Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Masa Lalu Anak Adopsi, Perlu Diketahui Jangan Direcoki

wolipop
Jumat, 30 Mar 2012 12:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Sebelum Anda mulai mengadopsi anak, lebih baik cari tahu dahulu dari mana lembaga memperoleh anak tersebut. Hal itu bisa meyakinkan bahwa Anda tidak salah tempat mengangkat anak yang akan menjadi penerus Anda.

Mengetahui asal-usul anak adopsi ini juga penting agar nantinya Anda tidak menemui kendala dengan orangtua kandung si anak. Masa lalu anak tentunya juga bukan suatu hal yang perlu Anda recoki. Anda perlu tahu hanya untuk sebagai bekal informasi.

Menurut Ketua I Yayasan Sayap Ibu Rin Tjiptowinoto anak adopsi dari yayasannya diperoleh dari rumah sakit di sekitar Jakarta. Adapula yang diserahkan langsung dari orangtua yang menikah siri, hasil hubungan di luar nikah atau kesulitan ekonomi. Bahkan ada juga anak yang sengaja ditelantarkan kemudian ditemukan warga dan mempunyai surat keterangan dari kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tjipto, begitu wanita yang sudah 10 tahun bekerja di Yayasan Sayap Ibu, menjelaskan lagi, kondisi anak-anak saat ditemukan atau diserahkan berbeda-beda, ada yang normal, kelainan fisik, dan cacat mental. Untuk anak yang normal akan diberikan vitamin, pelatihan, juga pendidikan sesuai usianya. Sedangkan anak yang mengalami kelainan fisik dan mental diberikan kebutuhan khusus agar perkembangannya maksimal.

“Anak yang normal dan memiliki kelainan fisik akan dipisah karena anak yang terbelakang lebih hiperaktif serta libidonya juga lebih tinggi,” ujar Evira, seorang pekerja sosial di Yayasan Sayap Ibu, Barito, Jakarta, yang ditemui pada Rabu, (27/03/2012).

Sebelum mencarikan mereka orangtua angkat, langkah yang dilakukan oleh yayasan adalah mencari orangtua kandung mereka. Terkadang, yayasan juga sampai mengiklankan si anak tiga kali berturut-turut. Apabila orangtua kandung sudah ditemukan, yayasan akan mengupayakan supaya anak kembali ke keluarganya. Namun, jika pencarian yayasan tidak membuahkan hasil, anak menjadi milik yayasan dan akan dicarikan orang tua angkat.

Lalu, bagaimana kalau anak semakin dewasa dan belum mendapatkan orangtua angkat?

"Anak yang sudah berumur 17 tahun ke atas boleh memillih tetap di Sayap Ibu dan hidup mandiri. Biasanya, mereka lebih milih keluar dari yayasan,” papar Evira. Akan tetapi, kalau anak memilih tinggal di yayasan, anak bisa kerja membantu yayasan.

Dari banyak anak yang diadopsi oleh para orangtua itu, Tjipto mengatakan, kebanyakan orangtua menginginkan anak perempuan. "Kebanyakan orangtua angkat menginginkan anak perempuan daripada anak laki-laki. Mungkin karena anak perempuan lebih lucu daripada laki-laki, tapi saat ini yayasan lebih banyak memilki anak laki-laki," ujarnya.




(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads