4 Cara Mengatasi Kemarahan Anak
wolipop
Minggu, 04 Mar 2012 13:00 WIB
Jakarta
-
Kemarahan pada anak umumnya terjadi karena kesalahpahaman, tuduhan yang keliru, merasa diperlakukan tidak adil, kemauannya tidak dituruti atau hanya merasa tidak aman. Terlepas dari itu, marah bisa juga sebagai bentuk ekspresi dari emosi lainnya, yang tidak bisa diungkapkan sang anak.
Rasa emosi pada anak khususnya balita juga belum stabil. Mereka umumnya hanya memikirkan bagaimana membuat diri mereka aman dan senang. Lalu, bagaimana cara mengatasi kemarahan anak? Simak empat cara yang bisa diterapkan orangtua saat menghadapi kemarahan anak, seperti dilansir The Parents Zone.
1.Ajari Anak Cara Mengendalikan Rasa Marah
Si kecil butuh bimbingan orangtua untuk mengontrol emosi. Maka dari itu, tugas Anda adalah mengajari anak perlahan-lahan bagaimana caranya mengendalikan amarah ketika rasa itu memuncak. Beritahukan mereka secara lembut dan realisasikan dengan sikap saat sedang marah. Atau ajari dengan menuangkan amarah dalam sebuah tulisan. Berikan waktu sebanyak mungkin untuk mendekatkan diri pada anak agar mengetahui perkembangan emosinya.
2.Jangan Marah ketika Anak Marah
Kerap kali orangtua susah menahan kemarahannya saat anak mulai merengek. Justru karena hal tersebut, anak menjadi semakin marah, bahkan jadi pemarah. Kemarahan orang tua juga timbul akibat rasa stres dan bingung menghadapi si kecil. Coba tenangkan diri dan rileks dalam menangani si buah hati. Tunjukkan pada anak kalau marah itu boleh, tapi sewajarnya saja. Ingat, anak akan melihat perilaku orang di sekitarnya dan menirunya.
3.Diam Bukan Solusi
Membiarkan anak menjadi pemarah dapat membentuk kepribadian yang tidak menyenangkan. Sifat yang dibangun dari kecil akan terus mengakar dalam karakter dirinya. Anda sebagai orangtua harus mendidik anak pemarah dengan sabar. Rangkul anak, lalu ajak diskusi bersama. Dengarkan semua keluhan mereka. Kemudian, cari solusi terbaik bagi Anda dan si kecil.
4.Mencegah Kemarahan yang Berlebihan
Marah adalah sebuah bentuk emosi yang dirasakan. Anak pun begitu. Akan tetapi, marah yang tidak dapat dikontrol harus dihentikan. Ketika si buah hati marah dan bertindak di luar batas, beritahu mereka. Sampaikan maksud Anda dengan keibuan, tapi tegas. Berikan konsekuensi yang dapat mengajarkan anak bahwa hal itu tidak baik. Jangan lelah untuk membantu si kecil berubah.
(hst/rma)
Rasa emosi pada anak khususnya balita juga belum stabil. Mereka umumnya hanya memikirkan bagaimana membuat diri mereka aman dan senang. Lalu, bagaimana cara mengatasi kemarahan anak? Simak empat cara yang bisa diterapkan orangtua saat menghadapi kemarahan anak, seperti dilansir The Parents Zone.
1.Ajari Anak Cara Mengendalikan Rasa Marah
Si kecil butuh bimbingan orangtua untuk mengontrol emosi. Maka dari itu, tugas Anda adalah mengajari anak perlahan-lahan bagaimana caranya mengendalikan amarah ketika rasa itu memuncak. Beritahukan mereka secara lembut dan realisasikan dengan sikap saat sedang marah. Atau ajari dengan menuangkan amarah dalam sebuah tulisan. Berikan waktu sebanyak mungkin untuk mendekatkan diri pada anak agar mengetahui perkembangan emosinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerap kali orangtua susah menahan kemarahannya saat anak mulai merengek. Justru karena hal tersebut, anak menjadi semakin marah, bahkan jadi pemarah. Kemarahan orang tua juga timbul akibat rasa stres dan bingung menghadapi si kecil. Coba tenangkan diri dan rileks dalam menangani si buah hati. Tunjukkan pada anak kalau marah itu boleh, tapi sewajarnya saja. Ingat, anak akan melihat perilaku orang di sekitarnya dan menirunya.
3.Diam Bukan Solusi
Membiarkan anak menjadi pemarah dapat membentuk kepribadian yang tidak menyenangkan. Sifat yang dibangun dari kecil akan terus mengakar dalam karakter dirinya. Anda sebagai orangtua harus mendidik anak pemarah dengan sabar. Rangkul anak, lalu ajak diskusi bersama. Dengarkan semua keluhan mereka. Kemudian, cari solusi terbaik bagi Anda dan si kecil.
4.Mencegah Kemarahan yang Berlebihan
Marah adalah sebuah bentuk emosi yang dirasakan. Anak pun begitu. Akan tetapi, marah yang tidak dapat dikontrol harus dihentikan. Ketika si buah hati marah dan bertindak di luar batas, beritahu mereka. Sampaikan maksud Anda dengan keibuan, tapi tegas. Berikan konsekuensi yang dapat mengajarkan anak bahwa hal itu tidak baik. Jangan lelah untuk membantu si kecil berubah.
(hst/rma)
Makanan & Minuman
Ide Minuman Segar untuk Buka Puasa, Praktis Dibuat di Rumah
Pakaian Wanita
Tren Gamis Bini Orang Viral! 3 Rekomendasi Cantik yang Banyak Dilirik untuk Lebaran 2026
Home & Living
Rekomendasi Pisau Dapur Multifungsi! Tajam dan Praktis untuk Masak Menu Sehari-hari
Perawatan dan Kecantikan
Bibir Lembab dan Terlindungi dengan 3 Lip Balm SPF yang Wajib Ada di Tas Kamu!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Potret Cantik Ayu Kynbraten, Semifinalis Miss Norwegia Keturunan Indonesia
2
Wanita Ini Kaget, Ibunya yang Sudah Wafat Tercatat Menikah dengan Pamannya
3
Kisah Mualaf Samanta Elsener, Adik Darius Sinathrya Temukan Damai Lewat Islam
4
Ramalan Zodiak 12 Maret: Taurus Jangan Putus Asa, Gemini Pertahankan Kinerja
5
Jenna Kaia & Bath & Body Works Kolaborasi Hadirkan Modest Wear dan Aroma Mewah
MOST COMMENTED











































