/rma)
Makanan & Minuman
Susu Full Cream, Pelengkap Menu Sahur yang Praktis
Elektronik & Gadget
Butuh Kamera Mirrorless Ringan? Canon EOS R50 Kit 18-45mm Bisa Jadi Pilihan
Makanan & Minuman
Mau Bikin Kue Lebaran? Tepung Bogasari Kunci Biru Bisa Jadi Pilihan
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gadis Tercantik di Dunia Dilamar, Siapa Pria yang Beruntung Itu?
2
Selebgram Terjebak di Dubai Gara-gara Perang Iran-AS, Uang Puluhan Juta Ludes
3
Gaya Elizabeth Hurley Menolak Tua, Pakai Dress 27 Tahun Lalu di Usia 60
4
Gaya Lisa BLACKPINK Pamer Pusar di Louis Vuitton Paris Fashion Week 2026
5
10 Cara Mengatasi Wajah Kusam Akibat Kurang Tidur Selama Bulan Puasa
MOST COMMENTED











































